Bursa Pagi: Asia Bergerak Mixed, IHSG Konsolidasi Berisiko Koreksi

Bursa Pagi: Asia Bergerak Mixed, IHSG Konsolidasi Berisiko Koreksi

Posted by Written on 16 July 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (16/7), dibuka  mixed  berusaha melanjutkan pergerakan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang sedikit menguat jelang rilis beberapa data ekonomi AS dan rilis Beige Book.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka mendatar di sekitar level 6.655. Investor menunggu rilis risalah rapat Reserve Bank of Australia. Indeks menguat tipis 0,03% di posisi 6.654,80 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 0,49% (-105,61 poin) ke level 21.580,29, setelah dibuka turun 0,23% mengakhiri libur panjang akhir pekan, Topix melemah 0,14%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,48% dan berbalik turun 0,11% menjadi 2.080,19.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka sedikit melemah 0,01% (-1,66 poin) di posisi 28.553,22 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat tipis 0,01% di level 2.942,52.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham globa yang cenderung menguat dan bervariasi di bursa regional, setelah berhasil mengabaikan ancaman penurunan di bursa Asia pada sesi perdagangan kemarin. IHSGditutup melaju 0,7% ke level 6.418, investor asing membukukan pembelian bersih Rp583,67 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan melanjutkan tren kenaikan, berkonsolidasi untuk bertahan di atas level psikologis 6.400 untuk menuju 6.500, dibayangi risiko koreksi. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, harapan investor akan terjadinya pemangkasan suku bunga acuan seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi China pada kuartal II/2019, diprediksi akan menjadi sentimen positif.

Sementara itu menguatnya nilai tukar rupiah serta mulai dirilisnya laporan keuangan emiten di 2Q2019 juga diprediksi akan menambah katalis positif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 6.380 dan  resistance di level 6.460.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ADHI (Buy, Support: Rp1.605, Resist: Rp1.690), TLKM (Buy, Support: Rp4.230, Resist: Rp4.320), 

    BBTN (Buy, Support: Rp2.450, Resist: Rp2.490), JSMR (Buy, Support: Rp5.700, Resist : Rp5.950).

  • ETF: XISC (Buy, Support: Rp792, Resist: Rp824), XDIF (Buy, Support: Rp513, Resist: Rp524), 

    XPLC (Buy, Support: Rp525, Resist: Rp536).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan sedikit menguat, dengan memperbaiki rekor penutupan baru dan juga mencatatkan level intraday tertinggi pada awal sesi. Kenaikan indeks tertahan karena investor berhati-hati memasuki musim laporan keuangan perusahaan yang diprediksi suram.Menurut data FactSet, analis memperkirakan pendapatan S&P 500 turun 3% pada kuartal kedua. Citigroup memulai musim laporan pendapatan kuartal kedua dengan melampaui ekspektasi analis, namun ditutup melemah kurang dari 0,1%.

Reuters  melaporkan, Minggu, bahwa AS dapat menyetujui lisensi bagi perusahaan untuk memulai kembali penjualan baru ke Huawei dalam waktu dua pekan. NAmun  The Wall Street Journal  memberitakan Huawei merencanakan PHK besar-besaran di AS. Saham Symantec rontok lebih dari 10% setelah   CNBC   melaporkan penghentian negosiasi kesepakatan dengan Broadcom.

  • Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,,1% (27,13 poin) menjadi 27.359,16.

  • S&P 500 sedikit menguat 0,02% (0,53 poin) di posisi 3.014,30.

  • Nasdaq Composite bertambah 0,17% (14,04 poin) di level 8.258,19.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,91% menjadi USD26,54.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup di teritori positif, mengakhiri sesi yang berombak di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi China karena perang dagang dengan AS. Indeks STOXX 600 naik 0,23% menjadi 387,75, dipimpin kenaikan harga saham sektor otomotif sebesar 0,84%. Saham telekomunikasi turun 0,7%. Hasil survei global menunjukkan, prospek bisnis Italia meningkat lebih tajam dalam empat bulan hingga Juni, memberi harapan bagi ekonomi negara yang sedang kesulitan itu.

