Bursa Sore: Surplus Perdagangan Katrol Rupiah, IHSG Tersendat

Bursa Sore: Surplus Perdagangan Katrol Rupiah, IHSG Tersendat

Posted by Written on 24 June 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melorot ke zona merah pada akhir perdagangan hari Senin (24/6). IHSG tergerus 27 poin (-0,43 persen) ke level 6.288.

IHSG melemah di tengah sikap investor di bursa regional yang menyandarkan harapan pada sinyal negosiasi damai perdagangan AS dan China. Namun sebagian besar analis masih ragu jalan damai akan tercapai dalam waktu dekat.

Di sisi lain katalis surplus neraca perdagangan domestik periode Mei gagal menjadi sentimen positif bagi IHSG. Akan tetapi surplus neraca perdagangan mampu menjadi sentimen positif bagi penguatan nilai tukar rupiah.

Indeks LQ45 -0,70% ke 998. Indeks IDX30 -0,67% ke level 548. IDX80 -0,69% ke 141. Indeks JII -0,76% ke posisi 666. Indeks Kompas100 -0,63% ke 1.271. Indeks Sri Kehati -0,62 persen ke 398 dan Indeks SMInfra18 -0,67 persen ke level 335.

Saham-saham teraktif: ERAAMNCNTLKMINKPAPLNBBRIMAMI

Saham-saham top gainers LQ45: ERAAGGRMADROINCOELSAPTPPBBTN

Saham-saham top losers LQ45: BBCAINDFINDYTPIAANTMMEDCSMGR

Nilai transaksi mencapai Rp12,18 triliun. Volume trading sebanyak 203,57 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp101,55 miliar.

Nilai tukar rupiah melaju +0,11% di level Rp14.135 terhadap USD (04.00 pm).


Bursa Asia

Indeks saham di market Asia bergerak menguat pada akhir perdagangan hari Senin (24/6). Hal ini terjadi di tengah harapan bahwa AS dan China akan dapat membuat negosiasi perdagangan kembali pada pekan ini. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk Jepang) naik 0,2 persen.

"Terbaik bagi market yang dapat diharapkan adalah lebih sabar pada penundaan dan pengokohan posisi pada KTT G20 yang mana setidaknya AS serta China menahan diri dari eskalasi lebih lanjut," kata Michael Every, Analis pada Rabobank seperti dikutip Reuters.

Namun Norihiro Fujito, Analis pada Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities menilai sebagian besar analis ragu AS dan China akan mencapai kesepakatan seiring tensi telah melampaui kebijakan tarif impor, terutama setelah AS menempatkan Huawei masuk dalam daftar hitam. Kebijakan tersebut melarang perusahaan-perusahaan AS bekerja sama dengan Huawei.

Bursa saham China mixed di akhir sesi. Indeks Shenzhen Component flat ke posisi 9.212,12 dan Indeks Shenzhen Composite turun tipis di level 1.576,09. Market saham Hong Kong bertengger di zona hijau. Indeks Hang Seng menguat.

Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 sukses melaju ke zona hijau. Sementara Indeks Topix terdorong naik sebesar 0,12 persen.
Adapun Indeks Kospi di bursa Korsel bergerak stagnan di level 2.126,33 di akhir perdagangan. Sedangkan Indeks ASX 200 di bursa Australia menguat 0,22 persen di level 6.665,40.
Di pasar finansial, Indeks dolar AS melemah ke level 96,142 dibandingkan level pekan lalu pada posisi 97,5. Nilai tukar yen melaju ke posisi 107,41 terhadap USD dibanding posisi sesi pekan kemarin di level 108,5. Dolar Australia melaju di posisi $0,6950 dari level $0,684 di sesi akhir pekan lalu.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,13% ke posisi 21.285.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,14% ke level 28.513.
Indeks Shanghai (China) +0,21% pada level 3.008.
Indeks Straits Times (Singapura) -0,35% ke level 3.309.

Bursa Eropa
Market saham Eropa menguat di menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (24/6) pagi waktu setempat. Para meodal di bursa Eropa terus memantau ketegangan politik di Timur Tengah antara Iran vs AS.
Indeks DAX (Jerman) -0,34% ke posisi 12.298.
Indeks FTSE (Inggris) +0,09% pada level 7.414.
Indeks CAC (Perancis) +0,01% di posisi 5.529.

Minyak
Harga minyak menguat pada perdagangan sesi sore, hari Senin (24/6) di pasar komoditas Asia, memperpanjang penguatan pekan lalu. Laju harga didukung oleh masih tingginya tensi ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara AS dan Iran. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan sanksi signifikan kepada Iran akan diumumkan.
Minyak Brent naik 50 sen ke harga USD 65,70 per barel (06:55 GMT). Sedangkan minyak WTI menguat 70 sen ke harga USD 58,13 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author