Bursa Pagi: Global-Regional Beda Arah, IHSG Berpeluang Berbalik Menguat

Bursa Pagi: Global-Regional Beda Arah, IHSG Berpeluang Berbalik Menguat

Posted by Written on 09 July 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (9/7) dibuka menguat, melawan tren penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang tertekan oleh pelemahan ekspektasi kenaikan agresif suku bunga The Fed. Investor menunggu pidato Chairman Federal Reserve, Jerome Powell di depan Kongres AS mulai Rabu besok. Pasar juga mencermati perselisihan Jepang-Korea Selatan yang mengancam perdagangan kedua negara.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX200, Australia dibuka cenderung mendatar di kisaran level 6.672, di tengah pergerakan turun harga minyak di pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut melemah 0,05% (-3,20 poin) ke posisi 6.669,00 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,56% (120,28 poin) ke level 21.654,63, setelah dibuka melaju 0,55%. Kenaikan indeks diwarnai penurunan tajam harga saham pemasok Apple; TDK dan Nidec sebesar 0,71, serta Alps Alpine sebesar 1,34%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,47%, dan berlanjut bertambah 0,36% menjadi 2.071,63.

Namun indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,11% (-31,96 poin) menjadi 28.299,73 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga turun 0,15% ke posisi 2.928,82.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren bergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang berbeda arah, setelah terbenam di zona merah sepanjang sesi perdagangan kemarin. IHSG ditutup turun 0,34% ke level 6.351, investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp213,6 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini, berpeluang melanjutkan pola  uptrend  ditopang oleh sentimen rilis hasil Survei Penjualan Eceran Mei 2019 Bank Indonesia yang diproyeksikan positif. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi penguatan, bergerak  bearish  keluar dari area jenuh beli.

Tim Riset IndoPremier berpendapat, antisipasi investor terhadap pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell terkait peluang penurunan suku bunga acuan Rabu pekan ini, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu melemahnya nilai tukar rupiah serta beberapa harga komoditas CPO dan emas juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis negatif untuk indeks. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 6.320 dan resistance  di level 6.380.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ANTM (Buy, Support: Rp805, Resist: Rp845), ASII (Buy, Support: Rp7.200, Resist: Rp7.400), 

    WIKA (Buy, Support: Rp2.300, Resist: Rp2.440), PWON (Buy, Support: Rp730, Resist : Rp750).

  • ETF: XISC ( SELL , Support: Rp780, Resist: Rp789), XIPI ( SELL , Support: Rp176, Resist: Rp178), 

    XPFT ( SELL , Support: Rp553, Resist: Rp559).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street tadi malam berakhir turun, untuk sesi kedua berturut-turut, investor menilai kembali prospek suku bunga yang lebih rendah menjelang kesaksian Jerome Powell di hadapan Kongres, Rabu. Pasar telah memperhitungkan probabilitas 100 persen penurunan suku bunga The Fed pada Juli, namun, ekspektasi untuk pemangkasan yang lebih agresif dilemahkan oleh rilis data ketenagakerjaan yang solid. Wall Street juga terbebani kejatuhan saham Apple lebih dari 2%. Analis mengatakan Apple akan "menghadapi kemunduran mendasar selama enam hingga 12 bulan ke depan" karena penjualan iPhone yang mengecewakan dan pertumbuhan produk lainnya melambat.

Analis juga mengkhawatirkan sektor teknologi, mengingat valuasi yang begitu tinggi dan gambaran pendapatan yang memburuk. Saham NetApp dan Juniper Networks merosot lebih dari 3%. Applied Materials dan Lam Research turun lebih dari 1%. Boeing merosot 1,3% setelah maskapai Arab Saudi, flyadeal, menarik pesanan untuk pesawat Boeing 737 MAX. Saham Deutsche Bank anjlok 6,1% setelah mengumumkan akan memangkas 18.000 tenaga kerja

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,40% (-115,98 poin) menjadi 26.806,14.

  • S&P 500 merosot 0,48% (-14,46 poin) ke posisi 2.975,95.

  • Nasdaq Composite anjlok 0,78% (-63,41 poin) ke level 8.098,38.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,42% menjadi USD26,01.

