Bursa Sore: IHSG Menguat di Perdagangan Perdana Semester Kedua

Bursa Sore: IHSG Menguat di Perdagangan Perdana Semester Kedua

Posted by Written on 01 July 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menguat di sepanjang sesi pada perdagangan hari Senin (1/7). Indeks finis naik +0,33 persen (+21 poin) ke level 6.379.

Laju IHSG ikut jejak rally market Asia. Pasar saham Asia ke zona hijau merespon positif kesepakatan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping menahan kebijakan tarif impor. Kesepakatan ini sebagai upaya memulai lagi proses negosiasi konflik dagang.

Indeks LQ45 +0,68% ke 1.020. Indeks IDX30 +0,67% ke level 560. IDX80 +0,88% ke 145. Indeks JII +1,07% ke posisi 689. Indeks Kompas100 +0,53% ke 1.295. Indeks Sri Kehati +0,69 persen ke 407 dan Indeks SMInfra18 +2,24 persen ke level 349.

Saham-saham teraktif: ERAAHOMESRILSMBRADROHMSPCPRI

Saham-saham top gainers LQ45: ERAAMEDCSMGRINDYADROMNCNELSA

Saham-saham top losers LQ45: BBCAGGRMAKRAICBPLPPFBMRICPIN

Nilai transaksi mencapai Rp8,46 triliun. Volume trading sebanyak 195,44 juta lot saham. Investor asing membukukan beli bersih Rp761,92 triliun.

Nilai tukar rupiah melaju +0,11% di level Rp14.110 terhadap USD (04.00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia rally di akhir perdagangan hari Senin (1/7). Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk Jepang) menguat 0,5 persen.

Pergerakan positif bursa Asia seiring kesepakatan Presiden AS Donald Trump dan mitranya, Presiden Xi Jinping sepakat menunda penerapan tambahan tarif impor dalam upaya memulai lagi negosiasi konflik dagang. Hal ini juga memicu para investor mengurangi spekulasi pelonggaran moneter secara agresif oleh bank sentral.

"Pertemuan Trump-Xi Jinping pada forum G20 tampaknya menjadi kemenangan bagi China dan positif bagi pasar saham dalam jangka pendek tetapi juga dalam kisaran yang diharapkan," ujar Richard Franulovich, Analis pada Westpac seperti dikutip Reuters.

Menurut dia ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed kemungkinan terlihat berkelanjutan untuk pertemuan pada 31 Juli daripada tahun depan. Pemangkasan 50 bps tampaknya tidak mungkin.

Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 sukses menanjak signifikan. Sementara Indeks Topix juga menguat sebesar 2,17 persen. Saham unggulan di bursa Tokyo, Fanuc menguat 3 persen.

Adapun Indeks Kospi di bursa Korsel tercatat turun tipis di akhir sesi seiring tekanan yang terjadi pada saham unggulan Samsung Electronics yang turun 0,85 persen. Sedangkan Indeks ASX 200 di bursa Australia mendaki ke zona hijau, naik 0,44 persen.
Market saham China bergerak meroket saat sesi perdagangan berakhir. Indeks Shenzhen Composite melaju 3,464 persen ke level 1.616,55. Sedangkan Indeks Shenzhen Component naik 3,84 persen pada level 9.530,46.
Di pasar finansial, Indeks dolar AS menguat ke level 96,572 dibandingkan level pekan kemarin pada posisi 96,0. Nilai tukar yen melemah signifikan ke posisi 108,45 terhadap USD dibanding posisi sesi pekan kemarin di level 107,0. Dolar Australia menguat ke posisi $0,6996 dari posisi sesi sebelumnya lalu di level $0,696.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) +2,13% ke posisi 21.729.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) libur
Indeks Shanghai (China) +2,22% pada level 3.044.
Indeks Straits Times (Singapura) +1,61% ke level 3.375.

Bursa Eropa
Pasar saham Eropa menghijau di menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (1/7) pagi waktu setempat. Penguatan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat menunda kebijakan tarif impor untuk memulai lagi negosiasi konflik dagang.
Indeks DAX (Jerman) +1,41% di level 12.573.
Indeks FTSE (Inggris) +0,83% pada posisi 7.487.
Indeks CAC (Perancis) +0,78% ke level 5.582.

Minyak
Harga minyak menanjak naik pada perdagangan sesi sore, hari Senin (1/7) di pasar komoditas Asia. OPEC dan sekutunya sepakat memangkas pasokan sampai setidaknya akhir tahun 2019. Hal ini terjadi dalam gelaran meeting di kota Wina pekan ini.
Minyak Brent naik 2,7 persen ke harga USD 66,46 per barel (06:39 GMT). Sedangkan minyak WTI menguat 2,7 persen ke harga USD 59,99 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author