Bursa Sore: Langkah IHSG Terjegal, Aksi Jual Meningkat

Bursa Sore: Langkah IHSG Terjegal, Aksi Jual Meningkat

Posted by Written on 03 July 2019


Ipotnews - Laju Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terjegal pada perdagangan hari Rabu (3/7). Indeks turun -0,35 persen (-23 poin) ke level 6.362 setelah berada di zona merah di sepanjang sesi.

IHSG mengikuti jejak pelemahan yang terjadi di bursa regional. Hal ini terjadi seiring tensi konflik dagang baru setelah AS mengancam akan memberlakukan tarif tambahan terhadap barang asal Eropa. Aksi jual di pasar saham domestik kian deras di sesi sore.

Indeks LQ45 -0,29% ke 1.020. Indeks IDX30 -0,22% ke level 560. IDX80 -0,43% ke 144. Indeks JII -0,50% ke posisi 689. Indeks Kompas100 -0,35% ke 1.293. Indeks Sri Kehati -0,30 persen ke 406 dan Indeks SMInfra18 -0,77 persen ke level 347.

Saham-saham teraktif: MNCNHOMEBIPIHMSPJPFAMAMICPIN

Saham-saham top gainers LQ45: MNCNERAAHMSPCPINAKRAITMG

Saham-saham top losers LQ45: INTPBBRITLKMBBNIBRPTBSDEASII

Nilai transaksi mencapai Rp8,37 triliun. Volume trading sebanyak 190,08 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp506,46 triliun.

Nilai tukar rupiah berbalik menguat +0,14% di level Rp14.115 terhadap USD (04.00 pm).


Bursa Asia

Market Asia bergerak melemah pada perdagangan hari Rabu (3/7). Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk Jepang) merosot 0,3 persen.

Tekanan yang terjadi di bursa Asia seiring antusiasme awal atas jeda konflik dagang AS-China diambil alih oleh kekhawatiran baru atas ancaman AS untuk menerapkan tarif impor tambahan bagi produk impor asal Eropa.

Pada Sabtu pekan lalu, AS dan China sepakat memulai lagi negosiasi konflik dagang setelah Presiden AS Donald Trump menawarkan konsesi di antaranya tidak ada tarif impor baru dan pelonggaran larangan bagi Huawei. Hal tersebut untuk mengurangi tensi AS dengan China.

"Pelonggaran larangan terhadap Huawei bermitra dengan pebisnis dari AS merupakan kejutan. Tetapi masih ada pertanyaan seberapa efektf kesepakatan tersebut berjalan," kata Norihiro Fujito, Analis pada Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities seperti dikutip Reuters.

Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 bergerak dalam tekanan. Sementara Indeks Topix juga tertekan, turun sebesar 0,65 persen ke level 1.579.

Adapun Indeks Kospi di bursa Korsel tercatat melemah 1,23 persen di akhir sesi ke posisi 2.096. Sedangkan Indeks ASX 200 di bursa Australia mendaki ke zona hijau, naik 0,49 persen di posisi 6.685.
Market saham China bergerak melemah saat sesi berakhir. Indeks Shenzhen Composite drop 1,18 persen di level 1.600. Sedangkan Indeks Shenzhen Component turun 1,32 persen ke 9.419.
Adapun market saham Hong Kong terseret ke zona merah. Indeks Hang Seng tertekan pada finis perdagangan.
Survei menunjukkan sektor jasa periode Juni di China melemah. Pelemahan ini untuk keempat bulannya.
Di pasar finansial, Indeks dolar AS menguat ke level 96,819 dibandingkan level sesi kemarin pada posisi 96,6. Nilai tukar yen menguat ke posisi 107,64 terhadap USD dibanding posisi sesi sebelumnya di level 108,0. Dolar Australia menguat ke posisi $0,6989 dari posisi sesi kemarin di level $0,696.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,53% ke posisi 21.638.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,07% ke level 28.855.
Indeks Shanghai (China) -0,94% pada level 3.015.
Indeks Straits Times (Singapura) -0,12% ke level 3.366.

Bursa Eropa
Market saham Eropa menguat di menit-menit awal pada perdagangan hari Rabu (3/7) pagi waktu setempat. Para pemimpin negara-negara Eropa sepakat mencalonkan Christine Lagarde sebagai kandidat Presiden European Central Bank periode 5 tahun ke depan.
Indeks DAX (Jerman) +0,53% ke posisi 12.592.
Indeks FTSE (Inggris) +0,48% pada level 7.595.
Indeks CAC (Perancis) +0,45% di posisi 5.601.

Minyak
Harga minyak melaju positif pada perdagangan sesi sore, hari Rabu (3/7) di pasar komoditas Asia. Posisi harga berbalik menguat dengan dukungan sentimen komitmen OPEC yang akan meneruskan pemangkasan produksi walaupun perlambatan ekonomi global berpotensi menekan demand.
Minyak Brent naik 12 sen ke harga USD 62,52 per barel (06:13 GMT). Sedangkan minyak WTI menguat 16 sen ke harga USD 56,41 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author