Bursa Pagi: Global-Regional Bergerak Turun, IHGS Masih Berpotensi Koreksi

Bursa Pagi: Global-Regional Bergerak Turun, IHGS Masih Berpotensi Koreksi

Posted by Written on 13 June 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (13/6) dibuka cenderung melemah, tertekan oleh tren penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Bursa saham global terbebani oleh meningkatnya kembali kekhawatiran perang dagang dan kejatuhan harga minyak. Investor juga mencermati perkembangan di bursa saham Hongkong yang kemarin anjlok 1,73% dihantam demo yang diwarnai kerusuhan.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan tipis indeks ASX 200, Australia, ditopang kenaikan harga sejumlah komoditas logam di tengah kejatuhan harga minyak. Indeks menguat 0,07% (4,90 poin) di posisi 6.538,60 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,26% (-54,74 poin) ke posisi 21.074,98, setelah dibuka melorot 0,48%, dan Topix anjlok 0,85%, diwarnai kejatuhan harga saham pemasok Apple, Japan Display lebih dari 11,5%. Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka turun 0,25%, di tengah penurunan harga saham SK Hynix lebih dari 2%, dan berlanjut melorot 0,36% ke level 2.101,14.

Melanjutan tren penurunan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,33% (-90,74 poin) menjadi 27.217,72 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,14% ke posisi 2.905,29.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tekanan pelemahan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin. IHSG ditutup turun 0,47% ke level 6.276, dan investor asing membukukan penjualan bersih Rp189,54 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan diwarnai tekanan jual kendati masih mempertahankan pola penguatan jangka panjang. Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi koreksi di area jenuh beli, dan bergerak menuju area jenuh jual akibat aksi  profit taking.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksinya indeks bursa global dan regional akan menjadi sentimen negatif. Sementara itu melemahnya sebagian besar harga komoditas serta posisi indeks yang sudah berada di area jenuh beli akan menjadi tambahan katalis negatif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahan dengan  support  di level 6.240 dan  resistance  di level 6.305.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : SCMA (Buy, Support: Rp1.655, Resist: Rp1.730), JSMR (Buy, Support: Rp5.725, Resist: Rp5.950), INTP (Buy, Support: Rp20.400, Resist: Rp20.900), ADRO (Buy, Support: Rp1.265, Resist : Rp1.305).

  • ETF: XPFT ( SELL , Support: Rp540, Resist: Rp548), XBNI ( SELL , Support: Rp1.100, Resist: Rp1.117), 

    XPSG ( SELL , Support: Rp459, Resist: Rp464).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi kembali berakhir dengan membukukan penurunan, terbebani kejatuhan harga saham terkait minyak bumi dan perbankan, di tengah kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dan perang dagang AS-China. Rilis Indeks Harga Konsumen AS periode Mei naik 0,1% dibandingkan bulan sebelumnya, namun secara tahunan masih di bawah target 2% The Fed. Investor juga merisaukan perkembangan perdagangan global, setelah Presiden AS Donald Trump, mengatakan akan menahan kesepakatan perdagangan dengan China.

Harga saham Facebook turun 1,7%, setelah  Wall Street Journal  melaporkan keterkaitan CEO Mark Zuckerberg dengan praktik privasi yang berpotensi bermasalah. Produsen minyak Marathon Oil dan Apache anjlok sekitar 3% terpukul oleh laporan persediaan minyak AS yang  bearish . Perusahaan jasa perminyakan Halliburton dan Transocean masing-masing rontok 4,5% dan 6,9%. persen. Saham Goldman Sachs merosot 2,3%, dan Citigroup turun 1,6% karena imbal hasil US Treasury 10 tahun melemah menjadi 2,12%.

  • Dow Jones Industrial Average melemah 0,17% (-43,68 poin) di posisi 26.006,83.

  • S&P 500 berkurang 0,2% (-5,88 poin) menjadi 2.879,84.

  • Nasdaq Composite Index turun 0,38% (-29,85 poin) ke level 7.792,72.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,28% menjadi USD25,48.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup melemah, setelah AS dan China kembali memperlihatkan sikap yang keras dalam menyikapi perselisihan dagang mereka. Indeks STOXX 600 turun 0,30% menjadi 379,74, dipimpin penurunan harga saham migas sebesar 2,1%, persen, dan saham perbankan merosot 1,1%. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi, dan Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde kembali memperingatkan tentang dampak sengketa perdagangan global.

