Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, IHSG Bullish Dekati Jenuh Beli

Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, IHSG Bullish Dekati Jenuh Beli

Posted by Written on 20 June 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (20/6), dibuka  mixed,  berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham Wall Street, setelah rapat kebijakan Federal Reserve AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunga, dan mengisyaratkan pemotongan sebelum akhir tahun ini.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka cenderung mendatar di posisi 6.649 meskipun sebagian besar indeks sektoral menguat. Indeks berlanjut melemah 0,05% (-3,10 poin) menjadi 6.645,00 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama, indeks Nikei 225, Jepang bergerak naik 0,34% (73,45 poin) ke posisi 21.408,32, setelah dibuka melaju 0,55%, dan indeks Topix naik 0,45%, di warnai kenaikan indeks sektoral. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,14%, saham Hyundai Motor turun 0,36%, dan berlanjut berkurang 0,06% ke level 2.123,42.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,38% (106,71 poin) ke level 28.308,85 pada pukul 8:35 WIB. Namun indeks Shanghai Composite, China dibuka melemah 0,02% di posisi 2.917,10.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah berhasil melanjutkan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin, IHSG ditutup melesat 1,31% ke level 6.339, investor asing membukukan pembelian bersih Rp497,16 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan tren kenaikan jangka pendek, didukung sentimen positif penetapan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7- day reverse repo rate). Secara teknikal, beberapa indokator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi  bullish continuation  meskipun terbatas, mendekati area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, optimisme investor akan adanya peluang pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed pada tahun ini, dengan mengisyaratkan akan membuka peluang pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu menguatnya nilai tukar rupiah serta naiknya beberapa harga komoditas seperti CPO, nikel dan emas juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif bagi indeks.

Investor juga akan mencermati rilis data suku bunga acuan oleh Bank Indonesia yang menurut konsensus akan dipertahankan di level 6%. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatan dengan  support  di level 6.285 dan  resistance di level 6.390.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: WSBP (Buy, Support: 394, Resist: Rp404), ACES (Buy, Support: Rp1.730, Resist: Rp1.765), 

    TKIM (Buy, Support: Rp10.400, Resist: Rp11.750), ADRO (Buy, Support: Rp1.255, Resist : Rp1.295).

  • ETF: XISI (Buy, Support: Rp355, Resist: Rp371), XPFT (Buy, Support: Rp543, Resist: Rp562), 

    XIHD (Buy, Support: Rp522, Resist: Rp541).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir di zona hijau, setelah The Fed mengisyaratkan akan segera menurunkan suku bunga karena ketidakpastian atas prospek ekonomi. Kendati tidak mengisyaratkan pemangkasan suku bunga tahun ini, The Fed mengatakan akan "bertindak sepantasnya" untuk mempertahankan ekonomi. Selama sebulan terakhir, ekspektasi pemangkasan suku bunga membantu  rebound indeks S&P 500, Dow dan Nasdaq, sehingga melonjak lebih dari 6%.

Imbal hasil US Treasury bertenor 10-tahun turun menjadi 2,02 persen setelah pengumuman tersebut, menekan saham perbankan. Saham Citigroup, Morgan Stanley, J.P. Morgan Chase dan Bank of America melemah. Saham sektor kesehatan melaju 1%, dipimpin kenaikan saham Allergan dan DaVita.

  • Dow Jones Industrial Average menguat 0,15% (38,46 poin) menjadi 26.504,00.

  • S&P 500 bertambah 0,3% (8,71 poin) ke posisi 2.926,46.

  • Nasdaq Composite naik 0,42% (33,44 poin) ke level 7.987,32.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,26% menjadi USD25,68.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir variatif cenderung melemah, menjelang keputusan suku bunga The Fed yang banyak ditunggu pelaku pasar global. Indeks STOXX 600 bergerak mendatar, berkurang 0,01 poin di posisi 384,77 dipimpin penurunan harga saham sektor sumber daya dasar 1,5%, namun diimbang kenaikan harga saham sektor otomotif dan perbankan sekitar 1%.

