DSNG Tebar Dividen Rp 10 Per Saham

DSNG Tebar Dividen Rp 10 Per Saham

Posted by Written on 13 May 2019


Sukses mencatatkan kinerja yang cukup apik sepanjang tahun lalu di tengah melorotnya harga komoditas crude palm oil (CPO), mendorong PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) untuk membagikan dividen senilai Rp10 per saham atau dengan total Rp104,6 miliar. Dimana keputusan pembagian dividen ini telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).

Kata Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, total dividen yang dibagikan perseroan mencapai 25% dari laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada tahun 2018 sebesar Rp420,5 miliar."Dividen yang dibagikan 25% dari total laba tahun lalu, Rp10 per saham" ujarnya di Jakarta, Kamis (9/5).

Dia menambahkan bahwa pada 2018, perseroan mengakuisisi 2 perkebunan di Kalimantan Timur dengan luas 17.000 ha tertanam dan dua pabrik kelapa sawit. Saat ini, usia tanaman perseroan sekitar 10 tahun dengan yield tandan buah segar (TBS) mencapai 25,2 ton per ha. Adapun penjualan CPO DSNG pada 2018 mencapai 455 ton, cenderung sama dengan 2017 sebesar 458 ton.

Selain itu, lanjutnya, DSNG terus berupaya meningkagkan efektivitas dan efisiensi. Akhir-akhir ini, harga CPO cenderung melemah, tetapi Andrianto optimistis akan ada perbaikan harga. DSNG mencatatkan average selling price (ASP) 2018 turun hingga 12% dibandingkan dengan 2017, tetapi margin laba bersih dan margin EBITDA 2018 hanya turun 2%.

Menurutnya, penurunan EBITDA yang tidak banyak pada tahun lalu sebagai bukti efisiensi yang dilakukan perseroan. Rapat umum pemegang saham juga menyetujui pengunduran diri Ricky Budiarto dari jajaran direksi. Sebagai informasi, di kuartal pertama tahun ini, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,37 triliun per kuartal I-2019. Angka ini naik 42,43% secara year on year (yoy) dari Rp 962,93 miliar.

Peningkatan ini sejalan dengan volume penjualan crude palm oil (CPO) yang naik dua kali lipat, dari 82.000 ton menjadi 166.000 ton. Sayangnya, meskipun terjadi peningkatan volume penjualan, harga rata-rata CPO DSNG turun sebesar 20% dari Rp 7,7 juta per ton menjadi Rp 6,1 juta per ton. Peningkatan volume penjualan tersebut juga sejalan dengan kenaikan produksi CPO per kuartal I-2019, yakni sebesar 61% yoy menjadi 129.000 ton.

Kenaikan produksi ini, kata Andrianto, sejalan dengan membaiknya produktivitas kebun dalam beberapa bulan terakhir dan adanya tambahan produksi CPO dari perusahaan yang diakuisisi DSNG pada akhir 2018.”Sejak semester II-2018 sampai dengan kuartal I-2019, yield kebun kami sudah kembali ke pola produksi seperti dua tahun lalu yang menunjukkan recovery dari musim kering berkepanjangan,”ujarnya.


comments

logo-senokuncoro

Seno Kuncoro

author