Bursa saham utama Eropa tadi malam tadi malam berakhir di wilayah negatif, terpengaruh data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari prediksi Wall Street mengurangi ekspektasi untuk penurunan suku bunga Federal Reserve. Indeks STOXX 600 turun tipis 0,05% menjadi 389,90, dipimpin penurunan harga saham sektor perbankan sebesar 1%, setelah Deutsche Bank mengumumkan akan menarik divisi  trading  dan ekuitas global, mengurangi investasi perbankan dan memangkas ribuan tenaga kerja. Saham Deutsche Bank rontok 5%. Sementara itu, saham Enagas Spanyol juga terperosok 5% karena analis menurunkan target harga sahamnya.

  • FTSE 100 London melemah 0,05% (-3,87 poin) di posisi 7.549,27.

  • DAX 30 Frankfurt turun 0,20% (-25,02 poin) menjadi 12.543,51.

  • CAC 40 Paris berkurang 0,08% (-4,53 poin) di level 5.589,19.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New Yorkpagi tadi ditutup menguat, mendekati level tertinggi tiga pekan, setelah pasar mengurangi ekspektasi penurunan tajam suku bunga Federal Reserve akhir bulan ini. Para  trader menunggu  kesaksian dua hari Jerome Powell, di hadapan Kongres, mulai Rabu besok. Peningkatan lapangan kerja yang solid memangkas ekspektasi penurunan suku bunga 50 basis poin pada pertemuan kebijakan 30-31 Juli The Fed, meski kenaikan upah relatif moderat dan data lain menunjukkan ekonomi AS kehilangan tenaga sehingga mendorong pemotongan suku bunga seperempat poin.

Euro berada di bawah tekanan dari penguatan dolar AS dan pelemahan di sektor industri Jerman, sedangkan kejatuhan pound didorong data ekonomi domestik yang buruk dan meningkatnya ekspektasi Bank of England akan memangkas suku bunga pada 2020. dolar AS dibeli 108,72 yen, lebih tinggi dari 108,57 yen pada sesi sebelumnya. Lira Turki rontok setelah Presiden Tayyip Erdogan memberhentikan Gubernur Bank Sentral, menimbulkan ketidakjelasan tentang independensi bank tersebut. Indeks dolar, yang mengukur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju, naik 0,10% menjadi 97,384.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12150.0001+0.01%7:19 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.25160.00010.01%7:20 PM
Yen (USD-JPY)108.770.05+0.05%7:19 PM
Rupiah (USD-IDR)14,107.5025.00+0.18%4:55 AM

Sumber : Bloomberg.com, 8/7/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak relatif stabil. Ketegangan atas program nuklir Iran membayangi kekhawatiran tentang apakah perlambatan pertumbuhan ekonomi global akan menekan permintaan minyak. Iran mengancam akan memulai kembali program pengayaan uranium menjadi 20% yang mengancam perjanjian nuklir 2015 yang ditinggalkan Washington tahun lalu.

Harga minyak tetap di bawah tekanan kekhawatiran permintaan karena perang dagang AS-China yang mengurangi prospek pertumbuhan ekonomi global. Pesanan mesin inti Jepang turun untuk pertama kalinya dalam 4 bulan pada periode Mei, penurunan bulanan terbesar dalam 8 bulan. Goldman Sachs mengatakan pertumbuhan produksi  shale-oil  AS kemungkinan akan melampaui permintaan global setidaknya sampai 2020 meski OPEC telah menyepakati pembatasan  output.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 12 sen menjadi USD64,11 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, naik 15 sen menjadi USD57,66 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga melemah. Rilis data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan, Jumat, mengurangi kemungkinan penurunan tajam suku bunga pada pertemuan The Fed akhir Juli nanti, dan melambungkan dolar ke level tertinggi tiga pekan. Namun, bank sentral masih diperkirakan akan memangkas suku bunga seperempat poin. Investor menunggu kesaksian semi-tahunan Chairman The Fed di hadapan Kongres AS, Rabu besok.

Bank sentral China meningkatkan cadangan emasnya selama tujuh bulan berturut-turut pada Juni. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, turun 0,18% menjadi 796,97 ton pada sesi Jumat, dari 798,44 ton pada Rabu. Di antara logam mulia lainnya, harga perak naik 0,4% menjadi USD15,03 per ounce, palladium turun 0,4% menjadi USD1.560, dan platinum melonjak 1,6% menjadi USD817.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi USD1.396,56 per ounce.

  • Harga emas berjangka berakhir di posisi USD1.400 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author