Bursa Pagi: Asia Dibuka Melemah, IHSG Bullish Menuju Jenuh Beli

Bursa Pagi: Asia Dibuka Melemah, IHSG Bullish Menuju Jenuh Beli

Posted by Written on 22 July 2019


Ipotnews - Mengawali pekan keempat Juli, Senin (22/7), bursa saham Asia dibuka cenderung melemah. Investor menunggu dimulainya papan perdagangan teknologi ala Nasdaq di Shanghai Stock Exchange. Koalisi partai pendukung pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe, memenangkan mayoritas suara di parlemen Jepang,di tengah memanasnya hubungan dagang Jepang-Korea Selatan.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,17%, diwarnai tekanan penguatan dolar AS terhadap sejumlah komoditas. Indeks berlanjut turun 0,15% (-9,90 poin) menjadi 6.690,40 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang indeks Nikkei 225, Jepang menyusut 0,23% (-49,93 poin) ke posisii 21.417,06, setelah dibuka turun 0,36%, dan Topix melorot 0,41%, di tengah kejatuhan harga saham Familymart lebih dari 2%. 

Indeks Kospi, Korea Selatan cenderung mendatar di kisaran level 2.095 meskipun saham SK Hynix melonjak 2,34%, dan belanjut melemah 0,04% di level 2.093,52.

Indkes Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,53% (-153,12 poin) ke level 28.612,28 pada pukul 8:35 WIB, di tengah maraknya kembali aksi demo. Indeks Shanghai Composite dibuka menguat tipis 0,05% di posisi 2.925,79.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi dihadapkan pada tren pelemahan indeks acuan di bursa saham Asia melanjutkan tekanan penurunan di bursa saham Wall Street akhir pekan lalu. IHSG menutup sesi perdagangan pekan lalu dengan melaju 0,83% ke level 6.456, meskipun investor asing membukukan penjualan bersih Rp849,89 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG di awal pekan ini berpeluang melanjutkan proses penguatan menuju level 6.500, meski masih dibayangi sentimen negatif volatilitas harga komoditas global. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi  bullish continuation menuju ke area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah akibat penangkapan kapal minyak berbendera Inggris, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah dan batu bara, serta mulai dirilisnya laporan keuangan emiten di paruh pertama tahun ini, diprediksi akan menjadi sentimen positif bagi indeks.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 6.415 dan  resistance  di level 6.495. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: SMRA (Buy, Support: Rp1.150, Resist: Rp1.205), CPIN (Buy, Support: Rp5.275, Resist: Rp5.950), 

    BBRI (Buy, Support: Rp4.450, Resist: Rp4.520), MNCN (Buy, Support: Rp1.350, Resist : Rp1.520).

  • ETF: XBNI (Buy, Support: Rp1.145, Resist: Rp1.159), XPSG (Buy, Support: Rp476, Resist: Rp479), 

    XPES (Buy, Support: Rp448, Resist: Rp451).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu berlabuh di zona merah, terpengaruh oleh rilis kinerja laba emiten yang melambat. Indeks saham acuan bursa Wall Street melemah setelah Iran mengatakan telah menangkap kapal tanker minyak Inggris. Secara mingguan, indeks S&P 500 dan Nasdaq tergelincir masing-masing 1%, koreksi mingguan terburuk sejak akhir Mei lalu, sedangkan indeks Dow Jones melemah 0,6%.

Saham Microsoft mencetak rekor tertinggi setelah membukukan laba dan pendapatan kuartalan di atas perkiraan. American Express drop 2,5% walaupun membukukan laba melebihi ekspektasi. Pekan ini sekitar 25% emiten S&P 500 dijadwalkan merilis laporan kinerja laba. Menurut data FactSet, para analis memperkirakan laba emiten S&P 500 telah turun sekitar 3%.

  • S&P 500 melorot 0,62% (-18,50 poin) ke posisi 2.976,61.

