Bursa Pagi: Global-Regional Rontok, IHSG Bearish di Area Jenuh Jual

Bursa Pagi: Global-Regional Rontok, IHSG Bearish di Area Jenuh Jual

Posted by Written on 14 May 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (14/5) dibuka di zona merah, melanjutkan tren penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, seiring meningkatnya ketegangan perang dagang AS-China. Beijing membalas tarif impor yang diterapkan Washington dengan merencanakan penerapan tarif tambahan terhadap impor produk AS mulai Juni nanti.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka tergelincir 1,13% dengan menenggelamkan hampir semua sektor di zona merah, di tengah pelemahan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Penurunan indeks berlanjut 1,15% (72,30 poin) ke posisi 6.225,30 pada pukul 8;15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang terperosok 1,48% (-313,02 poin) ke level 20.878,26, setelah dibuka terjungkal 1,8% diwarnai kejatuhan harga saham Softbank Group sebesar 5,6%. Indeks Topix juga dibuka rontok 1,8%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melorot 0,76%, di tengah penurunan harga saham Samsung Electronic dan SK Hynix sebesar 1,29% dan 1,90%, dan berlanjut turun 0,41% menjadi 2.070,50.

Melanjutkan tekanan pelemahan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka terjerembab 1,99% (-569,55 poin) ke level 27.980,69 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka turun 0,36% menjadi 2,893,27.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan tajam indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah gagal bertahan di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin. IHSG ditutup terpangkas 1,19% ke level 6.135.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan berusaha bertahan di zona hijau didukung sentimen positif rilis data penjualan sepeda motor yang positif, dengan harga saham yang cenderung murah, setelah mengalami penurunan tajam. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi bearish continuation di area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kekhawatiran investor terkait tingginya tensi perang dagang antara Amerika dan China - setelah China mengumumkan tarif balasan terhadap barang-barang asal Amerika senilai US$ 60 miliar yang akan berlaku pada awal Juni ini, serta turunnya mayoritas harga komoditas - diprediksi akan memberikan sentimen negatif di pasar. Selain itu kembali tertekannya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga akan menambah katalis negatif untuk indeks. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan rentang support di level 6.075 dan resistance di 6.190.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ACES (Buy, Support: Rp1.600, Resist: Rp1.650), TLKM (Buy on Weakness, Support: Rp3.720, Resist: Rp3.820), GGRM (Buy on Weakness, Support: Rp81.200, Resist: Rp83.000), RALS (Buy, Support: Rp1.770, Resist : Rp1.810).

  • ETF: XIIC ( SELL , Support: Rp1.091, Resist: Rp1.116), XPDV ( SELL , Support: Rp474, Resist: Rp485), 

    XIJI ( SELL , Support: Rp642, Resist: Rp670).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan tajam, setelah China memutuskan untuk menaikkan tarif impor terhadap beberapa barang AS, sehingga membangkitkan kembali kekhawatiran sengketa perdagangan itu bisa memburuk lebih lanjut. China menyatakan akan menaikkan tarif impor senilai USD60 miliar, mulai 1 Juni nanti, antara lain terhadap berbagai produk pertanian AS. Beijing mengatakan keputusan AS menaikkan tarif impor produk China senilai USD200 juta membahayakan kepentingan kedua negara dan tidak memenuhi "ekspektasi umum masyarakat internasional."

Saham Caterpillar anjlok 4,6%, Apple terperosok 5,8%. Saham Boeing terjungkal 4,9% di tengah spekulasi bahwa China akan membidik pabrikan pesawat itu dalam perang dagang. Sektor utilitas dan real estat, adalah satu-satunya yang ditutup lebih tinggi. Imbal hasil US Treasury 10-tahun melorot menjadi 2,39%, sementara obligasi tenor 2-tahun turun menjadi 2,17%. Sepanjang pekan lalu, S&P 500 dan Nasdaq sudah turun 2,2% dan 3%, sedangkan Dow Jones menyusut 2,1%.

  • Dow Jones Industrial Average rontok 2,38% (-617,38 poin) ke level 25.324,99.

  • S&P 500 tergerus 2,41% (-69,53 poin) ke posisi 2.811,87.

