Bursa Pagi: Asia Berusaha Redam Tekanan Global, Laju IHSG Terhambat

Bursa Pagi: Asia Berusaha Redam Tekanan Global, Laju IHSG Terhambat

Posted by Written on 26 June 2019


Ipotnews - Perdagangan saham di bursa Asia pagi ini, Rabu (26/6) dibuka melemah, melanjutkan tren penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, setelah Ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell meredam ekspektasi potensi penurunan suku bunga AS. The Fed "wait and see" kecepatan perubahan ekonomi, dan menegaskan "bebas dari kepentingan politik jangka pendek."

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka melemah 0,2% dan berlanjut sedikit menurun 0,04% (-2,40 poin) di posisi 6.655,60 pada pukul 8:30 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,42% (-89,87 poin) menjadi 21.103,94, setelah dibuka melorot 0,5% terseret penurunan harga saham Fast Retailing dan Softbank Group. Topix juga turun 0,46%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,12%, dan berlanjut sedikit melemah 0,07% di posisi 2.120,13.

Namun tekanan jual mendorong indeks Hang Seng, Hongkong dibuka anjlok 0,66% (-187,07 poin) ke level 27.998,91 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China terperosok 0,77% ke posisi 2.959,14.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pelemahan indeks saham acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil keluar dari tekanan penurunan pada sesi perdagangan kemarin dan berakhir di zona hijau. IHSG naik 0,51% ke level 6.320, investor asing membukukan pembelian bersih Rp426,70 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan kenaikan, dengan dukungan harga beberapa komoditas yang mendongkrak harga saham pertambangan. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan terbatas di area jenuh beli, berpeluang memicu  profit taking.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, berkurangnya optimisme investor terhadap pemangkasan suku bunga acuan pada bulan depan, setelah Gubernur The Fed Jerome Powell menyatakan, akan mengambil tindakan  wait and see  di tengah ketidakpastian ekonomi,diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu turunnya beberapa harga komoditas seperti CPO dan timah diprediksi juga akan menjadi tambahan katalis negatif bagi indeks. IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan  support  di level 6.290 dan resistance  di level 6.350.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ICBP (Buy, Support: 9.875, Resist: Rp10.100), BEST (Buy, Support: Rp288, Resist: Rp310), 

    UNTR (Buy, Support: Rp27.200, Resist: Rp28.400), MEDC (Buy, Support: Rp790, Resist : Rp870).

  • ETF: XBLQ (Buy, Support: Rp501, Resist: Rp506), XDIF (Buy, Support: Rp507, Resist: Rp510), 

    XPID (Buy, Support: Rp548, Resist: Rp554).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan menurun tajam, dipimpin kejatuhan harga saham di sektor teknologi. Sentimen investor terpengaruh oleh pernyataan Chairman The Fed Jerome Powell bahwa The Fed akan mengambil pendekatan  wait and see dengan memperhatikan seberapa cepat terjadinya perubahan ekonomi. The Conference Board mengatakan indeks kepercayaan konsumen turun ke posisi 121,5, menyentuh level terendah sejak September 2017. Ekonom yang disurvei oleh Refinitiv memperkirakan indeks itu akan turun menjadi 131,1.

Pejabat AS berusaha menurunkan ekspektasi hasil pertemuan Presiden AS dengan Presiden China, dengan menegaskan bahwa AS tidak akan mengubah sikapnya terhadap China agar menerapkan reformasi ekonomi yang signifikan. Sektor teknologi S&P 500 terperosok 1,8%, setelah saham Microsoft jatuh lebih dari 3%, tertekan analisis Jefferies. Adobe, Autodesk dan Lam Research juga turun sedikitnya 3%. Saham produsen Botox, Allergan, melambung 25,4% setelah menyetujui akuisisi oleh perusahaan biofarma Amerika, AbbVie. Abbie rontok 16,4%.

  • Dow Jones Industrial Average melorot 0,67% (-179,32 poin) menjadi 26.548,22.

  • S&P 500 merosot 0,95% (-27,97 poin) ke posisi 2.917,38.

