Bursa Pagi: Asia Cenderung Turun, Tekanan Bearish Adang Laju IHSG

Bursa Pagi: Asia Cenderung Turun, Tekanan Bearish Adang Laju IHSG

Posted by Written on 17 July 2019


Ipotnews - Perdagangan saham di bursa Asia pagi ini, Rabu (17/7) dibuka cenderung melemah, melanjutkan pergerakan turun indeks acuan di bursa saham Wall Street, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan perdagangan AS-China masih melalui jalan panjang, dan AS bisa menambahkan tarid sebesar USD325 miliiar, "jika kami mau."

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka turun tipis di kisaran level 6.645, di tengah bervariasinya pergerakan harga saham. Harga minyak menguat tipis pada pembukaan pasar Asia, setelah anjlok lebih dari 3% pada penutupan pasar AS. Indeks berlanjut naik 0,25% (16,70 poin) menjadi 6.657,70 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melemah 0,37% (-79,92 poin) ke level 21.455,33, setelah dibuka turun 0,31%. Harga saham Softbank Group anjlok 1,89%, dan Topix melemah 0,21%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melorot 0,68% terpengaruh kejatuhan harga saham SK Hynix 1,97%, dan berlanjut terperosok 1,11% ke level 2.068,84.

Melanjutkan tren penurunan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka anjlok 0,77% (-220.75 poin) ke level 28.398,87 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,35% menjadi 2.927,27.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks acuan di bursa saham AS dan Asia, setelah gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin, dan ditutup turun 0,25% menjadi 6.401. Investor asing membukukan pembelian bersih Rp281,83 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan proses penguatan didukung  capital inflow  dan konsolidasi pasar untuk mempertahankan level 6.400. Secara teknikal, beberapaa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan, seiring adanya tekanan  bearish  yang diwarnai aksi profit taking.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kekhawatiran investor terkait pernyataan Donald Trump yang mengatakan bahwa kesepakatan dagang AS-China dapat memerlukan waktu yang cukup panjang dan AS bisa saja menerapkan tarif tambahan senilai $325 miliar diprediksi akan memberikan sentimen negatif di pasar.

Sementara itu melemahnya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah dan emas serta sikap hati-hati investor menjelang rilislaporan keuangan emiten pada kuartal II/2019 juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis negatif bagi indeks. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 6.370 dan  resistance  di level 6.435.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ISAT (Buy, Support: Rp2.750, Resist: Rp3.030), INDF (Buy, Support: Rp6.800, Resist: Rp7.000), 

    INTP (Buy on Weakness, Support: Rp21.300, Resist: Rp21.700), BSDE (Buy on Weakness, Support: Rp1.490, Resist : Rp1.510).

  • ETF: XPID (Buy, Support: Rp561, Resist: Rp564), XPDV (Buy, Support: Rp512, Resist: Rp514), 

    XIJI (Buy, Support: Rp705, Resist: Rp710).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir turun, tertekan oleh komentar Presiden AS Donald Trump yang meragukan kemajuan dalam perdagangan AS-China. Melanjutkan rilis kinerja emiten sektor keuangan, saham Goldman Sachs melonjak 1,9% dan J.P. Morgan Chase melaju 1,1% setelah melaporkan hasil yang lebih baik dari estimasi. Namun, saham Johnson & Johnson anjlok 1,6% meski melaporkan lonjakan laba 42% pada kuartal kedua. Tesla turun 0,4% setelah memangkas harga Model 3.

Menurut FactSet, sejauh ini, baru sekitar 5% perusahaan S&P 500 yang melaporkan laba kuartal kedua,. Dari perusahaan itu, lebih dari 85% membukukan laba yang lebih baik dari perkiraan. Namun analis memperkirakan laba emiten S&P 500 akan 3% pada kuartal kedua.

  • Dow Jones Industrial Average melemah 0,1% (-23,53 poin) di posisi 27.335,63.

  • S&P 500 turun 0,34% (-10,36 poin) menjadi 3.004,04.

