Bursa Pagi: Asia Dibuka Turun, Koreksi Lanjutan Kikis Sentimen Positif IHSG

Bursa Pagi: Asia Dibuka Turun, Koreksi Lanjutan Kikis Sentimen Positif IHSG

Posted by Written on 15 July 2019


Ipotnews - Mengawali pekan ketiga bulan ini, Senin (15/7), bursa saham Asia dibuka melemah, gagal melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham Wall Street yang mencatatkan rekor tertinggi baru. 

Investor menunggu rilis data ekonomi beberapa negara, antara lain data PDB China, neraca perdagangan Indonesia, dan indikator inflasi India.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan tajam indeks ASX 200, Australia sebesar 0,66%, diwarnai penurunan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut merosot 0,73% (-48,60 poin) ke level 6.647,90 pada pukul 8:00 WIB.

Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan bergerak turun 0,23% (-4,80 poin) menjadi 2.081,86, setelah dibuka melorot 0,3%, di tengah kejatuhan harga saham Samsung Electronics sebesar 1%. Bursa saham Jepang hari ini libur.

Melanjutkan tren penurunan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka merosot 0,59% (-168,26 poin) ke level 18.303,36 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,31% ke posisi 2.921,55.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks acuan di bursa saham Asia, setelah gagal keluar dari tekanan jual pada sesi perdagangaan akir pekan lalu dan ditutup melorot 0,68% ke level 6.373. Investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp355,17 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan kenaikan, didukung rilis neraca perdagangan yang diprediksi positif dan  capital inflow.  Pasar akan merespon positif pertemuan Presiden terpilih Joko Widodo dan pesaingnya di pilpres Prabowo Subianto, akhir pekan lalu. Namun beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi lanjutan, terkonsolidasi ke area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, ekspektasi investor akan terjadinya pemangkasan suku bunga acuan pada bulan Juli oleh The Fed diprediksi masih akan memberikan sentimen positif. Sementara itu pertemuan antara Jokowi dan Prabowo, serta menguatnya nilai tukar rupiah, dan sebagian besar harga komoditas juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif di pasar.

Investor akan mencermati data neraca dagang pada bulan Juni yang menurut konsensus akan membukukan defisit sebesar USD1,38 milyar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 6.330 dan  resistance  di level 6.410.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BBNI (Buy on Weakness, Support: Rp9.100, Resist: Rp9.300), PTPP (Buy, Support: Rp2.130, Resist: Rp2.200), UNVR (Buy on Weakness, Support: Rp44.500, Resist: Rp45.100), SMGR (Buy on Weakness, Support: Rp12,250, Resist : Rp12.500)

  • ETF: XPLQ ( SELL , Support: Rp536, Resist: Rp544), XBLQ ( SELL , Support: Rp502, Resist: Rp512), 

    XIIT ( SELL , Support: Rp575, Resist: Rp586).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup dengan mencatatkan rekor tertinggi tiga indeks utama, seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed pada akhir Juli nanti. Para investor juga menunggu dimulainya periode rilis kinerja laba emiten pada pekan ini, termasuk rilis kinerja Citigroup, JP Morgan, dan Goldman Sachs. Menurut FactSheet, para analis memperkirakan, laba emiten S&P 500 akan turun 2% di periode kuartal kedua.

Indeks S&P 500 dan Dow Jones untuk pertama kalinya menembus level psikologis 3000 dan 27.000. Secara mingguan S&P 500 naik 0,8%, Dow Jones melonjak 1,5%, dan Nasdaq melaju 1% persen. Saham Ford Motor Co meningkat 0,65% setelah Volkswagen AG menyatakan akan bekerja sama untuk mengembangkan mobil listrik. Johnson and Johnson rontok 4,1% karena penyelidikan dugaan informasi bohong mengenai risiko potensi kanker pada bubuk bedaknya. Indeks sektor kesehatan terseret turun 1,2%.

  • Dow Jones Industrial Average melaju 0,90% (243,95poin) ke level 27.332,03.

  • S&P 500 naik 0,45% (13,86 poin) menjadi 3.013,77.

