Pangkas Beban Utang, SMCB Rencanakan Divestasi Aset

Pangkas Beban Utang, SMCB Rencanakan Divestasi Aset

Posted by Written on 28 June 2019


Menjaga neraca keuangan yang sehat dan memangkas beban utang, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) berencana akan melakukan divestasi pada aset-aset yang dimiliki perseroan.”Selain memperbaiki kinerja perseroan, penjualan aset menjadi salah satu opsi yang akan dilakukan perseroan,”kata Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Aulia Mulki Oemar di Jakarta.


Dirinya melihat fix aset yang dimiliki pada tahun ini cukup besar, seperti aset tanah nantinya akan coba divestasi untuk mengecilkan utang ke depan. Sementara Direktur Solusi Bangun Indonesia, Agung Wiharto menambahkan bahwa aset yang akan dijual tersebut merupakan aset-aset yang dinilai tidak produktif terhadap kinerja perseroan. Adapun, pada tahun ini perseroan akan melego aset berupa tanah yang berada di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. “Dari divestasi tersebut kami perkirakan akan mendapatkan kurang lebih Rp100 miliar,” jelasnya.

Tercatat hingga Mei 2019, perseroan memiliki utang senilai Rp9 triliun. Dimana utang tersebut merupakan peninggalan dari PT Holcim Indonesia Tbk sebelum diakuisisi oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Disebutkan, paling besar utangnya itu untuk pembangunan pabrik di Tuban dan di Lognga. Kemudian melihat industri properti yang lesu dan pasar semen yang kelebihan pasokan mendorong SMCB untuk mematok target bisnis tidak terlalu agresif.

Perseroan, kata Agung, hanya akan fokus menjaga pangsa pasar penjualan semen hingga akhir tahun stabil pada 15%. Menurutnya, target tersebut dinilai realistik karena pasar penjualan semen dalam negeri masih mengalami tekanan-tekanan yang disebabkan berbagai faktor. Kondisi tersebut terus berlanjut hingga periode kuartal II/2019 yang akan habis.

Selain itu, kondisi keuangan perseroan yang belum stabil, membuat perseroan tidak mematok target yang terlalu besar pada tahun ini. Adapun, hingga Mei 2019, emiten berkode saham SMCB tersebut menguasai 15,3% pangsa pasar semen dalam negeri.“Kami perkirakan pada semester II bisa tumbuh di atas 3% [industri] dan harapannya bisa tumbuh, paling tidak kami bisa menjaga market share kami seperti tahun lalu,” ujarnya.

Asal tahu saja, perseroan saat ini masih akan terus berbenah dalam menyehatkan keuangan perseroan dan memperbaiki laba. Meskipun kondisi pasar masih tertekan, perseroan terus menggenjot efisiensi di internal dengan memaksimalkan utilisasi dan supply chain yang dimiliki saat ini. Hingga Mei 2019, SMCB mencatatkan penurunan volume penjualan semen domestik sebesar 2,85% dari catatan tahun sebelumnya 4,04 juta ton menjadi 3,92 juta ton. Sementara itu, volume ekspor SMCB mengalami penurunan 27% dari 287.000 ton menjadi 208.000 ton.

SMCB selama ini selain menjual semen curah dan kantung, perseroan diketahui juga menyediakan solusi agregat dan beton inovatif mulai dari ready mix hingga mortar. Perseroan sendiri akan dikelola oleh PT Semen Indonesia Industri Bangunan ( SIIB ) sebagai bagian dari SMGR. Saat ini setidaknya SMCB memiliki sekitar 30 ready mix plant. Soal bisnis produk turunan semen, bagi SMCB rata-rata porsinya masih sekitar 30% dari bisnis perseroan sedangkan sebagian besarnya 70% dari semen curah dan kantung.


comments

logo-senokuncoro

Seno Kuncoro

author