Bursa Pagi: Global-Regional Melesat, IHSG Berpeluang Lanjutkan Kenaikan

Bursa Pagi: Global-Regional Melesat, IHSG Berpeluang Lanjutkan Kenaikan

Posted by Written on 19 June 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (19/6) dibuka menguat, melanjutkan tren positif kenaikan indeks saham acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, jelang berakhirnya rapat kebijakan Federal Reserve AS hari ini. Penguatan indeks saham acuan juga didukung konfirmasi kelanjutan perundingan dagang AS-China di KTT G20, akhir bulan ini, kebijakan  dovish  Bank Sentral Eropa (ECB).

Mengawali perdagangan saham hari ini, bursa saham Australia dibuka melaju dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 sebesar 0,68%. Hampir semua sektor mencatatkan kenaikan indeks, saham sektor berbasis sumber daya alam melonjak 1,5%. Indeks berlanjut melaju 1,04% (68,10 poin) ke posisi 6.638,10 pada pukul 8:25 WIB

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 1,58% (331,40 poin) ke level 21.304,11, setelah dibuka melejit 1,52% di tengah lompatan harga saham Softbank Group sebesar 2,91%, dan indeks Topix dibuka naik 1,49%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik signifikan 1,09%, saham Samsung dan SK Hynix melesat 2,25% dan 3,63%, dan berlanjut melaju 1,11% menjadi 2.121,93.

Memperkuat tren kenaikan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melesat 2,64% (726.10 poin) ke level 28.224,87 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik tinggi 1,87% ke posisi 2.944,12.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil keluar dari tekanan penurunan pada sesi perdagangan kemarin. IHSG ditutup melonjak 1,08%, investor asing membukukan pembelian bersih Rp383,43 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan tren kenaikan jangka pendek, didukung  capital inflow  dan sentimen positif global. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan penguatan jangka pendek, di area jenuh jual, namun masih berpotensi koreksi.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, optimisme investor akan tercapainya kesepakatan dagang AS-China, setelah bersepakat untuk bertemu pada pertemuan G20 mendatang, diprediksi akan memberikan sentimen positif. Sementara itu, menguatnya nilai tukar rupiah serta sebagian besar harga komoditas seperti minyak mentah, nikel, timah, emas juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 6.195 dan  resistance  di level 6.315.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ICBP (Buy, Support: 9.975, Resist: Rp10.300), WTON (Buy, Support: Rp535, Resist: Rp565), 

    BBCA (Buy, Support: Rp28.975, Resist: Rp30.025), TLKM (Buy, Support: Rp3.890, Resist : Rp4.070).

  • ETF: XISC (Buy, Support: Rp761, Resist: Rp779), XIIF (Buy, Support: Rp702, Resist: Rp736), 

    XPID (Buy, Support: Rp540, Resist: Rp555).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan tajam, didukung potensi kesepakatan perdagangan AS-China setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan akan bertemu Presiden China, Xi Jinping, pada KTT G20 akhir bulan ini. Sentimen juga terangkat oleh harapan bahwa Federal Reserve akan melonggarkan kebijakan moneter tahun ini, serta isyarat dari Bank Sentral Eropa (ECB) yang bakal memangkas suku bunga.

The Fed diperkirakan membiarkan suku bunga tidak berubah, namun, investor akan memantau kemungkinan untuk penurunan suku bunga tahun ini. Pedagang memperhitungkan tiga kali penurunan suku bunga sebelum akhir tahun, menurut FedWatch CME Group. Saham Boeing melonjak 5,4 % setelah mengumumkan penjualan 200 pesawat tipe 737 MAX kepada International Airlines Group. Saham Broadcom melesat 4,5%, Micron Technology 5,7% dan Nvidia 5,4%. Caterpilar naik 2,4%.

  • Dow Jones Industrial Average melonjak 1,35% (353,01 poin) ke level 26.465,54.

  • S&P 500 melaju 0,97% (28,08 poin) menjadi 2.917,75.

