Bursa Sore: IHSG Unjuk Kekuatan, Bursa Regional Terdorong Stimulus China

Bursa Sore: IHSG Unjuk Kekuatan, Bursa Regional Terdorong Stimulus China

Posted by Written on 11 June 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terus menguat ke zona hijau pada perdagangan hari Selasa (11/6). IHSG melaju +0,26 persen (+16 poin) ke level 6.305.

Indeks LQ45 +0,03% ke 1.002. Indeks IDX30 -0,09% ke level 551. IDX80 -0,02% ke 142. Indeks JII -0,31% ke posisi 674. Indeks Kompas100 +0,19% ke 1.278. Indeks Sri Kehati -0,15 persen ke 397 dan Indeks SMInfra18 -0,49 persen ke level 334.

Saham-saham teraktif: MNCNBBCABBRIANTMTLKMPTBAERAA

Saham-saham top gainers LQ45: ERAATPIAINCOICBPPTPPINDFMNCN

Saham-saham top losers LQ45: SCMAPTBAADROTLKMASIIINDYBBTN

Nilai transaksi mencapai Rp8,06 triliun. Volume trading sebanyak 116,29 juta lot saham. Investor asing membukukan beli bersih Rp241,50 miliar.

Nilai tukar rupiah naik tipis +0,07% ke level Rp14.235 terhadap USD (04.00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia menguat pada akhir perdagangan hari Selasa (11/6). Bursa China menjadi lokomotif penguatan. Market Asia tertolong keputusan AS menunda tarif impor terhadap produk asal Mexico seiring kesepakatan AS dan Mexico mengatasi imigran gelap asal Amerika Tengah.

"Kesepakatan AS dan Mexico bersifat sementara bagi pasar saham karena masalah yang lebih besar adalah konflik dagang AS dan China yang masih belum selesai," kata Masahiro Ichikawa, Analis Senior pada Sumitomo Mitsui DS Asset Management.

Menurut dia market akan gugup sampai KTT G-20 berlangsung. "Tidak ada jaminan masalah akan membaik bahkan jika para pemimpin AS dan China bertemu di KTT," tambahnya.

Pasar saham Jepang berakhir di zona positif setelah sempat melemah di awal sesi. Indeks Topix naik 0,54 persen. Sedangkan Indeks Nikkei 225 ke zona hijau.

Bursa saham China bergerak menguat signifikan di akhir sesi. Indeks Shenzhen Component naik 3,74 persen, finis ke level 9.037,67. Indeks CSI300 yang menghimpun emiten-emiten kelas kakap China menguat 3,01 persen ke posisi 3.719,28.
Market saham China naik signifikan setelah kantor berita China, Xinhua memberitakan bahwa pemerintah negara tersebut akan mengizinkan pemerintah daerah menerbitkan surat utang khusus guna membiayai proyek investasi tertentu.
Di bursa Hong Kong, Indeks Hang Seng ke zona hijau. Indeks saham tersebut menguat 0,83 persen pada final perdagangan. Harga saham China Construction Bank menguat 1,43 persen.
Seiring penguatan saham unggulan, pasar saham Korsel ke area positif. Indeks Kospi menguat 0,54 persen ke posisi 2.111. Harga saham LG Electronics naik 6,03 persen. Penguatan juga terjadi di pasar saham Australia setelah Indeks ASX200 naik 1.54 persen seiring kenaikan seluruh sektor saham.
Di pasar finansial, Indeks dolar AS melaju ke level 96,751 dibandingkan level sesi sebelumnya pada posisi 96,728. Nilai tukar yen turun tipis ke posisi 108,55 terhadap USD dibanding posisi sesi sebelumnya di level 108,34. Dolar Australia drop di posisi $0,6958 setelah terkoreksi dari level $0,7000 di sesi sebelumnya.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,33% ke posisi 21.204.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,76% ke level 27.789.
Indeks Shanghai (China) +2,58% pada level 2.925.
Indeks Straits Times (Singapura) +0,60% ke level 3.207.

Bursa Eropa
Market saham Eropa menguat di menit-menit awal pada perdagangan hari Selasa (11/6) pagi waktu setempat. Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tarif impor segera diberlakukan terhadap barang asal China senilai USD 300 miliar jika Presiden China Xi Jinping tidak hadir pada pertemuan negara-negara G-20 bulan ini.
Indeks DAX (Jerman) +1,24% ke posisi 12.194.
Indeks FTSE (Inggris) +0,47% pada level 7.409.
Indeks CAC (Perancis) +0,49 di posisi 5.408.

Minyak
Harga minyak bergerak naik pada perdagangan sesi sore, hari Selasa (11/6) di pasar komoditas Asia. Pergerakan harga ini terjadi di tengah ekspektasi bahwa OPEC dan aliansinya akan mempertahankan suplai guna mencegah jatuhnya harga.
Minyak Brent naik 27 sen ke harga USD 62,56 per barel (07:07 GMT/ 14:07 WIB). Sedangkan minyak WTI melaju 49 sen ke harga USD 53,75 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author