  • Nasdaq Composite meningkat 0,59% ke posisi 8.244,14.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,04% menjadi USD26,30.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu ditutup cenderung stagnan, gagal mengambil manfaat dari sentimen positif sikap akomodatif The Fed pada pekan ini. Indeks STOXX 600 sedikit menguat 0,04% di posisi 386,85, dipimpin kenaikan harga saham sektor kimia. Saham EMC-Chemie melonjak 5% karena kinerja yang baik pada semester pertama tahun ini. Para investor bersiap menyambut rilis laba pada pekan depan. Laba emiten di bursa Eropa diperkirakan tumbuh 0,8%, namun jauh dari perkiraan pertumbuhan sebelumnya, sebesar 1,8%. Eurostat menyebutkan produksi industrial zona euro naik 0,9% pada Mei lalu, melebihi ekspektasi kenaikan 0,2%.

Saham sekttor farmasi rontok 1,3% terpukul oleh pembatalan rencana diskon biaya kesehatan pemerintah AS sehingga meningkatkan kemungkinan campur tangan parlemen merespon tingginya harga obat. Harga saham SSMI , perusahaan farmasi Swiss, melorot 1%, sedangkanRoche Holdings, Novartis, Novo Nordisk anjlok lebih dari 2%. Harga saham otomotif bangkit dari pelemahan walaupun saham Daimler turun karena kemungkinan kerugian di kuartal kedua.

  • FTSE 100 London, melemah 0,05% (-3,85 poin) di level 7.505,97.

  • DAX 30 Frankfurt, turun tipis 0,07% (8,80 poin) di posisi 12.323,32.

  • CAC 40 Paris naik 0,38% (20,91 poin) menjadi 5.572,86.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York mengakhiri pekan lalu dengan mencatatkan penurunan ketiga berturut-turut. Rilis data inflasi di AS yang lebih kuat dari perkiraan, tidak mampu menggoyang keyakinan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan ini. Data inflasi inti AS periode Juni (tidak termasuk pangan dan bbm) naik 0,3%, tertinggi sejak Januari 2018.

Pelemahan dolar AS membangkitan lagi praktik  carry trade , mata uang berbunga rendah seperti Franc Swiss dan euro ke mata uang berbunga lebih tinggi, seperti dolar Australia dan mata uang  emerging market   Asia.

Penguatan euro tertahan setelah anggota Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB), Ignazio Visco mengatakan ECB membutuhkan kebijakan ekspansi lanjutan jika ekonomi Uni Eropa tidak beranjak naik. Indeks dolar AS turun 0,25% ke posisi 96,81,di jalur koreksi terburuk dalam 3 pekan terakhir.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.12700.0016+0.14%
Poundsterling (GBP-USD)1.25720.0051+0.41%
Yen (USD-JPY)107.91-0.59-0.54%
Yuan (USD-CNY)6.88080.0106+0.15%
Rupiah (USD-IDR)14,007.50-59.50-0.42%

Sumber : Bloomberg.com, 12/7/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup menguat signifikan dibanding akhir pekan sebelumnya. Pemangkasaan produksi minyak di Teluk Mexico lebih dari 1 juta barel per hari atau 53 persen dari total produksi regional akibat gangguan badai tropis Barry menjadi pendorong harga minyak. Secara migguan harga minyak WTI naik 5% dan Brent naik4 %.

Namun kekhawatiran akan surplus minyak global dalam beberapa bulan ke depan membatasi kenaikan harga. SBadan Energi Internasional (IEA) memperkirakan produksi minyak AS akan naik melampaui penurunan permintaan global, serta memicu persediaan global dalam 9 bulan ke depan. Baker Hughes menyebutkan, operasi rig pengeboran minyak AS turun menjadi 784, terendah sejak Februari 2018.

  • Harga minyak WTI hanya naik 1 sen menjadi USD 60,21 per barel.

  • Harga Minyak mentah berjangka Brent naik 25 sen menjadi USD 66,77 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi mengakhiri pekan lalu dengan mencatatkan kenaikan, investor mengabaikan kekhawatiran terhadap rilis data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan dan dapat mempengaruhi keputusan the Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter secara agresif. Laju inflasi di tingkat konsumen AS periode Juni (tidak termasuk pangan dan bbm) naik 0,3%, tertinggi sejak Januari 2018.

  • Harga emas pasar spot, naik 0,9% menjadi USD 1.415,53 per ounces.

  • Harga emas berjangka naik 0,4% menjadi USD 1.412 per ounces.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author