Ekonomi China tumbuh 6,2% pada kuartal kedua, laju paling lambat dalam 27 tahun. Namun demikian pertumbuhan produk domestik bruto, data produksi industri, penjualan ritel, dan investasi  fixed-asset  masih seusai bahkan melebihi ekspektasi. Memanaskan ketegangan perdagangan AS-China, Kementerian Luar Negeri China mengancam pelarangan perusahaan AS yang terlibat dalam penjualan senjata ke Taiwan untuk berbisnis di China.

  • FTSE 100 London naik 0,34% (25,75 poin menjadi 7.531,72

  • DAX 30 Frankfurt melaju 0,52% (64,02 poin) ke level 12.387,34.

  • CAC 40 Paris bertambah 0,10% di posisi 5.578,21.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, dalam sesi perdagangan yang tipis. Penguatan dolar dibatasi oleh ekspektasi Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada rapat kebijakan pekan depan. Investor menunggu rilis data penjualan ritel dan produksi industri AS yang akan diumumkan hari ini, dan rilis Beige Book The Fed, Rabu besok.

Bank Sentral Eropa juga akan menggelar rapat pekan depan yang diperkirakan akan memperkuat ekspektasi  dovish . Investor lebih  bearish  terhadap euro, karena imbal hasil US Treasury tampaknya tetap di antara yang tertinggi di antara negara maju meski ada penurunan suku bunga The Fed. Indeks dolar AS, ukuran kurs  greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,13% menjadi 96,933.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12620.0004+0.04%7:26 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.25190.0003+0.02%7:27 PM
Yen (USD-JPY)107.88-0.03-0.03%7:26 PM
Yuan (USD-CNY)6.8778-0.0030-0.04%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,919.50-88.00-0.63%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 15/7/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak melemah, merosot sekitar 1%, di tengah perkiraan bahwa dampak badai tropis terhadap produksi dan pengilangan Pantai Teluk AS hanya berjangka pendek. Satu kilang Gulf Coast AS memulai kembali produksi setelah ditutup akibat ancaman Badai Tropis Barry, sementara kilang lain di jalur badai terus beroperasi. Perusahaan energi memangkas produksi minyak mentah di Teluk Meksiko AS sebesar 73 persen, atau 1,4 juta barel per hari.

Rilis data ekonomi China juga meredupkan prospek permintaan minyak mentah. Data China menunjukkan  output  industri dan data ritel mengalahkan ekspektasi, tetapi angka keseluruhan menunjukkan pertumbuhan ekonomi triwulanan paling lambat di negara itu. Pertumbuhan ekonomi hanya 6,2%, terendah dalam 27 tahun.

Produksi minyak China naik ke rekor 13,07 juta barel per hari pada Juni, melonjak 7,7% dari tahun sebelumnya. Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan siap untuk mengadakan pembicaraan dengan AS, jika Washington mencabut sanksi dan kembali pada kesepakatan nuklir 2015.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 24 sen menjadi USD66,48 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, turun 63 sen (-1,1%) menjadi USD59,58 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, investor merespon positif rilis data ekonomi yang optimistis dari China meski pertumbuhan PDB kuartal kedua melambat. Namun apresiasi dolar menahan laju harga emas. Investor menunggu rilis data penjualan ritel dan produksi industri AS, dan rilis "Beige Book" The Fed sebagai petunjuk kesehatan ekonomi AS yang akan mempengaruhi kebijakan suku bunga The Fed.

Analis menilai, prospek emas tetap positif didukung ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan global. Harga logam mulai lain juga menguat; harga palladium melonjak 1% menjadi USD1.560,93 per ounce, perak naik 0,3% menjadi USD15,26, dan platinum melompat 1,9% menjadi USD843,29.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,26% menjadi USD1.411,80 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,1% menjadi USD1.413,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author