Bursa Pagi: Wall Street dan Asia Menguat, IHSG Masih Tertekan

Bursa Pagi: Wall Street dan Asia Menguat, IHSG Masih Tertekan

Posted by Written on 18 June 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (18/6) dibuka menguat, berusaha melanjutkan tren kenaikan tipis indeks acuan di bursa saham Wall Street, jelang rapat kebijakan moneter Federal Reserve AS mulai hari ini.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mancatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,25%. Kenaikan indeks meningkat 0,30% (19,80 poin) ke level 6.550,70 pada pukul 8:45 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melemah 0,04% setelah dibuka cenderung mendatar dengan kenaikan dibawah 0,1%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,42% dan berlanjut menguat 0,30% ke posisi 2.097,05.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,12% (32,08 poin) menjadi 27.259,24. Indeks Shanghai Composite, China bertambah 0,13% ke posisi 2.891,48.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan regional diprediksi akan menjadi sentimen positif bagi IHSG . Sementara itu turunnya sebagian besar harga komoditas serta kembali digelarnya sidang gugatan pilpres oleh Mahkamah Konstitusi diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 6.120 dan resistance  di level 6.260.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ERAA (Buy, Support: 1.260, Resist: Rp1.380), PWON (Buy, Support: Rp700, Resist: Rp720), 

    ASII (Buy on Weakness, Support: Rp7.325, Resist: Rp7.425), ICBP (Buy on Weakness, Support: Rp9.875, Resist : Rp10.050).

  • ETF: XIIC ( SELL , Support: Rp1.130, Resist: Rp1.164), XDIF ( SELL , Support: Rp494, Resist: Rp506), 

    XPLC ( SELL , Support: Rp504, Resist: Rp514).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, menjelang rapat kebijakan Federal Reserve. The Fed dijadwalkan untuk memulai rapat kebijakan moneter dua hari, mulai Selasa ini. Ekspektasi perubahan kebijakan relatif rendah, tetapi investor akan mencari petunjuk tentang potensi penurunan suku bunga pada rapat selanjutnya. Pasar menginginkan penurunan suku bunga di tengah indikasi potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Federal Reserve Bank of New York melaporkan bahwa aktivitas manufaktur di Negara Bagian New York mencatat rekor penurunan bulan ini dan jatuh ke dalam zona kontraksi.

Harga saham Facebook melonjak 4,2% ditopang strateginya untuk meluncurkan program pembayaran  cryptocurrency  pada platformnya. Tesla melesat 4,7% dan Netflix melejit 3,2%. Kenaikan harga saham Apple, Amazon dan Netflix lebih dari 0,5% juga mendongkrak indeks Nasdaq. Saham Boeing memimpin penguatan Dow, melesat 2,2% setelah laporan bahwa regulator AS dapat melakukan uji coba penerbangan untuk 737 MAX , secepatnya minggu ini. Array BioPharma melambung 57% karena setuju untuk dibeli oleh Pfizer. Saham Pfizer naik 0,3%. Rumah lelang Sotheby meroket 58,6% setelah mengumumkan rencana akuisisi oleh konglomerat telekomunikasi dan media Prancis.

  • Nasdaq Composite melaju 0,62% (48,37 poin) ke level 7.845,02.

  • Dow Jones Industrial Average menguat 0,09% (22,92 poin) menjadi 26.112,53.

  • S&P 500 bertambah 0,09% (2,69 poin) ke posisi 2.889,67.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,28% menjadi USD24,60.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir variatif, investor juga menunggu rapat kebijakan The Fed. Indeks STOXX 600 melemah 0,09% menjadi 378,46, dipimpin kejatuhan harga saham sektor penerbangan. 

Saham Lufthansa rontok hampir 12%, setelah mengeluarkan peringatan laba. Air France KLM dan EasyJet merosot 4%. Namun harga saham Airbus naik 2% karena mengumumkan pesawat baru di Paris Air Show.

