Bursa Pagi: Global-Regional Bergerak Melemah, Tekanan Koreksi Iringi IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Bergerak Melemah, Tekanan Koreksi Iringi IHSG

Posted by Written on 14 June 2019


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (14/6), bursa saham Asia dibuka cenderung melemah, melanjutkan tren penurunan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, yang diwarnai peningkatan ketegangan di Timur Tengah. AS menuding Iran berada di belakang serangan terhadap dua kapal tanker minyak di Teluk Oman, yang melambungkan harga minyak. Investor global menunggu rilis data produksi industri China periode Mei, yang akan dirilis pagi ini.

Mengawali perdagangan saham hari ini, bursa saham Australia dibuka dengan mencatatkan pelemahan tipis indeks ASX 200 yang berada di kisaran level 6536. Namun indeks saham sektor keuangan anjlok 1,12% terseret penurunan harga saham perbankan. Indeks berlanjut melemah 0,01% (-0,80 poin) di posisi 6.541,60 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,21% (44,43 poin) menjadi 21.076,43 setelah dibuka melemah 0,13%.Indeks Topix juga dibuka menyusut 0,13%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,23%, dan berlanjut menyusut 0,20% ke posisi 2.098,84.

Lanjutkan tren penurunan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,42% (-113,97 poin) ke level 27.180,74 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,08% menjadi 2.913,00.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tekanan pelemahan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah gagal keluar dari tekanan jual pada sesi perdagangan kemarin. IHSG ditutup melemah tipis 0,05% di posisi 6.273, investor asing membukukan penjualan bersih Rp696,57 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan berada di jalur  uptrend  jangka panjang, namun masih berada dalam tekanan koreksi. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan potensi koreksi lanjutan jangka pendek, di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, memanasnya suhu politik di Timur Tengah setelah penyerangan terhadap kapal tanker di Teluk Oman, dan dimulainya sidang gugatan pilpres di MK diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu menguatnya sebagian besar harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan.IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan  support  di level 6.235 dan  resistance  di level 6.310.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : BSDE (Buy, Support: Rp1.360, Resist: Rp1.435), INKP (Buy, Support: Rp7.000, Resist: Rp7.850), AKRA (Buy, Support: Rp4.250, Resist: Rp4.770), WSBP (Buy, Support: Rp396, Resist : Rp408)

  • ETF: R-LQ45X (Buy on Weakness, Support: Rp1.045, Resist: Rp1.056), XMTS (Buy on Weakness, Support: Rp529, Resist: Rp535), XBLQ (Buy on Weakness, Support: Rp497, Resist: Rp502).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir di zona hijau didukung kenaikan harga saham Disney dan sektor energi. Sentimen investor juga terangkat oleh serangkaian pernyataan  dovish  pejabat Federal Reserve, yang mengimbangi ketidakpastian tentang ketegangan perdagangan AS-China. Exxon Mobil, naik hampir 1%, dan Halliburton melonjak 2,8 % terpengaruh insiden serangan tanker minyak di Teluk Oman. AS menuduh Iran berada di balik serangan yang langsung melambungkan harga minyak dunia itu.

Saham Disney melonjak 4,4% setelah Morgan Stanley menaikkan target harga sahamnya dengan mengacu pada layanan baru  streaming yang diyakini akan  meningkatkan jumlah pelanggan global. Saham perusahaan penerbangan melesat; American Airlines melesat 6,4% dan United Continental melonjak 4% menyusul laporan kenaikan harga penerbangan domestik beberapa maskapai.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,39% (101,94 poin) menjadi 26.106,77.

  • S&P 500 meningkat 0,41% (11,80 poin) ke posisi 2.891,64.

  • Nasdaq Composite bertambah 0,57% (44,41 poin) ke level 7.837,13.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,43% menjadi USD25,37.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup di zona hijau,didukung kenaikan indeks saham telekomunikasi menyambut lelang jaringan 5G di Jerman. Insiden tanker di Timur Tengah menyebabkan harga minyak melonjak hampir 3%. Indeks STOXX 600 yaang dibuka turun 0,2%, berakhir menguat 0,16% menjadi 380,33. Sektor  basic resources  memimpin kenaikan setelah melambung 1,6%, dan harga saham media turun sekitar 0,7%.

