Bursa Pagi: Asia Dibuka Naik, Koreksi Pasca Libur Bayangi Laju IHSG

Bursa Pagi: Asia Dibuka Naik, Koreksi Pasca Libur Bayangi Laju IHSG

Posted by Written on 10 June 2019


Ipotnews - Mengawali pekan ini, Senin (10/6), bursa saham Asia dibuka naik, melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu.Presiden AS Donald Trump mengumumkan, tidak akan menerapkan tarif terhadap impor barang Meksiko pada Jumat lalu. Bursa saham Australia hari ini libur.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan lompatan indeks Nikkei 225, Jepang sebesar 1,15%, dan kenaikan indeks Topix sebesar 1,01%. Rilis data ekonomi kuartal I, Jepang memperlihatkan kenaikan 2,2% (yoy), melebihi estimasi kenaikan 2,1%. Indeks berlanjut melaju 1,17% (243,41 poin) ke level 21.128,12 pada pukul 8:00 WIB

Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan naik 0,57% menjadi 2.084,17, setelah dibuka menguat 0,63%, di tengah kenaikan harga saham SK Hynix sekitar 1%. Saham Kia Motors melesat 3,28%, seiring kenaikan harga saham otomotif Jepang dan Korea Selatan pasca pernyataan pembatalan penerapan tarif impor barang Meksiko oleh Trump. Harga saham Toyota naik 1,23% dan Nissan melonjak 1,33%.

Melanjutkan tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik, mencapai 0,91% (246 poin) ke level 27.211,28 pada pukul 8:45 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,26% ke posisi 2.835,03.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini akan dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham global dan regional, setelah libur panjang Lebaran. Pada akhir Mei lalu,IHSG ditutup dengan membukukan lonjakan sebesar 1,72% ke level 6.209.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG akan melanjutkan tren kenaikan, ditopang oleh sentimen positif terkait rilis data BPS hari ini dan  capital inflow , dengan dibayangi kemungkinan koreksi minor pasca libur panjang.  Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi  bullish continuation di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, ekspektasi investor akan adanya penurunan suku bunga acuan oleh The Fed pada bulan Juni dan Juli akibat melambatnya data tenaga kerja Amerika diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu menguatnya nilai tukar rupiah serta beberapa harga komoditas seperti minyak mentah dan emas diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif bagi indeks.

Selain itu investor juga akan mencermati rilisdata inflasi pada bulan Mei yang menurut konsensus akan berada di level 3,17%  yoy . Sementara itu IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan rentang  support  di level 6.110 dan  resistance  di level 6.312.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: WSBP (Buy, Support: Rp390, Resist: Rp406), BBNI (Buy, Support: Rp8.200, Resist: Rp8.600), 

    KLBF (Buy, Support: Rp1.360, Resist: Rp1.450), PTPP (Buy, Support: Rp1.880, Resist : Rp2.060).

  • ETF: XIIC (Buy, Support: Rp1.108, Resist: Rp1.163), XPID (Buy, Support: Rp526, Resist: Rp552), 

    XIJI (Buy, Support: Rp658, Resist: Rp688).



Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat, di tengah rilis data pelemahan ekonomi AS yang meningkatkan peluang pelonggaran moneter the Fed. Data lapangan kerja AS periode Mei naik 75.000, jauh di bawah ekspektasi kenaikan 180.000. Pertumbuhan upah juga melambat. CME Group's FedWatch mengindikasikan 27,5% pelaku pasar memperkirakan, the Fed akan memangkas suku bunga acuan di bulan Juni, naik dari sebelumnya 16,7%. Sementara 79% memperkirakan penurunan suku bunga tersebut akan terjadi pada Juli.

Harga saham Apple dan Microsoft melemah masing-masing 2,5 persen. Sementara secara mingguan saham Apple dan Microsoft naik lebih dari 2,5%. Saham-saham unggulan sektor perbankan turun; Citigroup, JP Morgan dan Bank of America turun masing-masing 1%. Imbal hasil US Treasury 10 tahun. Indek s Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq, masing-masing naik 4,7%, 4,4% dan 3,9% dibanding pekan sebelumnya.

  • Dow Jones Industrial Average naik 1,02% (263,28 poin) menjadi 25.983,94

  • S&P 500 melaju 1,05% (29,85 poin) ke posisi 2.873,34.

