Bursa Sore: Laju IHSG Terjegal, Aksi Protes Hasil Pilpres Kembali Marak

Bursa Sore: Laju IHSG Terjegal, Aksi Protes Hasil Pilpres Kembali Marak

Posted by Written on 26 June 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bergerak ke zona merah di menit-menit akhir pada perdagangan hari Rabu (26/6). IHSG tergerus -0,16 persen (-10 poin) ke level 6.310.

IHSG akhirnya finis di zona merah setelah bergerak menguat hingga perdagangan sesi pagi selesai. Langkah IHSG terjegal seiring aksi demo yang memprotes hasil pilpres 2019 kembali muncul jelang pengumuman sengketa hasil pilpres oleh Mahkamah Konstitusi. Pelemahan juga terjadi pada rupiah terhadap dolar AS.

Indeks LQ45 -0,28% ke 1.001. Indeks IDX30 -0,31% ke level 549. IDX80 -0,24% ke 142. Indeks JII -0,49% ke posisi 669. Indeks Kompas100 -0,19% ke 1.275. Indeks Sri Kehati -0,31 persen ke 398 dan Indeks SMInfra18 +0,39 persen ke level 337.

Saham-saham teraktif: INDYERAAPGASPTBAMNCNSMBRADRO

Saham-saham top gainers LQ45: MNCNPGASERAABSDEBRPTADROEXCL

Saham-saham top losers LQ45: SCMAINDFWIKAELSAMEDCTPIAINTP

Nilai transaksi mencapai Rp8,55 triliun. Volume trading sebanyak 152,45 juta lot saham. Investor asing membukukan beli bersih Rp399,63 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah -0,35% di level Rp14.170 terhadap USD (04.00 pm).


Bursa Asia

Market Asia tergelincir turun pada perdagangan hari Rabu (26/6). Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk Jepang) drop 0,2 persen. Dolar AS beringsut naik tipis setelah pejabat the Fed menahan ekspektasi di pasar akan adanya pelonggaran moneter secara agresif.

"Komentar Powell tidak mengubah ekspektasi bahwa the Fed akan melonggarkan moneter cepat atau lambat, hanya sedikit meninggalkan dampak negatif pada market," kata Masahiro Ichikawa, Analis Sumitomo Mitsui DS Asset Management seperti dikutip Reuters.

Menurut dia, fokus pasar sekarang pada KTT G20. Pasar memperkirakan terobosan berarti yang dicapai dalam negosiasi dagang AS dan China agak minim, sehingga sekecil apapun sinyal positif dapat menjadi sentimen baik.

Pada Selasa pekan ini, Chairman the Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral AS terisolasi dari tekanan politik jangka pendek, mendorong lagi kontra keinginan Donald Trump agar ada penurunan suku bunga secara signifikan. Menurut Powell, the Fed bergulat dengan pertanyaan apakah ketidakpastian kebijakan tarif AS, konflik AS dengan mitra dagang dan inflasi yang jinak membutuhkan penurunan suku bunga.

Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 berujung di zona negatif. Sementara Indeks Topix tertekan turun sebesar 0,59 persen ke level 1.534,34. Saham kapitalisasi besar di bursa Jepang melemah di antaranya Fast Retailing dan Softbank Group.

Adapun Indeks Kospi di bursa Korsel bergerak flat di posisi 2.121,85 pada akhir sesi perdagangan. Sedangkan Indeks ASX 200 di bursa Australia terkoreksi 0,26 persen ke level 6.640,50.
Koreksi turun juga terjadi di market saham China. Indeks Shenzhen Composite bergerak flat di posisi 1.560,51. Sedangkan Indeks Shenzhen Component naik tipis dan berakhir di level 9.122,43. Sementara Indeks Hang Seng di pasar saham Hong Kong menguat tipis pada finis trading.
Di pasar finansial, Indeks dolar AS rebound ke level 96,262 dibandingkan level kemarin pada posisi 96,0. Nilai tukar yen melemah ke posisi 107,42 terhadap USD dibanding posisi sesi sebelumnya di level 107,1. Dolar Australia menguat ke posisi $0,6975 dari posisi pekan lalu di level $0,685.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,51% ke posisi 21.086.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,13% ke level 28.221.
Indeks Shanghai (China) -0,19% pada level 2.976.
Indeks Straits Times (Singapura) -0,10% ke level 3.301.

Bursa Eropa
Market saham Eropa ke zona merah di menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (26/6) pagi waktu setempat. Hal ini terjadi setelah Chairman the Fed Jerome Powell memadamkan harapan ekspektasi pemangkasan suku bunga dengan segera.
Indeks DAX (Jerman) -0,16% di level 12.290.
Indeks FTSE (Inggris) -0,13% pada posisi 7.412.
Indeks CAC (Perancis) -0,16% di level 5.505.

Minyak
Harga minyak ke level tertinggi pada perdagangan sesi sore, hari Rabu (26/6) di pasar komoditas Asia. Posisi tersebut terjadi dalam sebulan terakhir seiring terjadinya pemadaman kilang penting di pantai Timur AS serta data yang menunjukkan stok minyak di AS melemah lebih dalam dari perkiraan.
Minyak Brent naik USD 1,03 ke harga USD 66,08 per barel (07:21 GMT). Sedangkan minyak WTI menguat USD 1,13 ke harga USD 58,96 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author