Bursa Sore: IHSG Dan Rupiah Sama-sama Terpuruk

Bursa Sore: IHSG Dan Rupiah Sama-sama Terpuruk

Posted by Written on 13 May 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) kian merosot ke zona merah pada akhir perdagangan hari Senin (13/5). IHSG melemah -1,19 persen (-74 poin) ke level 6.135.

IHSG sempat berada di zona hijau di awal sesi namun kembali tertekan mengikuti pelemahan regional. Para investor dan trader mencemaskan China yang berpotensi membalas AS dengan menaikkan tarif impor produk asal AS.

Indeks LQ45 -1,25% ke 960. Indeks IDX30 -1,06% ke level 530. IDX80 -1,51% ke 135. Indeks JII -2,07% ke posisi 646. Indeks Kompas100 -1,33% ke 1.234. Indeks Sri Kehati -1,06 persen ke 379 dan Indeks SMInfra18 -2,65 persen ke level 316.

Saham-saham teraktif: ERAAPTBABBCALPPFTLKMBMRIMTPS

Saham-saham top gainers LQ45: ITMGLPPFBMRI

Saham-saham top losers LQ45: KLBFBBRITLKMHMSPINDYBBNIADRO

Nilai transaksi mencapai Rp6,66 triliun. Volume trading sebanyak 104,30 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp694,70 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah -0,67% ke level Rp14.423 terhadap USD (04.00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia drop pada perdagangan hari Senin (13/5). Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran apakah AS dan China dapat mencapai kesepakatan hubungan dagang setelah AS menaikkan tarif impor secara signifikan dan China berjanji untuk membalas.

MSCI Asia Pasifik Index melorot 0,7 persen, mengarah ke pelemahan terendah dalam 2 bulan terakhir.

"Sentimen masih tetap bahwa kemungkinan adanya kesepakatan penyelesaian konflik dagang AS dan China. 

Namun berita yang muncul hari ini memperlihatkan bahwa ini bisa butuh waktu lama dan tidak mungkin diselesaikan sampai akhir Juni," demikian kata John Woods, Analis Credit Suisse AG yang berbasis di Hong Kong.

Bursa saham China tumbang saat akhir sesi perdagangan. Indeks Shenzhen Composite drop 1,076 persen, berakhir ke level 1.551,75. Indeks Shenzhen Component melemah 1,43 persen di posisi 9.103,36.

Sementara market saham Jepang juga bergerak negatif setelah Indeks Nikkei 225 menyerah ke posisi 21.191,28. Indeks Topix turun 0,53 persen. Saham unggulan di bursa Jepang, Softbank Group turun 3,25 persen.

Di bursa Australia, Indeks ASX200 menyerah, turun 0,21 persen ke posisi 6.297,60. Begitu pula dengan Indeks Kospi di bursa Korsel terkoreksi 1,38 persen pada posisi 2.079,01.
Adapun di pasar finansial, Indeks dolar AS melorot ke level 97,315 dibandingkan level akhir pekan lalu pada posisi 97,6. Nilai tukar yen menguat ke posisi 109,71 terhadap USD dibanding posisi pada akhir pekan lalu di level 110,4. Dolar Australia melemah di posisi $0,6972 setelah jatuh dari level $0,702 di sesi pekan lalu.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,72% ke posisi 21.191.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) libur.
Indeks Shanghai (China) -1,21% pada level 2.903.
Indeks Straits Times (Singapura) -1,20% ke level 3.234.

Bursa Eropa
Market saham Eropa berada ke zona merah di menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (13/5) pagi waktu setempat. Para pemodal terus memantau perkembangan konflik dagang antara AS dan China.
Indeks DAX (Jerman) -0,89% ke posisi 11.952.
Indeks FTSE (Inggris) -0,22% pada level 7.187.
Indeks CAC (Perancis) -0,69% di posisi 5.290.

Minyak
Harga minyak naik pada perdagangan sesi sore, hari Senin (13/5) di pasar komoditas Asia seiring kekhawtiran yang meningkat terhadap pengurangan suplai di kawasan negara produsen krusial di Timur Tengah. Di sisi lain para investor dan trader cemas terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global di tengah kebuntuan negosiasi konflik dagang AS dan China.
Minyak Brent naik 38 sen ke harga USD 71,00 per barel (06:24 GMT). Sedangkan minyak WTI naik 7 sen ke harga USD 61,73 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author