Saham 1&1 Drillisch memimpin kenaikan indeks  blue chips  Eropa, melambung 9,5%, setelah perusahaan telekomunikasi Jerman itu memenangkan spektrum dalam lelang 5G Jerman pekan lalu. Saham peritel Belgia, Colruyt, longsor lebih dari 15% terpukul oleh kinerja setahun penuh perusahaan tersebut. Data inflasi Inggris menunjukkan penurunan pada periode Mei, terpengaruh tekanan biaya di pabrik yang jatuh ke level terendah tiga tahun. Indeks harga konsumen naik 2% (yoy) , sesuai ekspektasi.

  • FTSE 100 London merosot 0,53% (-39,50 poin) ke level 7.403,54.

  • DAX 30 Frankfurt berkurang 0,19% (-23,22 poin) ke posisi 12.308,53.

  • CAC 40 Paris menguat 0,16% (8,70 poin) menjadi 5.518,45.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, setelah The Fed mengumumkan untuk mempertahankan suku bunga, tetapi mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga pada akhir tahun karena ketidakpastian yang terus menghantui perekonomian.

Reuters melaporkan, tujuh dari 17 penyusun kebijakan The Fed memperkirakan penurunan suku bunga setengah poin pada akhir 2019, dan selebihnya memperkirakan pemotongan seperempat poin.Imbal hasil US Treasury 2 tahun, turun mendekati posisi terendah satu setengah tahun yang dicapai awal bulan ini. Indeks dolar, yang mengukur kurs  greenback terhadap enam mata uang negara maju, turun 0,54% menjadi 97,117.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12370.0011+0.10%7:27 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.26520.0013+0.10%7:27 PM
Yen (USD-JPY)108.05-0.05-0.05%7:27 PM
Yuan (USD-CNY)6.90360.0004+0.01%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,269.50-56.50-0.39%4:24 AM

Sumber : Bloomberg.com, 19/6/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak melemah, didukung data penurunan persediaan minyak mentah AS. Badan Informasi Energi (EIA) menyebutkan, setelah membengkak mendekati level tertinggi dua tahun, stok minyak mentah AS turun 3,1 juta barel pada pekan lalu, lebih besar dari ekspektasi penurunan 1,1 juta barel. Data mingguan memperlihatkan, permintaan minyak naik menjadi 9,99 juta barel per hari, dari 9,3 juta bph pada tahun lalu, dan 9,88 juta bph pada pekan sebelumnya.

Pasar minyak cenderung mengabaikan serangan roket ke sebuah kawasan di Irak selatan yang digunakan perusahaan minyak asing, termasuk raksasa energi AS, ExxonMobil. Namun ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi setelah serangan tanker yang melambungkan harga minyak, pekan lalu. OPEC sepakat untuk bertemu pada 1 Juli, diikuti oleh pertemuan OPEC + pada 2 Juli untuk membahas kemungkinan perpanjangan kesepakatan pemotongan produksi yang berakhir bulan ini.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 32 sen (-0,5%) menjadi USD61,82 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 14 sen (-0,26%) menjadi USD53,76 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir melemah, namun menguat di pasar spot, setelah The Fed mengisyaratkan penurunan suku bunga akhir tahun ini. Kendati proyeksi ekonomi terbaru menunjukkan bahwa pertumbuhan dan pengangguran cenderung tidak berubah, namun para penyusun kebijakan melihat inflasi hanya naik 1,5% tahun ini, turun dari 1,8% pada Maret lalu. Mereka juga memperkirakan tidak akan bisa memenuhi target inflasi 2% untuk tahun depan.

Bank Sentral Eropa juga mengisyaratkan jika inflasi di zona euro gagal menguat, pelonggaran kebijakan lebih lanjut mungkin akan terjadi. Harga perak naik 0,3% menjadi USD15,05 per ounce, platinum meningkat 0,7% menjadi USD804,88, dan palladium melonjak 1,3% menjadi USD1.498,41.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD1.349,40 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,1% menjadi USD1.348,8 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author