Bursa Pagi: Global-Regional Bergerak Naik, Laju IHSG Berpotensi Profit Taking

Bursa Pagi: Global-Regional Bergerak Naik, Laju IHSG Berpotensi Profit Taking

Posted by Written on 11 June 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa 11/6, dibuka  mixed , berusaha melanjutkan tren kenaikan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang merespon penangguhan tarif impor Meksiko oleh Washington. Namun pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang disertai ancaman, tentang upaya perundingan dagang dengan China, menimbulkan kekhawatiran di bursa Asia.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan lonjakan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,8% setelah dibuka kembali dari libur panjang akhir pekan, didukung kenaikan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks melaju 1,09% (70,50 poin) ke level 6.514,40 pada pukul 8:30 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak menguat 0,20% (42,14 poin) menjadi 21.176,56, setelah dibuka melemah 0,13%, di tengah apresiasi yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka cenderung mendatar diwarnai kejatuhan harga saham Hyundai sebesar1,05%, dan berlanjut menguat tipis 0,07% di posisi 2.100,97.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,18% (49,42 poin) di posisi 27.628,06 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka naik 0,27% menjadi 2.859,85.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah berhasil mengawali pekan ini dengan melanjutkan reli sejak sebelum libur panjang Lebaran. IHSG kemarin ditutup melesat 1,3% ke level 6.289, investor asing  net buy  Rp480,82 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan berpotensi mengalami koreksi diwarnai aksi ambil untung, setelah mampu keluar dari fase konsolidasi dengan didukung  capital inflow,  namun masih rentan koreksi minor. Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi koreksi di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, meredanya kekhawatiran investor seiring tercapainya kesepakatan AS dan Meksiko terkait penangguhan tarif impor diprediksi akan menjadi sentimen positif. Sementara itu berlanjutnya penguatan nilai tukar rupiah serta kenaikan harga beberapa komoditas seperti nikel, timah, batu bara diprediksi akan menambah katalis positif di pasar. Sementara itu IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan rentang  support  di level 6.240 dan  resistance  di level 6.335.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: SSIA (Buy, Support: Rp600, Resist: Rp645), RALS (Buy, Support: Rp1.660, Resist: Rp1.780), 

    INCO (Buy, Support: Rp2.730, Resist: Rp2.870), PPRO (Buy, Support: Rp118, Resist : Rp128).

  • ETF: XISI (Buy, Support: Rp349, Resist: Rp366), XISC (Buy, Support: Rp754, Resist: Rp791), 

    XIPI (Buy, Support: Rp169, Resist: Rp176).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, setelah Washington mencapai kesepakatan dengan Meksiko tentang tarif impor. Trump mengumumkan penangguhan usulan tarif untuk impor Meksiko tanpa batas waktu. Saham GM dan Ford, yang mengalami tekanan hebat perang dagang karena produksi mereka Meksiko, masing-masing melonjak 1,5% dan 0,6%.

Namun AS masih terlibat dalam negosiasi perdagangan yang sulit dengan China. Trump mengatakan, masih mengharapkan akan bertemu PM China Xi Jinping, pada KTT G20 mendatang, dan memperingatkan akan mengenakan tarif baru jika Xi tidak muncul. Ia juga mengkritik The Fed, karena menaikkan suku bunga terlalu cepat. Bank of America, Citigroup dan Goldman Sachs melesat sedikitnya 2% karena imbal hasil US Treasury meningkat. Apple, Amazon, dan Alphabet naik lebih dari 1%.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,3% (78,74 poin) menjadi 26.062,68.

  • S&P 500 meningkat 0,5% (13,39 poin) ke posisi 2.886,73.

  • Nasdaq Composite melaju 1,1% (81,07 poin) ke level 7.823,17.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,63% menjadi USD25,65.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup lebih tinggi, setelah Trump menangguhkan penerapan tarif impor Meksiko. Indeks STOXX 600 naik 0,21% menjadi 378,27, saham-saham sektor sumber daya dasar memimpin kenaikan dengan melonjak 1,2%, sedangkan utilitas turun 0,7%. Rilis data ekonomi Inggris menunjukkan kontraksi tajam pada April lalu, karena penurunan produksi mobil akibat faktor Brexit.

Fiat Chrysler (FCA) dan Renault sedang mencari cara untuk menjalankan kembali rencana merger dan mengamankan persetujuan mitra aliansi Renault, Nissan. Saham FCA melonjak 2%, Renault melesat 2,3%. Perusahaan bioteknologi Denmark, Novozymes rontok 6,7%, sedangkan produsen vakum Swiss, Vat Group, melambung 3,9%. Bursa saham Jerman libur.

  • FTSE 100 London melaju 0,59% (43,60 poin) ke level 7.375,54.

  • CAC 40 Paris naik 10,34% (8,45 poin) menjadi 5.382,50.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat setelah AS dan Meksiko mencapai kesepakatan untuk menghindari tarif. Trump mengancam akan mengenakan tarif impor 5% mulai Senin, jika Meksiko tidak berkomitmen memperketat perbatasan.Meksiko setuju untuk memperluas program suaka dengan cepat dan mengerahkan pasukan keamanan untuk membendung arus migran Amerika Tengah ke perbatasan AS.

Rilis data ketenagakerjaan AS periode April menunjukkan prospek yang lebih cerah, dengan sedikit penurunan lowongan pekerjaan karena lonjakan perekrutan ke rekor tertinggi. Euro merosot setelah tersiar kabar bahwa Bank Sentral Eropa sangat mungkin menurunkan suku bunga jika ekonomi zona euro stagnan lagi setelah tumbuh 0,4% pada kuartal pertama. Indeks dolar, yang mengukur kurs  greenback terhadap enam mata uang negara maju, naik 0,21% menjadi 96,7585.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13150.0003+0.03%8:07 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.26880.0003+0.02%8:07 PM
Yen (USD-JPY)108.39-0.06-0.06%8:07 PM
Yuan (USD-CNY)6.93110.0213+0.31%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,250.00-19.00-0.13%4:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, 10/6/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun lebih dari 1%. Ketegangan perdagangan AS-China terus mengancam permintaan minyak mentah. Produsen minyak utama Arab Saudi dan Rusia juga belum sepakat untuk memperpanjang kesepakatan pengurangan produksi.

Impor minyak mentah China merosot menjadi sekitar 40,23 juta ton pada Mei, dari level tertinggi sepanjang masa 43,73 juta ton pada April, karena penurunan impor Iran akibat sanksi AS dan pemeliharaan kilang. Data Badan Informasi Energi ASmenyebutkan produksi minyak mentah AS melonjak ke rekor mingguan di posisi 12,4 juta barel per hari, sementara stok minyak mentah melesat mendekati level tertinggi dua tahun pada pekan lalu.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1 (1,6%) menjadi USD62,29 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 73 sen (1,4%) menjadi USD53,26 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi anjlok lebih dari 1%, tergelincir dari level tertinggi 14 bulan, setelah keputusan Trump untuk tidak mengenakan tarif perdagangan terhadap Meksiko. Indeks saham MSCI di seluruh dunia melonjak lebih dari 1% menyambut keputusan tersebut.

Harga emas masih didukung oleh ekpsektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga tahun ini, karena data ekonomi AS yang lemah dan sengketa perdagangan China-AS mengaburkan prospek ekonomi global. 

Harga palladium naik hampir 2% menjadi USD1.383,50 per ounce, platinum turun 0,7% menjadi USD800,50, dan perak anjlok 1,6% menjadi USD14,76.

  • Harga emas di pasar spot turun 1,1% menjadi USD1.326,13 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 1,2% menjadi USD1.329,3 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author