Bursa Sore: Market Global Tumbang, IHSG Ikut Menyerah

Bursa Sore: Market Global Tumbang, IHSG Ikut Menyerah

Posted by Written on 08 May 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terkoreksi lagi ke zona merah pada akhir perdagangan hari Rabu (8/5). IHSG melemah -0,43 persen (-28 poin) ke level 6.270.

Pelemahan IHSG seiring tekanan yang terjadi di market saham global. Para pemodal kembali mengkhawatirkan dampak konflik dagang akan memperlambat perekonomian global.

Indeks LQ45 -0,64% ke 987. Indeks IDX30 -0,65% ke level 544. IDX80 -0,85% ke 140. Indeks JII -0,94% ke posisi 670. Indeks Kompas100 -0,67% ke 1.265. Indeks Sri Kehati -0,61 persen ke 391 dan Indeks SMInfra18 -0,89 persen ke level 335.

Saham-saham teraktif: PTBATRAMBBRIBDMNBUMIHOKIABBA

Saham-saham top gainers LQ45: CPINTPIAPWONBRPTBBCAUNVRWSBP

Saham-saham top losers LQ45: INKPMNCNMEDCEXCLBBRIWSKTBSDE

Nilai transaksi mencapai Rp11,73 triliun. Volume trading sebanyak 141,70 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp354,57 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah -0,11% ke level Rp14.295 terhadap USD (04.00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia terkoreksi pada perdagangan hari Rabu (8/5). Para pemodal di pasar regional masih terus mencermati perkembangan negosiasi konflik dagang AS dan China. Para investor beralih ke pasar surat utang didorong kekhawatiran pertumbuhan global akan tertekan seiring hasil negosiasi perang dagang akan mulai tampak terurai.

MSCI Asia Pasifik Index melemah 0,55 persen, mengarah ke level terendah sejak akhir Maret.

Analis dari Sumitomo Mitsui DS Asset Management, Masahiro Ichikiwa menilai dari perspektif pasar saham, fokus langsung adalah pada negosiasi konflik dagang selama 2 hari yang telah dijadwalkan antara para pejabat AS dan China.

"Namun sulit membayangkan kedua pihak menyelesaikan perbedaan hanya dalam 2 hari pembicaraan. Pasar mungkin harus mulai menetapkan harga di situasi konflik dagang sebagai faktor jangka panjang lagi," ujar Masahiro.

Bursa saham China bergerak melemah. Sementara Indeks Shenzhen Composite drop 0,649 persen dan Indeks Shenzhen Component turun 0,96 persen.

Neraca perdagangan China periode April menunjukkan surplus USD 13,84 miliar, di bawah ekspektasi para analis. Ekspor China turun 2,7 persen meleset dari perkiraan. Para analis memperkirakan ekspor China naik 2,3 persen.

Di pasar saham Hong Kong, IndeksHang Seng melaju ke zona negatif saat sesi perdagangan berakhir.

Market saham Jepang juga bergerak negatif setelah Indeks Nikkei 225 ke zona negatif. Saham blue chips, Fanuc terkoreksi 2,24 persen. Indeks Topix turun 1,72 persen.
Di bursa Australia, Indeks ASX200 bergerak melorot 0,42 persen seiring pelemahan seluruh sektor saham. Saham TPG Telecom drop 13,53 persen setelah merger dengan Vodafone telah dilarang oleh Komisi Persaingan Usaha Australia.
Indeks Kospi di bursa Korsel juga terkoreksi sebesar 0,41 persen. Saham unggulan, Samsung Electronics turun 1,34 persen.
Adapun di pasar finansial, Indeks dolar AS melemah ke level 97,474 dibandingkan level sebelumnya pada posisi 97,585. Nilai tukar yen menguat ke posisi 110,15 terhadap USD dibanding posisi sesi sebelumnya di level 110,5. Dolar Australia melemah di posisi $0,7018 dari posisi yang terjadi kemarin di level $0,704.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,73% ke posisi 21.602.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -1,23% di posisi 29.003.
Indeks Shanghai (China) -1,12% pada level 2.893.
Indeks Straits Times (Singapura) -0,94% ke level 3.281.

Bursa Eropa
Market saham Eropa di zona hijau saat awal-awal sesi pada perdagangan hari Rabu (8/5) pagi waktu setempat. Eskalasi ancaman perang dagang AS dan China berlanjut membebani sebagian besar pasar saham.
Indeks DAX (Jerman) +0,52% ke level 12.155.
Indeks FTSE (Inggris) +0,02% pada posisi 7.261.
Indeks CAC (Perancis) +0,20 di posisi 5.406.

Minyak
Harga minyak bergerak naik pada perdagangan sesi sore, hari Rabu (8/5) di pasar komoditas Asia seiring market yang masih relatif ketat di tengah sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran dan Venezuela.
Minyak Brent naik 43 sen ke harga USD 70,31 per barel. Sedangkan minyak WTI menguat 56 sen ke harga USD 61,96 per barel (pukul 06:58 GMT).

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author