  • Nasdaq Composite melorot 0,74% (-60,75 poin) ke level 8.146,49.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,25% (-68,77 poin) menjadi 27.154,20.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,68% menjadi USD26,43.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu ditutup menguat tipis, terganggu oleh kekhawatiran terhadap stabilitas pemerintahan Italia yang merusak optimisme bahwa the Fed akan segera menurunkan suku bunga acuan. Indeks STOXX 600 naik 0,12% menjadi 387,5 setelah sempat melaju 0,7% di sesi pagi. Indeks saham-saham  blue chips  di bursa Italia, FTMIB anjlok 2%, koreksi terburuk dalam 2 pekan terakhir. Saham-saham perbankan Italia berguguran karena kekhawatiran akan jatuhnya koalisi pemerintahan setelah perdebatan antara dua partai politik besar.

Saham perusahaan periklanan Prancis, Publicis anjlok 6,3% karena memangkas target laba menyusul kinerja kuartal kedua yang mengecewakan. Harga saham Volvo, Swedia melonjak 5,5%, setelah manajemen perusahaan tersebut memangkas beban biaya untuk mengatasi dampak kebijakan tarif impor.Bank Sentral Eropa mengatakan , surplus neraca transaksi berjalan zona euro periode Mei melebar menjadi 30 miliar euro (yoy), dari 22 miliar pada April lalu.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,26% (32,22 poin) menjadi 12.260,07.

  • FTSE 100 London menguat 0,21% (15,61 poin) ke posisi 7.508,70.

  • CAC 40 Paris naik tipis 0,03% (1,79 poin) di level 5.552,34.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York mengakhiri pekan lalu dengan berayun ke arah teritori positif. Dolar AS sempat drop namun  rebound  setelah The Fed New York menyatakan bahwa komentar Presiden The Fed New York John William bersifat akademis dan bukan tentang perubahan kebijakan langsung.

Berdasarkan data FedWatch CME Group, Jumat, 43,1 persen investor memperkirakan the Fed memangkas suku bunga 50bps, berkurang dibanding data Kamis yang mencapai 60,2%. Para trader setidaknya memperkirakan 3 kali penurunan suku bunga the Fed tahun ini, termasuk penurunan 25bps pada bulan ini. 

Indeks dolar AS naik 0,37% menjadi USD 97.151. Euro melemah karena para investor berspekulasi Bank Sentral Eropa akan lebih awal menurunkan suku bunga acuan pada pekan depan.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.1221-0.0056-0.50%
Poundsterling (GBP-USD)1.2502-0.0047-0.37%
Yen (USD-JPY)107.710.41+0.38%
Yuan (USD-CNY)6.88220.0022+0.03%
Rupiah (USD-IDR)13,937.50-22.50-0.16%

Sumber : Bloomberg.com, 19/7/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges menguat pada perdagangan akhir pekan ini, karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Iran mengklaim telah menahan kapal tanker minyak Inggris, Stena Impero di Selat Hormuz. Minyak WTI mengalami pelemahan mingguan terburuk sejak Mei karena faktor penurunan permintaan dan surplus meningkat.

The International Energy Agency (IEA) menurunkan perkirakan pertumbuhan permintaan minyak 2019 menjadi 1,1 juta barel per hari, dari estimasi sebelumnya 1,2 juta barel per hari. suplai di pasar minyak global karena faktor perlambatan ekonomi global di tengah konflik dagang AS-China.

  • Harga minyak berjangka WTI naik 33 sen menjadi USD 55,63 per barel.

  • Harga minyak berjangka Brent naik 66 sen menjadi USD 62,59 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange terkoreksi pada perdagangan akhir pekan lalu tertekan apresiasi nilai tukar dolar AS dan gempuran aksi  profit taking  para investor. Dalam 2 hari terakhir harga emas di pasar spot naik 3%, dan naik 1,2% secara mingguan, sempat menyentuh harga tertinggi sejak awal Mei 2013 pada harga USD 1.425,60 per ons. Namun analis mengatakan, harga emas masih akan tetap kuat di tengah berlanjutnya perang dagang AS-China, dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. 

Harga logam mulai lainnya juga melorot; platinum stabil pada posisi USD 849,20 per ounce, palladium turun 1,2% ke posisi USD 1.507,68, dan perak turun 0,7% ke level USD 16,23.

  • Harga emas di pasar spot turun 1,65% menjadi USD 1.422,2 per ounce

  • Harga emas berjangka turun 0,32% menjadi USD 1.423,5 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author