Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, Dukung IHSG Keluar dari Tekanan Jual

Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, Dukung IHSG Keluar dari Tekanan Jual

Posted by Written on 04 July 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, (Kamis, 4/7) dibuka cenderung menguat, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks saham acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, merespon rilis sejumlah data ekonomi AS dan  cuitan  Presiden AS Donald Trump yang mendukung penurunan suku bunga The Fed.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,39% diwarnai kenaikan harga sejumlah komoditas pertambangan. Indeks melaju 0,6)% (40,30 poin) ke level 6.725,80 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,31% (66,41 poin) menjadi 21.704,57, setelah dibuka melaju 0,52%, dan Topix melonjak 0,55% pada awal perdagangan. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka sedikit menguatdan berlanjut naik 0,33% ke posisi 2.102,95.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,13% (36,83 poin) menjadi 28.891,97 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik tipis 0,01% di posisi 3.015,80.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah dihantam aksi ambil untung pada sesi perdagangan kemarin. IHSG ditutup turun 0,30% ke level 6.362.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang berbaik arah menuju level 6.400, melanjutkan pola  uptrend  jangka panjang, seiring meredanya aksi jual. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan masih adanya potensi koreksi di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, ekspektasi investor akan adanya pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed pada akhir bulan Juli ini, setelah rilis data ekonomi Amerika yang mengecewakan, diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks. Sementara itu menguatnya nilai tukar rupiah serta naiknya mayoritas harga komoditas diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan  support  di level 6.330 dan  resistance  di level 6.390.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BMTR (Buy, Support: Rp388, Resist: Rp436), KIJA (Buy, Support: Rp310, Resist: Rp320), 

    CTRA (Buy, Support: Rp1.105, Resist: Rp1.155), BBRI (Buy, Support: Rp4.360, Resist : Rp4.440).

  • ETF: XMTS (Buy, Support: Rp536, Resist: Rp539), XPLQ (Buy, Support: Rp541, Resist: Rp544), 

    XBLQ (Buy, Support: Rp508, Resist: Rp511).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan mencatatkan rekor tertinggi  intraday  untuk indeks Dow Jones, didorong sektor real estat dan konsumen. Indeks S&P 500 ditutup hanya 0,1 persen di bawah level 3.000, didukung kenaikan di sektor teknologi sebesar 0,7%. Investor memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga di akhir bulan ini, setelah rilis data penggajian swasta periode Juni yang bertambah 102.000, di bawah perkiraan pertumbuhan 135.000.

Cuitan  Presiden AS Donald Trump yang menghendaki kebijakan moneter yang lebih longgar menambah ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. Dolar AS merosot setelah  tweet Trump. Saham Facebook, Amazon, Netflix dan Alphabet menguat pada sesi Rabu. Imbal hasil US Treasury 10-tahun jatuh ke level terendah sejak 2016 pada sesi Rabu, menyusut lebih jauh di bawah 2%. Bursa ditutup lebih cepat menyambut liburan Hari Kemerdekaan AS dan akan dibuka kembali Jumat.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,67% (179,32 poin) ke level 26.966.

  • Nasdaq Composite melaju 0,75% (61,14 poin) ke posisi 8.170,23.

  • S&P 500 meningkat 0,77% (22,81 poin) menjadi 2.995,82, menuju level rekor 3..000.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,08% menjadi USD26,13.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir di zona hijau, setelah para pertemuan maraton pemimpin Uni Eropa yang menyetujui calon pemimpin sejumlah lembaga penting untuk lima tahun ke depan. STOXX 600 menguat 0,85% menjadi 392,58, dipimpin kenaikan harga saham perjalanan dan wisata sebesar 2%. Para pemimpin Uni Eropa sepakat untuk mencalonkan Christine Lagarde sebagai pemimpin baru Bank Sentral Eropa. Imbal hasil obligasi zona euro melemah merespon berita tersebut. Harga saham defensif menguat karena investor berspekulasi bahwa pimpinan ECB yang akan datang adalah pendukung suku bunga yang rendah.

Saham Deutsche Bank melejit hampir 2,7%, setelah mengadakan pembicaraan dengan Citigroup, BNP Paribas dan lainnya tentang kemungkinan transfer bagian dari bisnis ekuitasnya. Saham Osram melambung 11,5%, di tengah spekulasi pengambilalihan. Rilis indeks PMI Inggris menunjukkan adanya kontraksi ekonomi untuk pertama kalinya sejak Juli 2016, dan penurunan  output  paling tajam kedua sejak puncak krisis keuangan global pada April 2009.

