FREN Konversi Obligasi ke Saham Seri C

FREN Konversi Obligasi ke Saham Seri C

Posted by Written on 28 June 2019


Emiten telekomunikasi PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) menyetujui enam poin penting dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan Kamis (27/6).

Pertama, RUPSLB menyetujui pemberian kewenangan dan kuasa kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk melaksanakan konversi Obligasi Wajib Konversi II Tahun 2014 (OWK 2014) menjadi saham baru seri C Perseroan. Hal itu sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Penerbitan Obligasi Wajib Konversi II Tahun 2014 Beserta Opsi Obligasi Wajib Konversi II PT Smartfren Telecom Tbk.

Kedua, menyetujui pemberian kewenangan dan kuasa kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk melaksanakan konversi Obligasi Wajib Konversi III tahun 2017 (OWK 2017) menjadi saham baru seri C Perseroan.

Ketiga, menyetujui perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan pelaksanaan agenda pertama dan kedua di atas. Keempat, memberikan kuasa dan wewenang kepada direksi perseroan. Kelima dan keenam, menyetujui penyesuaian maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan dan mengubah Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan.

Adapun, dalam keterbukaan yang dipublikasikan mengenai dana OWK III tercatat 20% digunakan untuk pembayaran BHP spektrum frekuensi radio 850 MHz dan 2.300 Mhz untuk penggunaan 2018 yang akan jatuh tempo pada Desember 2017.

Sementara itu, 70% dana akan digunakan untuk pembayaran pinjaman dan 10% sisanya untuk modal kerja perseroan atau entitas anak. Berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2017, FREN membukukan kerugian Rp 2,82 triliun atau meningkat dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,284 triliun.

Direktur Keuangan FREN Antony Susilo mengatakan perihal OWK kedua jumlahnya Rp9 triliun yang diterbitkan pada 2015 sedangkan OWK III sebesar Rp5 triliun yang diterbitkan pada 2017.

“Semua OWK sudah habis dan diambil oleh bond holder. Tinggal OWK keempat yang belum keluar sebesar Rp1,4 trilun. Pemegang saham sudah setuju penerbitan, tapi sejauh ini masih dalam status stand by,” katanya pada Kamis (27/6) di kantornya. Antony menambahkan bahwa semua OWK keempat sudah ter-subscribe hanya tinggal dikonversi menjadi bond.

Lebih lanjut, Antony juga menyebutkan tentang pinjaman kepada Niven Holdings Limited sebesar Rp968,5 miliar yang akan dijadwalkan ulang sebab akan jatuh tempo pada akhir tahun.

“Niven yang akan jatoh tempo tapi diperpanjang atau dijadwalkan ulang saja jangan dibayar tahun ini tapi nanti itu tidak ada masalah,” katanya.

FREN, lanjutnya, untuk tahun ini menyiapkan anggaran belanja modal sebesar US$200 juta yang 85% merupakan pinjaman dari China Development Bank. Adapun sampai dengan Mei, FREN sudah membelanjakan dana itu sebesar US$100 juta.

 “Total investasi untuk capex ada dari bank maupun internal. Komposisi internal sekitar 10%—15% sisanya dari bank. Bank sendiri ada kerja sama dari China Development Bank,” katanya.



comments

logo-senokuncoro

Seno Kuncoro

author