Saham Deutsche Bank turun 0,5%, karena menurut Financial Times, Deutsche Bank tengah bersiap menjadi 'bad bank' senilai 50 miliar euro, karena menjauh dari aktivitas sebagai  investment banking . Saham 1&1 Drillisch anjlok 9% meski memenangkan spektrum dalam lelang ponsel 5G Jerman. Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, mengatakan Presiden AS Donald Trump memberikan "pemikiran yang sangat serius" untuk mengenakan tarif pada semua impor mobil, termasuk dari Uni Eropa.

  • FTSE 100 London menguat 0,16% (11,53 poin) menjadi 7.357,31.

  • CAC 40 Paris naik 0,44% (23,33 poin) ke level 5.390,95.

  • DAX 30 Frankfurt turun tipis 0,09% di posisi 12.085,82.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York hingga pagi tadi bergerak relatif stabil, investor sibuk mempertimbangkan kembali akan seberapa  dovish sikap The Fed pada rapat kebijakan pekan ini. Pasar uang relatif sepi, karena para pedagang  wait and see  rapat The Fed, rapat kebijakan Bank Sentral Eropa di Portugal, dan keputusan suku bunga Bank Sentral Inggris hingga Kamis nanti.

Ekspektasi penurunan suku bunga pada pertemuan 18-19 Juni hanya mencapai 20,8% tetapi pertaruhan untuk pelonggaran moneter pada pertemuan Juli tetap tinggi, dengan peluang 67,9% untuk pemotongan 25 basis poin. 

Perlambatan pertumbuhan lapangan kerja pada periode Mei, komentar  dovish anggota Komite Pasar Terbuka Federal ( FOMC ) dan data inflasi yang lemah pekan lalu, mendorong kenaikan ekspektasi pemotongan suku bunga. Indeks dolar, yang mengukur kurs  greenback terhadap enam mata uang negara maju turun tipis 0,01% menjadi 97,558.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12220.0004+0.04%7:29 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.25380.0004+0.03%7:29 PM
Yen (USD-JPY)108.560.02+0.02%7:29 PM
Yuan (USD-CNY)6.92580.0003+0.00%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,336.5011.50+0.08%4:56 AM

Sumber : Bloomberg.com, 17/6/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, anjlok lebih dari 1%. Data ekonomi China yang lebih buruk meningkatkan kekhawatiran pelemahan permintaan minyak dunia. Harga minyak merosot sekitar 20% sejak menembus level tertinggi 2019 yang dicapai April lalu, terutama karena kekhawatiran dampak perang dagang AS-China dan data ekonomi yang mengecewakan.

"Semua lembaga pelaporan utama melaporkan bahwa permintaan akan lebih lemah," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago. "Itu menyebabkan tekanan pada pasar." Bank of America Merrill Lynch menurunkan perkiraan harga Brent menjadi USD63 per barel dari USD68 per barel untuk semester kedua 2019. 

Sementara itu, laporan Badan Informasi Energi AS menyebutkan,  output  minyak dari tujuh formasi utama  shale oil  diperkirakan meningkat sekitar 70.000 barel per hari pada Juli nanti ke rekor 8,52 juta bph.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,18 menjadi USD60,82 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 58 sen (-1,1%) menjadi USD51,93 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga ditutup turun, setelah meluncur dari level tertinggi lebih dari 14 bulan pada sesi sebelumnya. Harga emas tertekan oleh melemahnya ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. Rilis data  output  industri AS yang melebihi perkiraan, serta penjualan ritel dan indeks kepercayaan konsumen yang optimistis, menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed. Investor juga menunggu KTT G20 akhir bulan ini, di mana Presiden AS kemungkinan akan bertemu dengan Presiden China di tengah kekhawatiran bahwa perang dagang AS-China dapat mendorong ekonomi dunia ke dalam resesi.

Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, naik 0,6% menjadi 764,10 ton pada sesi Jumat dari 759,70 ton, Kamis. Harga logam mulia lainnya juga melemah; perak turun 0,3% menjadi USD14,82 per ounce, palladium menyusut 0,4% menjadi USD1.459,01, dan platinum merosot 0,8% menjadi USD793,75.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi USD1.338,90 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun USD1,60 menjadi USD1.342,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author