Bursa Pagi: Global-Regional Cenderung Menguat, IHSG Bullish Menuju Jenuh Beli

Bursa Pagi: Global-Regional Cenderung Menguat, IHSG Bullish Menuju Jenuh Beli

Posted by Written on 10 July 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (10/7), dibuka  mixed  cenderung menguat, melanjutkan pergerakan indeks saham acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, menjelang pidato Chairman Federal Reserve AS, Jerome Powell, dan rilis risalah rapat kebijakan The Fed bulan lalu. Investor menunggu petunjuk arah pergerakan suku bunga The Fed, dan rilis data inflasi China pagi ini.

Mengawali perdagangan saham hari ini, bursa saham Australia dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 sebesar 0,56%, dengan sebagian besar sektor bertengger di zona hijau. Indeks berlanjut melaju 0,64% (42,90 poin) ke level 6.708,60 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak menguat tipis 0,01% (1,52 poin) menjadi 21,566,67, setelah dibuka melemah 0,17%, dan Topix anjlok 0,55%, diwarnai lonjakan harga minyak mentah dunia lebih dari 1% pada pembukaan pasar Asia. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melonjak 0,59%, ditopang lompatan harga saham SK Hynix lebih dari 3%, dan berlanjut naik 0,68% ke posisi 2.065,92.

Melanjutkan tren kenaikan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka meningkat 0,46% (128,81 poin) ke level 28.245,09 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,24% menjadi 2.935,19.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini kembali dihadapkan pada pergerakan indeks global dan regional yang bervariasi, setelah berhasil mengakhiri tekanan pelemahan selama empat sesi berturut-turut pada sesi perdagangan kemarin. IHSG ditutup melaju 0,58% ke level 6.388, investor asing membukukan pembelian bersih Rp847,25 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang untuk melanjutkan tren  bullish  ditopang oleh kembalinya  capital inflow.  Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi  bullish continuation  menuju area jenuh beli, cenderung tertahan.

Tim Riset Indi Premier berpendapat, optimisme investor akan adanya kemajuan dalam negosiasi dagang antara AS dan China setelah Menteri Perdagangan Amerika Robert Lightizer bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu melemahnya nilai tukar rupiah serta sebagian besar harga komoditas diprediksi akan menjadi katalis negatif bagi indeks. IHSG diprediksiakan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 6.345 dan  resistance  di level 6.425.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain;

  • Saham: BBNI (Buy, Support: Rp8.950, Resist: Rp9.350), JSMR (Buy, Support: Rp5.525, Resist: Rp5.850), 

    INCO (Buy, Support: Rp2.930, Resist: Rp3.010), KLBF (Buy, Support: Rp1.435, Resist : Rp1.465).

  • ETF: XISI (Buy, Support: Rp367, Resist: Rp378), XIIF (Buy, Support: Rp715, Resist: Rp722), 

    XBNI(Buy, Support: Rp1.135, Resist: Rp1.156).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir variatif, indeks Dow Jones kembali melanjutkan pelemahan, menjelang kesaksian Chairman Federal Reserve, Jerome Powell, di hadapan Kongres AS, Rabu ini. Investor akan mencari petunjuk apakah The Fed bakal menurunkan suku bunga akhir bulan iniatau menilai ekonomi cukup kuat untuk mempertahankan kebijakan moneter saat ini. Para  trader  memperhitungkan probabilitas 100 persen untuk penurunan suku bunga The Fed pada pertemuan Juli.

Nasdaq Composite Index dan S&P 500 menguat, karena saham Facebook dan Amazon masing-masing naik lebih dari 1%. Saham Netflix naik 1% setelah mengatakan musim ketiga "Stranger Things" mencatat rekor penonton. PepsiCo turun lebih dari 1% meski melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,1% (-22,65 poin) menjadi 26.783,49.

  • Nasdaq Composite melaju 0,54% (43,35 poin) ke level 8.141,73.

  • S&P 500 naik 0,12% (3,68 poin) di posisi 2.979,63.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,65% menjadi USD26,18.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melemah karena peringatan perlambatan di sektor otomotif dari raksasa bahan kimia Jerman, BASF. Indeks STOXX 600 melorot 0,51% menjadi 387,92, dipimpin kejatuhan harga saham sektor pertambangan dasar lebih dari 2%. Indeks juga tertekan oleh penurunan saham otomotif hampir 1,6%, serta sektor bahan kimia yang turun lebih dari 1%. British Retail Consortium menyebutkan pertumbuhan penjualan rata-rata melemah menjadi 0,6 persen dalam 12 bulan, kenaikan paling lambat sejak 1995.