  • Nasdaq Composite Index longsor 3,41%(-269,92 poin) menjadi 7.647,02.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 3,46% menjadi USD23,45.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir melemah, terpukul oleh aksi balasan Beijing terhadap Washington dengan mengenakan tarif tambahan terhadap beberapa impor produk AS mulai 1 Juni nanti. Indeks STOXX 600 merosot 1,21% menjadi 372,57 dipimpin kejatuhan harga saham otomotif dan pertambangan dasar. 

Perundingan perdagangan negosiator AS dan China, Jumat pekan lalu, berakhir tanpa kesepakatan, tak lama setelah AS menaikkan tarif impor menjadi 25 persen terhadap barang-barang China senilai USD200 miliar.

Saham pemasok energi terbesar di Inggris, Centrica, naik 3%, setelah mengumumkan kenaikan pendapatan kotor 54% dalam empat bulan pertama 2019. Saham raksasa industri Jerman Thyssenkrupp tergerus lebih dari 8% setelah kegagalan merger dengan Tata Steel di tengah tekanan dari Uni Eropa, dan produsen perangkat medis Denmark, Ambu, rontok 10%.

  • FTSE 100 London melorot 0,55% (-39,61 poin) menjadi 7.163,68.

  • DAX 30 Frankfurt terperosok 1,52% (-183,18 poin) ke level 11.876,65.

  • CAC 40 Paris terjungkal 1,22% (-64,87 poin) ke posisi 5.262,57.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup sedikit melemah. Meningkatnya ketegangan AS-China mendorong kekhawatiran bahwa China akan menjual kepemilikan US Treasury-nya sebagai balasan atau taktik negosiasi melawan AS. Yuan jatuh ke level terendah sejak Desember, setelah Beijing berencana mengenakan tarif lebih tinggi pada barang-barang AS senilai USD60 miliar.

Yuan melemah menjadi 6,92 per dolar AS, level terendah sejak 24 Desember. Ancaman China menekan dolar AS terhadap yen Jepang dan franc Swiss, serta sempat melemah terhadap euro, sebelum membalikkan kerugian. Euro menguat terhadap dolar karena zona euro memiliki surplus neraca pembayaran. Sterling tergelincir ke level terendah dalam dua pekan di tengah kekhawatiran bahwa parlemen Inggris akan gagal mencapai kesepakatan lintas partai tentang Brexit. Indeks dolar AS turun tipis 0,01% menjadi 97,319.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12310.0009+0.08%7:15 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2953-0.0005-0.04%7:15 PM
Yen (USD-JPY)109.24-0.06-0.05%7:15 PM
Yuan (USD-CNY)6.87840.0523+0.77%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,423.0096.50+0.67%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 13/5/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, tertekan kebuntuan perundingan perdagangan AS-China. Harga minyak juga tertekan oleh kejatuhan saham dan aset berisiko lainnya karena investor pindah ke aset safe-haven seperti obligasi US Treasury merespon perang dagang AS-China yang memanas kembali. Investor khawatir perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia itu dapat meningkat lebih lanjut dan menekan perekonomian global.

Harga minyak sempat melonjak lebih dari satu dolar per barel setelah Arab Saudi mengatakan dua kapal tanker minyaknya termasuk di antara kapal yang diserang di lepas pantai Uni Emirat Arab. Sebelumnya, UEA menyebutkan empat kapal komersial diserang di dekat Fujairah, pelabuhan di dekat Selat Hormuz, jalur air ekspor minyak yang vital. Sementara itu, Badan Informasi Energi AS melaporkan, output minyak AS diperkirakan naik sekitar 83.000 barel per hari pada Juni ke level tertinggi sekitar 8,49 juta barel per hari.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 42 sen menjadi USD70,20 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 62 sen menjadi USD61,04 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan mencatatkan kenaikan tajam, karena investor berusaha mengamankan asetnya dari gejolak pasar yang dipicu pengumuman China untuk membalas tarif impor AS. Harga emas di pasar spot sempat mencapai USD1.301,10 per ounce. 

Sebelumnya, harga emas mencapai harga terendah USD1.281,35 per ounce karena kejatuhan nilai tukar yuan sehingga berpotensi mengurangi permintaan emas China, konsumen emas terbesar di dunia.

Sementara itu, kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, turun 0,9 persen pada Jumat lalu. Harga perak naik 0,1% menjadi USD14,77 per ounce, platinum merosot 1,5% menjadi USD847,90, sedangkan paladium anjlok 2,5% menjadi USD1.323,51 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot naik 1,1% menjadi USD1.299,30 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 1,1% menjadi USD1.301,80 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author