MAIN Tebar Dividen Rp 85 Miliar

MAIN Tebar Dividen Rp 85 Miliar

Posted by Written on 21 June 2019


Berkah mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun 2018 kemarin, mendorong PT Malindo Feedmil Tbk. (MAIN) untuk menebar dividen kepada pemegang saham dengan total Rp85 miliar atau setara Rp38 per saham untuk tahun buku 2018. Dimana keputusan pembagian dividen sendiri telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).


Direktur Keuangan MAIN, Rudy Hartono mengatakan bahwa perseroan akan menebar dividen sebesar Rp38 per saham dengan total Rp85 miliar. Pada 2018 MAIN berhasil membukukan peningkatan laba bersih 561,9% atau menjadi Rp284,247 miliar. Sementara itu, pada 2017 perseroan hanya mampu mencatatkan laba Rp42,94 miliar.”Perusahaan telah membagikan dividen interim pada 9 November 2018 senilai Rp16 per lembar saham. Jadi sisanya akan ada pembagian dividen tunai Rp22 per lembar atau sekitar Rp49,2 miliar,” katanya di Jakarta.

Sementara itu, MAIN mencatatkan penjualan bersih pada kuartal I/2019 sebesar Rp470,9 miliar atau meningkat sebesar 32% secara tahunan (yoy). Peningkatan penjualan ditopang oleh segmen pakan ternak sebesar 36,9% atau Rp 341,7 miliar dan penjualan DOC yang meningkat sebesar 49,7% atau Rp 126,9 miliar.

Corporate Secretary MAIN, Andreas Hendjan menyebutkan, dari sisi volume penjualan pakan juga mengalami kenaikan sebesar 26,8% dan volume penjualan DOC sebesar 15,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.”Kami sangat yakin tren positif ini akan berlanjut terus untuk masa yang akan datang dengan melihat potensi perkembangan di industri ini sangat terbuka lebar. Kami akanterus mengembangkan pangsa pasarnya, terlebih pemerintah sedang giat membangun infrastruktur yang diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga akan meningkatkan daya beli masyarakat khususnya produk unggas,”ungkapnya.

Kemudian untuk mempertahankan pertumbuhan pendapatan tahun ini, emiten perunggasan ini mengalokasikan belanja modal sebesar Rp530 miliar. Nantinya, dari jumlah tersebut sebesar 50%nya akan digunakan untuk perkuat segmen pakan dengan pembangunan pabrik baru. Perseroan merencanakan bangun pabrik pakan baru di Lampung, Sumatra dengan memakan waktu hampir satu tahun.

Sementara itu, pada tahun depan, MAIN masih akan mengalokasikan dana sekitar Rp100 miliar pada capex 2020. Jadi untuk pembangunan pabrik pakan anyar MAIN menghabiskan dana Rp350 miliar. Disebutkan, kapasitas riil pabrik pakan itu sekitar 20.000 ton per hari. Dengan beroperasinya pabrik anyar, MAIN mendapatkan tambahan kapasitas 20% dari kapasitas terpasang.

Selain itu, perseroan juga akan membangun rumah potong ayam (RPA) dengan otomasi robotic dan silo jagung . Rencananya RPA akan mulai beroperasi pada tahun depan. Asal tahu saja, segmen penjualan Pakan Ternak, DOC, Ayam Pedaging masing-masing memberikan kontribusi sebesar 62%, 20%,dan 13%. Sementara itu, sisa 3% merupakan penjualan lainnya seperti penjualan daging olahan, telur, ayam afkir, dll. MAIN mencatatkan penjualan pada 2018 sebesar Rp6,7 triliun atau meningkat 23,2% dari tahun sebelumnya.


comments

logo-senokuncoro

Seno Kuncoro

author