BASF memperingatkan kemungkinan penurunan laba kuartal kedua tahun ini di bawah perkiraan, dan juga memperkirakan perlambatan di sektor otomotif. Saham BASF anjlok lebih dari 3%. Sektor perbankan Eropa merosot 0,75%, terpengaruh berita PHK 18.000 pekerja Deutsche Bank dalam program restrukturisasi senilai 7,4 miliar euro. Saham Deutsche Bank terperosok 4%. Danske Bank memangkas prediksi pendapatan 2019 untuk kedua kalinya, harga sahamnya melorot 2,5%.

  • FTSE 100 London menyusut 0,17% (-12,80 poin) di posisi 7.536,47.

  • DAX 30 Frankfurt anjlok 085% (-106,96 poin) ke level 12.436,55.

  • CAC 40 Paris turun 0,31% (-17,09 poin) menjadi 5.572,10.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, naik ke level tertinggi tiga pekan. Para  trader menunggu  petunjuk dalam pidato Chairman The Fed di hadapan Kongres dan rilis risalah dari pertemuan kebijakan terakhir bank sentral tentang kemungkinan penurunan suku bunga. Di tengah desakan Presiden AS Donald Trump, The Fed kemungkinan akan mengalah dan menurunkan suku bunga karena pertumbuhan upah yang moderat dan inflasi domestik yang melambat.

Data Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka AS menunjukkan, menjelang laporan pekerjaan, Jumat, spekulan menurunkan taruhan  bullish  terhadap dolar ke level terendah sejak Juli 2018. Poundsterling turun ke level terendah 6 bulan, USD1,2439, karena kekhawatiran seputar Brexit dan meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga Bank of England. Indeks dolar AS, ukuran kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju naik 0,11% menjadi 97,489 setelah menyentuh 97,588, level tertinggi sejak 19 Juni.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1207-0.0001-0.01%7:41 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2462-0.0003-0.02%7:41 PM
Yen (USD-JPY)108.880.03+0.03%7:40 PM
Yuan (USD-CNY)6.88800.0061+0.09%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,130.0022.50+0.16%4:56 AM

Sumber : Bloomberg.com, 9/7/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, karena ketegangan di Timur Tengah dan pengurangan pasokan OPEC . Namun kenaikannya dibatasi oleh sengketa perdagangan AS-China, yang membebani ekonomi global dan permintaan minyak dunia. Minyak Brent melonjak hampir 20% pada tahun ini, didukung oleh pakta OPEC + dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, terutama meningkatnya ririsko geopolitik Iran. Dua konsumen minyak terbesar dunia, AS dan China akan memulai kembali perundingan perdagangan pekan ini.

Dalam proyeksi bulanannya, Badan Informasi Energi (EIA) AS memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia 2019 sebesar 150.000 barel per hari menjadi 1,07 juta bph. Ini adalah bulan keenam berturut-turut EIA merevisi perkiraan permintaan untuk 2019.Namun, EIA menaikkan prospek untuk produksi minyak mentah AS, menembus level tertinggi sepanjang masa 12,36 juta barel per hari pada 2019, dibandingkan proyeksi bulan lalu 12,32 juta barel per hari.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 5 sen menjadi USD57,71 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 16 sen menjadi USD64,27 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga ditutup menguat, setelah jatuh ke level terendah satu pekan di awal sesi. Investor menggunakan penurunan harga untuk membeli emas. Kenaikan harga emas didukung oleh ketegangan Timur Tengah, perang dagang China-AS dan pembelian oleh bank sentral, namun dibatasi oleh penguatan indeks dolar AS. Pasar menunggu kesaksian dua hari Chairman Federal Reserve, Jerome Powell, tentang kebijakan moneter di hadapan Kongres AS.

Cadangan emas China, konsumen terbesar dunia, melonjak menjadi USD87,27 miliar dari USD79,83 miliar pada akhir Mei. Didukung ketegangan Timur Tengah, perang dagang China-AS dan pembelian oleh bank sentral. 

Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, turun 0,15 persen menjadi 795,80 ton pada sesi Senin. Di antara logam mulia lainnya, perak naik 0,5% menjadi USD15,10 per ounce, palladium anjlok 1% menjadi USD1.545,75, dan platinum melemah 0,3% menjadi USD811,25.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi USD1.397,30 per ounce.

  • Harga emas berjangka AS ditutup di posisi USD1.400,05 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author