  • Nasdaq Composite Index melesat 1,39% (108,86 poin) ke posisi 7.953,88.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 3,09% menjadi USD25,36.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup naik tinggi, setelah Presiden ECB Mario Draghi menyatakan bank sentral akan memberikan lebih banyak stimulus, baik melalui penurunan suku bunga atau pembelian aset, jika inflasi tidak meningkat. Draghi juga mempertahankan program pembelian aset yang menurutnya masih memiliki ruang yang cukup besar. Indeks STOXX 600 naik 1,67% menjadi 384,78,  dipimpin kenaikan harga saham sektor sumber daya dasar.

Enam anggota Partai Konservatif yang berharap untuk menggantikan Perdana Menteri Inggris Theresa May akan menghadapi putaran kedua pemungutan suara. Produsen baja Arcelormittal melesat lebih dari 6%, merespon rencana pertemuan Trump dan Jinping yang menumbuhkan optimisme kesepakatan perdagangan China-AS. Produsen peralatan rumah sakit Denmark, Ambu rontok 14% karena memotong prospek usahanya tahun ini. Pembuat chip Jerman, Infineon anjlok 2%, dan pemasok Siltronic terjerembab hampir 8%.

  • FTSE 100 London melaju 1,17% (85,73 poin) menjadi 7.443,04.

  • DAX 30 Frankfurt melonjak 2,03% (245,93 poin) ke level 12.331,75,

  • CAC 40 Paris melejit 2,20% (118,78 poin) ke posisi 5.509,73.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir sedikit menguat, para  trader menunggu  hasil rapat kebijakan Federal Reserve, Rabu ini. Komite Pasar Terbuka Federal ( FOMC ) diperkirakan membiarkan suku bunga acuan tidak berubah pada kisaran saat ini antara 2,25 dan 2,5%. Tetapi pertumbuhan lapangan kerja yang lambat pada periode Mei, perang dagang dengan China, dan data inflasi yang lemah meningkatkan ekspektasi kebijakan The Fed yang  dovish. 

Washington dan Beijing menghidupkan kembali harapan perundingan sengketa perdagangan, di KTT G20 akhir bulan ini. Kenaikan dolar sebagian juga didorong oleh euro yang lebih lemah, setelah ECB menjanjikan akan memberikan lebih banyak stimulus jika inflasi tidak meningkat. Indeks dolar, yang mengukur kurs  greenback terhadap enam mata uang negara maju naik tipis 0,09% menjadi 97,644.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.11960.0002+0.02%7:33 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.25660.0008+0.06%7:33 PM
Yen (USD-JPY)108.520.07+0.06%7:33 PM
Yuan (USD-CNY)6.9032-0.0226-0.33%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,326.00-10.50-0.07%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 18/6/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, dan ditutup naik lebih dari 1USD per barel. Kenaikan harga minyak dipicu oleh berita rencana kelanjutan perundingan dagang AS-China menjelang pertemuan di KTT G20 akhir bulan ini. AS berencana mengirim lebih banyak pasukan untuk menghadapi peningkatan ketegangan di Timur Tengah setelah serangan kapal tanker pekan lalu.

Iran mengatakan akan melanggar pembatasan pengayaan stok uranium, dan memberi waktu 10 hari bagi Eropa untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir tersebut. American Petroleum Institute menyebutkan, stok minyak mentah AS turun 812.000 barel pekan lalu, menjadi 482 juta.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,75 (3,4%) menjadi USD53,68 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD1,07 (1,8%) menjadi USD62,01 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan menguat. Harga emas sempat melonjak hingga satu persen setelah ECB dan The Fed mengisyaratkan kebijakan pelonggaran moneter, namun bergerak turun setelah Trump mengonfirmasi akan bertemu dengan Jinping di KTT G20 yang melambungkan pasar ekuitas. Meski emas berhasil mempertahankan penguatannya, namun analis mengatakan masih belum ada kepastian emas akan mampu mempertahankan penguatannya karena masih ada ketidakpastian global.

Harga logam mulai lain juga meningkat. Perak naik 1,1% menjadi USD15 per ounce, platinum melaju 1,4% menjadi USD802,75, palladium melonjak 2,2% menjadi USD1.481,51.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.345,70 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,6%menjadi USD1.350,7 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author