  • Nasdaq Composite anjlok 1,5% (-120,98 poin) ke level 7.884,72.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,04% menjadi USD25,60.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melemah, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik AS-Iran, serta ketidakpastian perdagangan global. Indeks STOXX 600 turun 0,10% menjadi 383,40,saham otomotif dan ritel memimpin kejatuhan dengan penurunan 1%, sedangkan sektor sumber daya daya naik 0,7%. Rilis data kepercayaan bisnis Prancis menunjukkan penurunan sentimen untuk Juni ke posisi 102 dari 104, level terendah sejak November 2016.

Presiden AS menandatangani perintah pemberlakuan sanksi baru yang "keras" terhadap Iran, dan Teheran mengatakan sanksi itu menandai berakhirnya diplomasi. Investor juga menantikan pertemuan Presiden AS-China pada KTT G-20 minggu ini di Jepang. Kandidat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, menegaskan kembali ancamannya bahwa Brexit, Oktober nanti, bisa dengan atau tanpa kesepakatan dengan Uni Eropa.

  • FTSE 100 London naik tipis 0,08% (5,74 poin) menjadi 7.422,43.

  • DAX 30 Frankfurt turun 0,38% (-46,13 poin) ke level 12.228,44.

  • CAC 40 Paris melemah 0,13% (-7,14 poin) ke posisi 5.514,57.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah, mencapai level terendah tiga bulan terhadap euro. Ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, dan meningkatnya ketegangan Iran-AS memicu aksi beli yen sebagai  safe-haven , yang mencapai level terkuat terhadap dolar sejak awal Januari. Penurunan imbal hasil obligasi AS dan indikator teknikal yang  bearish memicu pandangan bahwa dolar akan memiliki lebih banyak ruang penurunan dalam beberapa bulan mendatang.

Presiden The Fed St Louis, James Bullard mengatakan, penurunan suku bunga 50 basis poin yang agresif pada pertemuan bulan depan "akan berlebihan." Chairman The Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral sedang mempertimbangkan perlu tidaknya menurunkan suku bunga, dengan memperhatikan hambatan ekonomi akibat meningkatnya ketegangan perdagangan. Investor juga mencermati apakah presiden AS dan China akan menyebut "gencatan senjata" dalam perang dagang mereka dalam pertemuan di KTT G20, pekan ini.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1366-0.0001-0.01%7:30 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.26890.000.00%7:29 PM
Yen (USD-JPY)107.200.000.00%7:30 PM
Yuan (USD-CNY)6.87980.0028+0.04%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,125.00-21.50-0.15%4:45 AM

Sumber : Bloomberg.com, 25/6/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat menjelang rilis data stok minyak mentah AS yang diperkirakan menurun. Investor mengabaikan komentar Presiden AS, yang akan melenyapkan Iran jika menyerang "Amerika."

Jajak pendapat pendahuluan  Reuters  menunjukkan persediaan minyak mentah AS hingga pekan lalu, kemungkinan turun untuk pekan kedua berturut-turut. Tetapi kekhawatiran atas ketegangan perdagangan AS-China masih menekan harga. OPEC + diekpektasikan akan memperpanjang kesepakatan untuk membatasi produksi dalam pertemuan pada 1-2 Juli.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 32 sen menjadi USD65,18 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 18 sen menjadi USD58,09 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup sedikit menguat, setelah sempat naik melampaui level tertinggi enam tahun, di tengah prospek suku bunga yang lebih rendah, perekenomian global yang lebih lemah, dan peningkatan tekanan geopolitik. Laju harga emas sedikit melambat setelah komentar Presiden St Louis Federal Reserve Bank, James Bullard, mengatakan bank sentral tidak perlu menurunkan suku bunga sebesar setengah poin persentase pada pertemuan berikutnya, Juli.

Sementara itu, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat mengangkat permintaan emas sebagai aset  safe-haven.  Investor juga mencermati isyarat lebih lanjut tentang negosiasi perdagangan Washington-Beijing di KTT G20. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, naik 0,37% pada sesi Senin, setelah membukukan persentase kenaikan terbesar dalam hampir sebelas tahun pada Jumat lalu. Harga platinum turun 0,71% menjadi USD804,25 per ounce, perak melemah 0,5% menjadi USD15,36, dan palladium menyusut 0,5% menjadi USD1.527,01 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD1.423,26 per ounce.

  • Harga emas berjangka cenderung mendatar di USD1.418,7 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author