  • FTSE 100 London naik 0,66% (50,13 poin) menjadi 7.609,32.

  • DAX 30 Frankfurt meningkat 0,71% (89,52 poin) ke level 12.616,24.

  • CAC 40 Paris melaju 0,75% (41,99 poin) ke posisi 5.618,81.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup tergelincir ke level terendah satu pekan terhadap yen, terbebani penurunan imbal hasil US Treasury, dan memudarnya optimisme seputar kesepakatan perdagangan China-AS, serta kemungkinan perang tarif dengan Eropa. Volume perdagangan relatif ringan menjelang liburan Hari Kemerdekaan AS. Investor menunggu rilis data penggajian non-pertanian AS periode Juni, dengan memperkirakan tambahan pekerjaan baru sekitar 160.000. Sejumlah data ekonomi AS yang dirilis Rabu tidak mampu mengubah arah perdagangan dolar.

Rilis data penggajian sektor swasta dari ADP menunjukkan penambahan 102.000 pekerjaan pada Juni, jauh lebih tinggi 41.000 pekerjaan dari data revisi bulan sebelumnya, namun lebih rendah dari ekspektasi 140.000. Data klaim pengangguran mingguan AS turun melebihi estimasi menjadi 221.000, sementara defisit perdagangan AS periode Mei melebar menjadi USD55,5 miliar, melebihi data revisi April sebesar USD51,2 miliar. Indeks aktivitas sektor jasa AS periode Juni versi Institute for Supply Management, jatuh ke posisi 55,1 dari 56,9 pada bulan sebelumnya. Indeks dolar AS sedikit melemah dari posisi tertinggi dua pekan menjadi 96,765.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12880.0010+0.09%7:17 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.25810.0007+0.06%7:17 PM
Yen (USD-JPY)107.78-0.03-0.03%7:17 PM
Yuan (USD-CNY)6.88110.0095+0.14%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,120.00-19.00-0.13%4:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 3/7/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak naik, setelah turun tajam sehari sebelumnya. Pencatatan rekor baru indeks saham Wall Street, dan kenaikan jumlah perusahaan energi AS yang mengurangi operasi 5  rig-nya hingga  untuk pertama kali dalam tiga pekan terakhir menjadi 788  rig  membantu mendukung harga minyak. Harga bahan bakar bensin berjangka AS memimpin kenaikan, melesat sekitar 2,5% menjadi USD1.9167 per galon.

Namun penguatan harga minyak menyusut setelah data persediaan minyak mentah AS hanya menunjukkan penurunan 1,1 juta barel dalam sepekan terakhir, jauh lebih sedikit dari proyeksi penurunan 3 juta barel. Tanda-tanda perlambatan ekonomi global membuat investor khawatir akan memukul permintaan minyak. Barclays memperkirakan permintaan minyak akan tumbuh dengan laju terlambat sejak 2011. Morgan Stanley menurunkan perkiraan harga Brent untuk jangka panjang menjadi USD60 per barel dari USD65 per barel. Harga minyak mentah juga tertekan oleh tanda-tanda pemulihan ekspor minyak dari Venezuela pada Juni, dan pertumbuhan produksi minyak di Argentina selama periode Mei.

  • Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik USD1,42 (2,3%) menjadi USD63,82 per barel.

  • Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Agustus naik USD1,09 (1,9%) menjadi USD57,34 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi bergerak relatif stabil, setelah memangkas kenaikan sebelumnya. Reli ekuitas mengurangi daya tarik emas, sementara kekhawatiran pertumbuhan global dan prospek kebijakan moneter yang  dovish tetap  mendukung emas. Rilis sejumlah data ekonomi AS periode Juni memberikan lebih banyak bukti perlambatan ekonomi dan mendukung kebijakan pelonggaran The Fed. Namun analis mengatakan, penurunan imbal hasil Bund Jerman dan US Treasury ke rekor terendah, memberikan dorongan di pasar ekuitas dan menurunkan minat investor terhadap emas.

Imbal hasil surat utang di seluruh dunia cenderung tertekan setelah Gubernur Bank of England Mark Carney menyebutkan ketidakpastian Brexit dan konflik perdagangan menjadi pemicu spekulasi bank sentral akan menurunkan suku bunga. Kepemilikan SPDR Gold Trust meningkat lebih dari 5% dalam satu bulan terakhir. Harga perak sedikit melemah menjadi USD15,30 per ounce, platinum naik 1,3% menjadi USD838,50, dan palladium naik 0,8% menjadi USD1.570,27.

  • Harga emas di pasar spot stabil di posisi USD1.416,98 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik sekitar 1% menjadi USD1.420,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author