  • Nasdaq Composite melonjak 1,66% (126,55 poin) ke level 7.742,10.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,71% menjadi USD25,49.

Bursa saham utama Eropa juga menutup pekan lalu dengan kenaikan. Bursa saham Paris menjadi lokomotif kenaikan seiring harapan banyak investor bahwa bank sentral global akan menopang pertumbuhan dengan kebijakan akomodatif. Indeks STOXX 600 naik 0,9% menjadi 377,48, dipimpin kenaikan harga saham perusahaan asuransi Belanda, ASR yang melejit 5,8%. Saham Sanofi, memimpin kenaikan di bursa Paris sebesar 4,4%. Saham-saham kimia memimpin kenaikan sektoral, sebesar 1,1%.

Bundesbank memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Jerman dan zona Eropa serta menyatakan 60% bank sentral di Eropa akan memangkas suku bunga acuan 10 bps pada akhir tahun. Sementara pertumbuhan lapangan kerja AS periode Mei yang turun tajam memberikan harapan penurunan suku bunga di AS pada 2019. 

Saham perusahaan real estat turun 0,6%, harga saham Wohnen rontok 8,5% setelah Morgan Stanley memangkas rating perusahaan tersebut.

  • FTSE 100 London meningkat 0,99% (72,09 poin) menjadi 7331,94.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,77% (92,24 poin) ke posisi 12.045,38.

  • CAC 40 Paris melesat 1,62% (85,62 poin) ke level 5.364,05

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu berakhir tersungkur di posisi terendah sejak 26 Maret lalu, terpukul oleh rilis data lapangan kerja AS periode Mei. 

Lapangan kerja di AS turun tajam dan tingkat upah tumbuh lebih kecil dari perkiraan, menopang proyeksi pemangkasan suku bunga the Fed tahun ini. Kenaikan ekspektasi penurunan suku bunga telah menekan dolar AS, turun 1,2% sepanjang pekan lalu.

Kondisi tersebut memperlihatkan hilangnya momentum aktivitas ekonomi yang menyebar ke pasar tenaga kerja, mengindikasikan ekonomi AS telah kehilangan momentum di kuartal kedua tahun ini. Indeks dolar AS yang mengukur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju turun 0,52% menjadi USD95,544.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13340.0058+0.51%6/7/2019
Poundsterling (GBP-USD)1.27370.0043+0.34%6/7/2019
Yen (USD-JPY)108.19-0.21-0.19%6/7/2019
Yuan (USD-CNY)6.90980.0002+0.00%6/7/2019
Rupiah (USD-IDR)14,269.00-141.00-0.98%5/31/2019

Sumber : Bloomberg.com


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup menguat. Namun secara mingguan, harga minyak telah memasuki pekan penurunan ketiga berturut-turut. Arab Saudi mengatakan OPEC mendekati kesepakatan untuk memperpanjang pemangkasan produksi sebanyak 1,2 juta barel per hari, setelah Juni nanti.

Commerzbank memangkas proyeksi harga minyak seiring pelemahan data ekonomi dan konflik dagang yang meluas. Pada kuartal III, harga minyak Brent diproyeksi turun menjadi USD 66 per barel dari proyeks sebelumnya sebesar USD 73 per barel.

  • Harga minyak berjangka Brent naik 2,7% menjadi USD63,33 per barel.

  • Harga minyak berjangka WTI naik 2,7% menjadi USD 53,99 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange mengakhiri pekan lalu dengan membukukan kenaikan, menuju ke penguatan tertinggi sejak April 2018. Kenaikan harga emas memanfaatkan pelemaahan dolar AS yang tertekan olehrilis data lapangan kerja di AS periode Mei yang menurun tajam dan pertumbuhan tingkat upah yang di bawah ekspektasi. Pasar memperkirakan the Fed akan menurunkan suku bunga di tahun ini.

Selama dua pekan terakhir harga emas sudah naik 3%, di jalur kenaikan tertinggi mingguan sejak April 2016. Harga perak juga naik 1,3% menjadi USD15,04 per ounce, platinum naik 0,2% menjadi USD805, palladium naik 0,6% menjadi USD 1.359,16.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,6% menjadi USD 1.343,07 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik USD3,40 menjadi USD 1.346,10 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author