Bursa Siang: IHSG Terkoreksi Lagi, Konflik Dagang Kembali Jadi Sentimen

Bursa Siang: IHSG Terkoreksi Lagi, Konflik Dagang Kembali Jadi Sentimen

Posted by Written on 08 May 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terkoreksi lagi ke zona merah pada sesi pagi perdagangan hari Rabu (8/5). IHSG melemah -0,74 persen (-47 poin) ke level 6.250.

Pelemahan IHSG seiring tekanan yang terjadi di market saham global. Para pemodal kembali mengkhawatirkan dampak konflik dagang akan memperlambat perekonomian global.

Indeks LQ45 -0,64% ke 987. Indeks IDX30 -0,65% ke level 544. IDX80 -0,85% ke 140. Indeks JII -0,94% ke posisi 670. Indeks Kompas100 -0,67% ke 1.265. Indeks Sri Kehati -0,61 persen ke 391 dan Indeks SMInfra18 -0,89 persen ke level 335.

Saham-saham teraktif: PTBATRAMBBRIBDMNBUMIHOKIABBA

Saham-saham top gainers LQ45: PWONERAAEXCLBRPTTPIA

Saham-saham top losers LQ45: ADROGGRM

BBRIWSBPBBCAMNCNSRIL

Nilai transaksi mencapai Rp6,44 triliun. Volume trading sebanyak 88,86 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp221,61 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah -0,14% ke level Rp14.300 terhadap USD (12.00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia terkoreksi pada sesi pagi perdagangan hari Rabu (8/5). Para pemodal di pasar regional masih terus mencermati perkembangan negosiasi konflik dagang AS dan China. Para investor beralih ke pasar surat utang didorong kekhawatiran pertumbuhan global akan tertekan seiring hasil negosiasi perang dagang akan mulai tampak terurai.

MSCI Asia Pasifik Index melemah 0,75 persen, mengarah ke level terendah sejak akhir Maret.

"Pasar saham Asia mungkin konsolidasi lagi di tengah sentimen keraguan yang melanda para investor," demikian seperti disebut Tim Analis OCBC Treasury Research yang berbasis di Singapura.

Bursa saham China bergerak variatif setelah Indeks Shanghai melemah. Sementara Indeks Shenzhen Composite naik 0,767 persen dan Indeks Shenzhen Component melaju 0,59 persen.

Neraca perdagangan China periode April menunjukkan surplus USD 13,84 miliar, di bawah ekspektasi para analis. Ekspor China turun 2,7 persen meleset dari perkiraan. Para analis memperkirakan ekspor China naik 2,3 persen.

Di pasar saham Hong Kong, Indeks Hang Seng melaju ke zona negatif.

Sedangkan market Jepang bergerak negatif setelah Indeks Nikkei 225 ke zona negatif. Saham blue chips, SOftbank Group dan Fanuc terkoreksi. Indeks Topix turun 1,64 persen.
Di bursa Australia, Indeks ASX200 bergerak melorot 0,39 persen. Indeks Kospi di bursa Korsel juga terkoreksi sebesar 0,14 persen. Saham unggulan, Samsung Electronics turun 0,5 persen.
Adapun di pasar finansial, Indeks dolar AS melemah ke level 97,452 dibandingkan level kemarin pada posisi 97,5. Nilai tukar yen menguat ke posisi 109,98 terhadap USD dibanding posisi sesi sebelumnya di level 110,5. 
Dolar Australia melemah di posisi $0,7022 setelah bergerak dengan rentang tipis $0,704.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) -1,71% ke posisi 21.549 (11.49 am).
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,70% di posisi 29.156 (break).
Indeks Shanghai (China) -0,11% pada level 2.923 (break).
Indeks Straits Times (Singapura) -0,20% ke level 3.393 (12.00 pm).

Minyak
Harga minyak bergerak stabil pada perdagangan sesi pagi, hari Rabu (8/5) di pasar komoditas Asia seiring market yang masih relatif ketat di tengah sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran dan Venezuela.
Minyak Brent naik 6 sen ke harga USD 69,94 per barel. Sedangkan minyak WTI menguat tipis 3 sen ke harga USD 61,56 per barel (pukul 00:57 GMT).

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author