Bursa Sore: Sudah Jenuh Jual, IHSG Bangkit di Awal Pekan

Bursa Sore: Sudah Jenuh Jual, IHSG Bangkit di Awal Pekan

Posted by Written on 20 May 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menjauh dari zona merah pada akhir perdagangan hari Senin (20/5) seiring jenuh jual yang terjadi dalam sepekan terakhir. IHSG melaju +1,38 persen (+80 poin) ke level 5.907.

Pemerintah AS menghapus tarif impor terhadap produk impor asal Kanada. Hal tersebut memunculkan spekulasi AS akan menerapkan kebijakan serupa di market Asia yang pada gilirannya mengendurkan kekhawatiran terhadap perang dagang.

Indeks LQ45 +1,89% ke 917. Indeks IDX30 +1,90% ke level 507. IDX80 +2,03% ke 129. Indeks JII +2,22% ke posisi 620. Indeks Kompas100 +1,59% ke 1.179. Indeks Sri Kehati +2,18 persen ke 363 dan Indeks SMInfra18 +1,83 persen ke level 304.

Saham-saham teraktif: BBRISRILMNCNCPRITLKMBBCAESTI

Saham-saham top gainers LQ45: CPINSMGRINKPTKIMKLBFJSMREXCL

Saham-saham top losers LQ45: BRPTGGRMBBRIHMSPUNTRAKRAWSKT

Nilai transaksi mencapai Rp7,14 triliun. Volume trading sebanyak 133,91 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp642,81 miliar.

Nilai tukar rupiah stagnan ke level Rp14.450 terhadap USD (04.00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak menguat di sesi pagi pada perdagangan hari Senin (20/5) di tengah munculnya perkembangan ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan. Para pemodal rehat sejenak dari sentimen eskalasi konflik dagang AS dan China.

Pada Jumat pekan lalu, AS mengumumkan akan menghapus tarif impor terhadap produk baja dan alumunium dari Kanada, mendorong pemerintah Kanada cepat meratifikasi kesepakatan baru perjanjian perdagangan Amerika Utara.

"Para pelaku pasar mungkin berpandangan bahwa barangkali strategi serupa akan diterapkan terhadap Asia," kata McCafferty, Kepala Riset Nomura seperti dilansir Reuters.

Indeks MSCI Asia Pasifik menguat 0,54 persen.

Bursa saham China terkoreksi saat sesi berakhir. Indeks Shenzhen Composite turun 0,75 persen. Indeks Shenzhen Component melorot 0,93 persen. Adapun di bursa saham Hong Kong, laju Indeks Hang Seng juga terhambat sehingga menuju ke zona negatif.

Market saham Jepang menghijau setelah Indeks Nikkei 225 melaju positif. Indeks Topix naik tipis ke level 1.554,92. Saham unggulan, Fast Retailing dan Softbank Group melaju positif menjadi penopang market Jepang.
Pertumbuhan ekonomi Jepang naik 21, persen di kuartal pertama. GDP Jepang tersebut melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan turun 0,2 persen.
Indeks Kospi di bursa Korsel flat berakhir ke posisi 2.055,71. Indeks ASX200 di bursa Australia menguat 1,74 persen ke level 6.476,10. Koalisi konservatif Australia mengamankan mayoritas kursi parlemen pada pemilu hari Senin dalam sebuah kemenangan yang terduga.
Adapun di pasar finansial, Indeks dolar AS bangkit ke level 98,027 dibandingkan level pekan kemarin pada posisi 97,2. Nilai tukar yen melemah ke posisi 110,15 terhadap USD dibanding posisi pada sesi pekan di level 109,2. Dolar Australia melemah di posisi $0,6926 setelah jatuh dari level $0,696 di pekan lalu.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,24% ke posisi 21.301.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,57% ke level 27.787.
Indeks Shanghai (China) -0,41% pada level 2.870.
Indeks Straits Times (Singapura) -0,77 ke level 3.205.

Bursa Eropa
Market saham Eropa di zona merah di menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (20/5) pagi waktu setempat.
Indeks DAX (Jerman) -0,11% di posisi 12.224.
Indeks FTSE (Inggris) -0,03% pada level 7.346.
Indeks CAC (Perancis) -0,22% ke posisi 5.426.

Minyak
Harga minyak menguat pada perdagangan sesi sore, hari Senin (20/5) di pasar komoditas Asia. OPEC mengisyaratkan kemungkinan akan mempertahankan kebijakan pemangkasan produksi. Kebijakan tersebut telah mendongkrak harga tahun ini.
Minyak Brent naik 90 sen ke harga USD 73,11 per barel (13:04 WIB). Sedangkan minyak WTI menanjak 71 sen ke harga USD 63,47 per barel.


(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author