Kubu oposisi, Partai Buruh, Inggris mengumumkan rencana untuk memperkenalkan undang-undang parlementer guna memblokir keluarnya negara itu dari Uni Eropa tanpa kesepakatan. Saham raksasa teknologi Prancis Dassault Systemes anjlok 1,1%, setelah menyetujui akuisisi Medidata Solutions. Saham  publisher  Jerman, Axel Springer, melesat 11,5% karena mendapat tawaran akuisisi dari perusahaan ekuitas AS, KKR. Saham  bluechip  Eropa, British American Tobacco (BAT) rontok hampir 4% karena kemungkinan penurunan tajam dalam penjualan rokok global.

  • FTSE 100 London turun 0,42% (-30,83 poin) menjadi 7.367,62.

  • DAX 30 Frankfurt berkurang 0,33% (-40,13 poin) ke poisi 12.115,68.

  • CAC 40 Paris melorot 0,62% (-33,53 poin) ke level 5.374,92.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dan ekspektasi kebijakan suku bunga AS.  Greenback  masih mendapatkan dorongan dari suku bunga yang relatif lebih tinggi ketimbang di Eropa. The Fed diperkirakan tidak akan memangkas suku bunga dalam rapat 18-19 Juni mendatang. Dolar sempat melemah karena indeks harga konsumen AS periode Mei naik 0,1%, IHK inti menguat 0,1% dalam empat bulan berturut-turut.

Pasar menunggu rilis data penjualan ritel yang akan dirilis Jumat besok. Euro melemah terpengaruh oleh pernyataan Trump yang mempertimbangkan sanksi atas proyek pipa gas alam Nord Stream 2 Rusia dan memperingatkan Jerman agar tidak menggantungkan kebutuhan energinya pada Rusia. Indeks dolar, yang mengkur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju naik 0,32% menjadi 97,00.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12940.0007+0.06%7:21 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.26930.0004+0.03%7:21 PM
Yen (USD-JPY)108.49-0.01-0.01%7:21 PM
Yuan (USD-CNY)6.91770.0063+0.09%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,241.002.50+0.02%4:48 AM

Sumber : Bloomberg.com, 12/6/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi meluncur turun. Harga minyak longsor hingga 4% tertekan oleh kenaikan stok minyak mentah AS dan prospek suram permintaan minyak global. Badan Informasi Energi (EIA) AS melaporkan stok minyak mentah domestik naik secara tak terduga selama dua pekan berturut-turut, sebesar 2,2 juta barel pada pekan lalu, jauh di atas proyeksi penurunan 481.000 barel.

Stok minyak komersial AS berada di level tertinggi sejak Juli 2017, di posisi 485,5 juta barel, sekitar 8% di atas rata-rata 5 tahun terakhir. Sebelumnya, EIA memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia 2019, yang juga menekan harga minyak berjangka. Goldman Sachs mengatakan prospek makroekonomi yang tidak pasti dan produksi minyak yang tidak menentu dari Iran dan lainnya dapat menyebabkan OPEC untuk meneruskan kebijakan pengurangan pasokan.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD2,32 (-3,7%) menjadi USD59,97 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD2,13 (-4,0%) menjadi USD51,15 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat menunggangi pelemahan di pasar ekuitas dan spekulasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga tahun ini di tengah kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global. Harga saham Wall Street merosot setelah Trump mengatakan tidak tertarik melanjutkan perundingan perdagangan dengan China kecuali Beijing menyetujui empat atau lima "poin utama."

Indeks harga konsumen AS hampir tidak naik pada bulan lalu, meningkatkan tekanan pada The Fed untuk memangkas suku bunga tahun ini. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, Selasa lalu turun menjadi 756,18 ton dari 756,42 ton. Harga perak naik 0,6% menjadi USD14,78 per ounce, platinum turun 0,5% menjadi USD808,75, dan palladium naik 1,0% menjadi USD1.408,51.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.332,77 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik USD 5,60 (0,4%) menjadi USD1.336,80 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author