Bursa Sore: IHSG Dan Rupiah Solid di Zona Hijau Sepanjang Sesi

Bursa Sore: IHSG Dan Rupiah Solid di Zona Hijau Sepanjang Sesi

Posted by Written on 25 June 2019


Ipotnews - Rebound Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berlanjut hingga finis perdagangan hari Selasa (25/6). IHSG menanjak +0,51 persen (+31 poin) ke level 6.320.

Berbeda dengan market regional, IHSG berakhir di zona hijau. Begitu pula dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, solid menuju area apresiasi. Sementara sebagian besar indeks saham di bursa regional terkoreksi menjelang pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di forum KTT G20 pada pekan ini.

Indeks LQ45 +0,59% ke 1.003. Indeks IDX30 +0,54% ke level 551. IDX80 +0,50% ke 142. Indeks JII +0,99% ke posisi 673. Indeks Kompas100 +0,46% ke 1.277. Indeks Sri Kehati +0,44 persen ke 399 dan Indeks SMInfra18 +0,33 persen ke level 336.

Saham-saham teraktif: ERAAINDYANTMPTBAMNCNSMBRBBRI

Saham-saham top gainers LQ45: INDYERAAADROANTMPTBAITMGINCO

Saham-saham top losers LQ45: HMSPBMRIPGASWSBPELSAJSMRGGRM

Nilai transaksi mencapai Rp7,90 triliun. Volume trading sebanyak 146,99 juta lot saham. Investor asing membukukan beli bersih Rp426,70 miliar.

Nilai tukar rupiah menguat +0,11% di level Rp14.120 terhadap USD (04.00 pm).


Bursa Asia

Indeks saham di market Asia tergelincir turun pada akhir perdagangan hari Selasa (25/6). Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk Jepang) drop 0,5 persen.

Para pelaku pasar di market Asia mengarahkan perhatian menuju pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada akhir pekan ini.

Laju pasar saham Asia tertahan akibat sentimen kekhawatiran terhadap negosiasi perdagangan.

"Ada pengembangan konsensus di pasar AS bahwa Trump dan Xi sepakat untuk tidak hanya melanjutkan negosiasi perdagangan tetapi menunda kebijakan tarif impor untuk waktu yang tidak ditentukan," ujar Hannah Anderson, Analis pada JP Morgan Asset Management seperti dilansir CNBC International. Tetapi menurut dia hal tersebut sedikit kemajuan yang mana hasil negosiasi kemungkinan akan keluar.

Pelemahan bursa saham China sedikit tertahan setelah di sesi pagi menjadi lokomotif penurunan market Asia. Indeks Shenzhen Component melemah 1,02 persen dan Indeks Shenzhen Composite turun 0,992 persen. Market saham Hong Kong berakhir di zona merah setelah Indeks Hang Seng tumbang signifikan.

Saham-saham banking di bursa China tergelincir di tengah kekhawatiran atas naiknya kredit ke sektor UKM yang mana sektor tersebut rentan terhadap perlambatan ekonomi. Saham Bank of Communication drop 3,02 persen. China Construction Bank turun 1,34 persen. Sedangkan saham bank tersebut yang listing di bursa China melemah masing-masing 3,87 persen dan 1,37 persen.
Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 juga bergerak ke zona negatif. Sementara Indeks Topix tertekan turun sebesar 0,27 persen ke posisi 1.543,49.
Adapun Indeks Kospi di bursa Korsel melemah 0,22 persen. Sedangkan Indeks ASX 200 di bursa Australia terkoreksi 0,11 persen ke level 6.658,00.
Di pasar finansial, Indeks dolar AS melemah ke level 95,937 dibandingkan level pekan lalu pada posisi 97,2. Nilai tukar yen naik tipis ke posisi 107,01 terhadap USD dibanding posisi sesi kemarin di level 107,5. Dolar Australia melemah di posisi $0,6959 dari level $0,6972 di sesi sebelumnya.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,43% ke posisi 21.193.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -1,15% ke level 28.185.
Indeks Shanghai (China) -0,87% pada level 2.982.
Indeks Straits Times (Singapura) -0,19% ke level 3.305.

Bursa Eropa
Market saham Eropa melemah di menit-menit awal pada perdagangan hari Selasa (25/6) pagi waktu setempat setelah AS menerapkan sanksi terhadap Iran atas aksi penembakkan drone militer tak berawak AS pada pekan lalu. Indeks acuan the European Stoxx 600 melemah 0,3 persen dimotori pelemahan saham-sahan banking.
Indeks DAX (Jerman) -0,29% ke posisi 12.238.
Indeks FTSE (Inggris) -0,35% pada level 7.390.
Indeks CAC (Perancis) -0,25% di posisi 5.508.

Minyak
Harga minyak terkoreksi turun pada perdagangan sesi sore, hari Selasa (25/6) di pasar komoditas Asia di tengah kekhawatiran atas prospek demand terhadap minyak. Namun pengumuman sanksi baru AS bagi Iran berpotensi menopang harga.
Minyak Brent drop 31 sen ke harga USD 64,52 per barel (06:39 GMT). Sedangkan minyak WTI turun 24 sen ke harga USD 57,66 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author