Bursa Pagi: Asia Dibuka Turun, Ganggu Sinyal Positif IHSG

Bursa Pagi: Asia Dibuka Turun, Ganggu Sinyal Positif IHSG

Posted by Written on 13 May 2019


Ipotnews - Mengawali pekan ini, Senin (13/5) bursa saham Asia dibuka melemah, menghadapi ketidakpastian sengketa dagang AS-China, setelah Washington menaikkan tarif impor barang China, akhir pekan lalu dan pertemuan delegasi AS-China tidak menghasilkan kesepakatan baru.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,48%, di tengah penurunan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut turun 0,38% (-24,00 poin) ke level 6.286,90 menjelang pukul 8:00 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang tergelincir 0,66% (140,36 poin) ke level 21.204,56, setelah dibuka anjlok 0,9% di tengah kejatuhan harga saham Softbank Group lebih dari 3%. Indeks Topix dibuka melorot 0,69%. Indeks Kospi juga dibuka merosot 0,77%, dan berlanjut turun 0,47% ke posisi 2.098,11.

Indeks Shanghai Composite, China dibuka terperosok 1,29% (-37,84 poin) ke level 2.901,37 pada pukul 8:40 WIB. Bursa saham Hong Kong hari ini libur.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang berlawanan arah, setelah mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengan berbalik menguat. IHSG ditutup naik 0,17% ke level 6.209, meskipun investor asing membukukan net sell Rp897,67 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari masih menunjukkan sinyal positif untuk melanjutkan kembali proses kenaikan jangka panjang. Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan di area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, masih belum pastinya penyelesaian perang dagang AS-China, serta melemahnya harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, minyak sawit dan batu bara diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu tekanan terhadap nilai tukar rupiah juga akan menambah sentimen negatif untuk indeks saham. IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan rentang support di level 6.175 dan resistance di 6.245.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: WSKT (Buy, Support: Rp1.900, Resist: Rp1.990), WIKA (Buy, Support: Rp2.150, Resist: Rp2.260), JSMR (Buy on Weakness, Support: Rp5.475, Resist: Rp5.725), BBRI (Buy, Support: Rp4.070, Resist : Rp4.170).

  • ETF: XBLQ (Buy on Weakness, Support: Rp479, Resist: Rp485), XIIT (Buy on Weakness, Support: Rp544, Resist: Rp550), XPLC (Buy on Weakness, Support: Rp499, Resist: Rp505).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu berbalik tajam dan ditutup di zona hijau setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan negosiasi konflik dagang dengan China akan terus berlanjut dan "absolutely no rush." Pernyataan itu ia lontarkan setelah menerapkan kenaikan tarif dari 10% menjadi 25% terhada impor barang China, mulai Jumat lalu . Indeks Dow Jones sempat anjlok 358 poin pada sesi pagi. 

Namun Wall Street meninggalkan pelemahan setelah Menteri Keuangan AS menyatakan negosiasi konflik dagang dengan China telah berakhir pada akhir pekan dan konstruktif. Wakil PM China mengatakan proses negosiasi semakin fair. Harga saham Apple melorot 1,4%, sekaligus membukukan koreksi mingguan sebesar 7%, karena eksposur pendapatan signifikan Apple antara lain berasal dari China. Uber mulai memperdagangkan sahamnya di New York Stock Exchange, dengan mencatatkan penurunan mendekati 8%.

  • Dow Jones Industrial Average ( DJIA ) naik 0,44% (114,01 poin) ke level 25.942,37.

  • S&P 500 meningkat 0,37% (10,68 poin) menjadi 2.881,40.

  • Nasdaq Composite menguat 0,08% (6,35 poin) di posisi 7.916,94.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,33% menjadi USD24,29.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu juga ditutup menguat seiring kenaikan harga saham Tyssenkrupp serta saham-saham defensif yang membantu mencegah koreksi, namun lebih rendah dibanding akhir pekan sebelumnya seiring berlanjutnya kekhawatiran terhadap perang dagang AS-China. Indeks STOXX 600 naik 0,32% menjadi 377,14, tapi secara mingguan masih melemah 3,4%.

Saham Thyssenkrupp melambung 28,4%, karena mempertimbangkan IPO bagi anak usahnya yag bergerak di unit usaha elevator. Saham Prosiebensat naik 5%, perseroan merencanakan segera merilis layanan streaming Juni tahun ini.perusahaan produsen perangkat medis asal Denmark, Ambu, harga sahamnya rontok 20 persen setelah pengumuman pengunduran diri CEOnya.

  • DAX 30 Frankfurt melaju 0,72% (85,91 poin) ke level 12.059,23.

  • FTSE 100 London turun tipis 0,06% (-4,12 poin) di posisi 7.203,29.

  • CAC 40 Paris naik 0,27% (14,28 poin) menjadi 5.327,44.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York mengakhiri pekan lalu dengan sedikit melemah, para pelaku pasar mencermati rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK). Harapan akan terjadinya kompromi dagang AS-China meningkat, mendorong para trader untuk menarik dananya dari aset-aset safe haven. Rilis Indeks Harga Konsumen (IHK), AS periode April naik 0,3% namun lebih rendah dari kenaikan bulan sebelumnya, 0,4%, mengindikasikan bahwa The Fed tidak akan mengubah suku bunga untuk sementara waktu. Indeks dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,04% menjadi 97,330.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.12330.0018+0.16%
Poundsterling (GBP-USD)1.2998-0.0016-0.12%
Yen (USD-JPY)109.950.21+0.19%
Yuan (USD-CNY)6.8261-0.0013-0.02%
Rupiah (USD-IDR)14,326.50-33.50-0.23%

Sumber : Bloomberg.com, 10/5/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges mengakhiri pekan lalu dengan bergerak stagnan. Pasokan global yang mengetat di tengah ekspektasi kenaikan permintaan minyak AS. Sentimen ini mengimbangi ketegangan konflik dagang yang dipicu kenaikan tarif impor terhadap barang asal China. Secara mingguan, minyak WTI drop 0,5%, dan Brent sedikit melemah.

Analis menilai, para investor beralih fokus dari isu konflik dagang ke dampak sanksi larangan ekspor yang dijatuhkan AS kepada Iran dan Venezuela, serta konflik di Libya yang mengancam suplai minyak. Pelaku pasar juga percaya bahwa OPEC akan memperpanjang kesepakatan pengurangan produksi dalam beberapa pekan ke depan.

  • Harga minyak berjangka WTI turun 4 sen menjadi USD61,55 per barel.

  • Harga minyak berjangka Brent naik 23 sen menjadi USD70,62 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu, ditutup menguat sekaligus mencatatkan kenaikan harga secara mingguan. Kenaikan tarif impor AS terhadap barang asal China yang menimbulkan gejolak di bursa saham. Harga emas naik sekitar 0,6% sepanjang pekan lalu. Harga palladium naik 4,7% menjadi USD1.345,51 per ounce, harga perak menguat 0,2% menjadi USD14,78, platinum naik 2,3% menjadi USD863,75.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi USD 1.286,56 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,2% menjadi USD 1.287,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author