  • Nasdaq Composite melorot 0,43% (-35,39 poin) ke level 8.222,80.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,60% menjadi USD25,38.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat, setelah para  trader  mencermati rilis laporan keuangan sejumlah emiten. Indes STOXX 600, naik 0,35% menjadi 389,10, dipimpin kenaikan harga saham sektor konstruksi dan material sebesar 1,65%. Rilis data neraca perdagangan zona euro untuk Mei mencatatkan surplus 23 miliar euro (USD25,85 miliar). Ekspor naik 1,4% dan impor turun 1%. Indeks sentimen ekonomi Jerman periode Juli di posisi -24,5 di bawah ekspektasi -22,3.

Pelaku pasar sebagian besar fokus pada laporan keuangan yang dirilis sejumlah emiten besar. Saham Burberry melonjak lebih dari 14% setelah merek mewah asal Inggris itu melaporkan kenaikan penjualan kuartal I, didorong peluncuran desain terbaru. Saham raksasa alat-alat listrik Swedia, Husqvarna, anjlok 5% karena penjualan lemah pada awal kuartal II. Saham Fiat Chrysler melorot 3% setelah mendapatkan rating "jual" oleh Goldman Sachs. Sebaliknya saham Ryanair melesat 2,6%, meski maskapai itu mengurangi prospek pertumbuhan penumpang tahun 2020.

  • FTSE 100 London melaju 0,60% (45,48 poin) ke posisi 7.577,20.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,35% (43,63 poin) menjadi 12.430,97.

  • CAC 40 Paris meningkat 0,65% (36,17 poin) ke level 5.614,38.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, ditopang rilis data kenaikan penjualan ritel AS periode Juni sebesar 0,4% , melebihi perkiraan kenaikan 0,1%, sehingga meredakan kekhawatiran tentang ekonomi AS. Data tersebut juga menurunkan ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed secara agresif pada rapat kebijakan akhir bulan ini. Chairman The Fed, Jerome Powell, mengulangi janji untuk mendukung ekspansi AS saat ini. Sementara Presiden The Fed Dallas, Robert Kaplan, dan Presiden The Fed Chicago, Charles Evans menilai bahwa pemangkasan suku bunga diperlukan untuk mendorong inflasi.

Dolar menguat terhadap euro karena data yang menunjukkan penurunan kepercayaan investor Jerman, karena konflik perdagangan AS-China dan ketegangan politik dengan Iran. Poundsterling merosot ke posisi terendah 6 bulan karena kekhawatiran meningkatnya Brexit tanpa kesepakatan. Indeks dolar, indikator kurs  greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,48% menjadi 97,395.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12110.000.00%7:27 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.24110.0004+0.03%7:27 PM
Yen (USD-JPY)108.240.000.00%7:27 PM
Yuan (USD-CNY)6.8763-0.0015-0.02%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,935.0015.50+0.11%4:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, 16/7/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, anjlok lebih dari 3% setelah Trump mengatakan telah membuat kemajuan dengan Iran, meredakan ketegangan di Timur Tengah. Minyak WTI sempat melesat ke posisi USD60,06 pada awal perdagangan. Menlu AS Mike Pompeo mengatakan, Iran menyatakan siap untuk bernegosiasi tentang program misilnya. Para pedagang mencermati data stok minyak AS yang akan dipublikasikan oleh American Petroleum Institute, Selasa malam, dan Departemen Energi, Rabu.

Ketidakpastian tentang prospek ekonomi China juga menekan harga lebih rendah setelah data yang dirilis Senin menunjukkan perlambatan pertumbuhan menjadi 6,2%, terlemah dalam 27 tahun. Selain itu, perusahaan-perusahaan minyak AS, mulai memulihkan sebagian dari hampir 74 persen produksi yang ditutup di anjungan di Teluk Meksiko karena Badai Barry.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD2,56 (-3,7%) menjadi USD63,86 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD2,46 (-4,2%) menjadi USD57,09 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, tertekan oleh kenaikan tajam indeks dolar AS. Rilis data penjualan ritel AS yang lebih baik dari perkiraan menurunkan ekspektasi pemotongan suku bunga secara agresif oleh Federal Reserve. Departemen Perdagangan AS mengatakan penjualan ritel naik 0,4%pada bulan lalu karena rumah tangga meningkatkan pembelian kendaraan bermotor dan berbagai barang lainnya. Semenara itu harga palladium anjlok 3,3% menjadi USD1.516,43 per ounce, perak melonjak 1,5% menjadi USD15,62 per ounce, dan platinum naik 0,2% USD840,98 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,45% menjadi USD1.407,38 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,33% menjadi USD1.408,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author