Jerman meraup 6,55 miliar euro (USD7,4 miliar) dalam lelang layanan seluler 5G, setelah kontes yang berlangsung hampir tiga bulan. Saham penyedia layanan telekomunikasi Jerman 1&1 Drillisch melonjak 5%, dan saham perusahaan induknya United Internet naik 3,6%. PM Luksemburg Xavier Bettel mengatakan tidak akan ada negosiasi ulang kesepakatan Brexit dari Uni Eropa. Sementara itu, kandidat Partai Konservatif Inggrid berlomba untuk menggantikan PM Theresa May, dengan 'menjual' rencana Brexit dengan target yang tinggi.

  • FTSE 100 London naik tipis 0,01% (0,95 poin) di posisi 7.368,57.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,44% (53,37 poin) menjadi 12.169,05.

  • CAC 40 Paris sedikit bertambah 0,01% (0,71 poin) di level 5.375,63.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi cenderung mendatar, karena investor enggan mengambil posisi sebelum rapat kebijakan Federal Reserve pekan depan, dan KTT G20 di Jepang akhir Juni. Laju inflasi yang masih di bawah target 2% dan lemahnya data ekonomi di tengah perang perdagangan AS-China mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve semakin dekat untuk memotong suku bunga. Namun investor enggan terlalu  bearish pada  greenback tanpa konfirmasi lebih lanjut.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi global, menimbulkan kekhawatiran bahwa AS akan mengenakan tambahan tarif impor terhadap Jepang dan Eropa. Euro melemah setelah Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde memperingatkan bahwa meningkatnya ketegangan perdagangan menimbulkan risiko bagi zona euro, dan dapat menyebabkan periode pertumbuhan dan inflasi yang rendah. Indeks dolar, yang mengukur kurs  greenback terhadap enam mata uang negara maju naik tipis 0,01% menjadi 97.013.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12780.0002+0.02%7:19 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.26790.0005+0.04%7:19 PM
Yen (USD-JPY)108.32-0.06-0.06%7:19 PM
Yuan (USD-CNY)6.92160.0039+0.06%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,280.0039.00+0.27%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 13/6/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak naik. Harga minyak ditutup 2,2% lebih tinggi, setelah serangan terhadap dua kapal tanker minyak di Teluk Oman. Serangan di dekat Iran dan Selat Hormuz itu membangkitkan kembali kekhawatiran terhadap kelancaran aliran minyak dari Timur Tengah jika perusahaan asuransi kembali mengurangi cakupan pertanggungan untuk pengiriman melalui wilayah tersebut. Pemilik kapal tanker minyak, DHT Holdings dan Heidmar, dikabarkan telah menangguhkan pemesanan baru ke negara-negara Teluk.

Episode ini juga menimbulkan kekhawatiran akan konfrontasi baru Iran-AS, karena Washington kembali menuding Teheran berada di balik serangan itu. Namun lonjakan harga minyak yang lebih tinggi teredam oleh proyeksi bulanan OPEC bahwa pertumbuhan permintaan minyak mentah global pada tahun ini hanya akan mencapai 70.000 barel per hari (bph), jauh di bawah proyeksi sebelumnya sekitar 1,14 juta bph. Departemen Energi AS juga menurunkan perkiraan permintaan global menjadi 1,2 juta bph, menyusut 200.000 bph dari proyeksi Mei.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 2,2% (USD1,34) menjadi USD61,31 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 2,2% (USD1,14) menjadi USD52,22 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup naik mendekati level tertinggi satu pekan, didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga The Fed setelah rilis data inflasi AS yang moderat, namun penguatan ekuitas membatasi kenaikan tersebut. Rapat kebijakan The Fed dijadwalkan pada 18-19 Juni, dan pasar keuangan memperkirakan setidaknya akan ada dua kali penurunan suku bunga hingga akhir tahun.

Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, naik 0,5% menjadi 759,70 ton pada sesi Rabu, dari 756,18 ton di hari sebelumnya. Harga perak melonjak 1,1% menjadi USD14,90 per ounce, platinum turun 0,3% menjadi USD806,07, dan palladium melesat 2,6% ke level USD1.442,51.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.340,13 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik mendekati 0,5% menjadi USD1.343,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author