Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, Koreksi IHSG Berpotensi Menguat Terbatas

Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, Koreksi IHSG Berpotensi Menguat Terbatas

Posted by Written on 03 May 2019


Ipotnews - Jelang akhir pekan pertama Mei, Jumat (3/5), bursa saham Asia dibuka melemah, melanjutkan penurunan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, menunggu rilis data tenaga kerja AS.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka tergelincir 0,18%, di tengah penurunan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Namun indeks berbalik naik 0,21% (13,50 poin) menjadi 6.351,90 pada pukul 8:00 WIB.

Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan, melorot 0,40% ke level 2.203,79, setelah dibuka turun 0,11% dengan diwarnai penurunan harga saham Samsung Electronics sebesar 0,33%.

Melanjutkan tren penurunan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,42% (-125,70 poin) ke level 29.818,48 pada pukul 8:35 WIB. Bursa saham Jepang dan China hari ini masih tutup.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks di bursa saham global dan regional, setelah meluncur deras ke zona merah pada sesi perdagangan kemarin. IHSG ditutup anjlok 1,25% ke level 6.374.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG jelang akhir pekan ini berada dalam rentang konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas, didukung capital inflow. Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks menunjukkan adanya potensi koreksi lanjutan disertai sinyal pembalikan arah jangka pendek.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global seiring dengan pernyataan Jerome Powell yang memangkas harapan adanya penurunan suku bunga acuan, serta tertekannya sebagian besar harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahandengan rentang support di level 6.320 dan resistancedi 6.420.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : TLKM (Buy, Support: Rp3.760, Resist: Rp3.900), ADRO (Buy, Support: Rp1.325, Resist: Rp1.365), BRPT (Buy, Support: Rp4.020, Resist: Rp4.180), ASRI (Buy, Support: Rp336, Resist : Rp446).

  • ETF : XPLC ( SELL , Support: Rp514, Resist: Rp526), XPDV ( SELL , Support: Rp494, Resist: Rp505), 

    XIJI ( SELL , Support: Rp684, Resist: Rp699).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah, pasar masih mencerna pernyataan Chairman Federal Reserve, Jerome Powell, yang memupus ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Powell mengatakan tekanan inflasi yang rendah baru-baru ini mungkin hanya "sementara," mengisyaratkan bahwa penurunan suku bunga mungkin tidak akan terjadi, yang mengecewakan para pedagang. Kenaikan imbal hasil US Treasury 10-tahun yang mencapai level tertinggi harian ikut menekan indeks saham.

Pelemahan indeks dipimpin oleh sektor teknologi setelah saham Apple dan Microsoft menjauh dari level tertinggi. Saham Apple turun 0,65% setelah sempat melonjak 6%. Microsoft turun lebih dari 1,3%. Saham Tesla melesat lebih dari 3% setelah meluncurkan rencana untuk mengumpulkan dana hingga USD2 miliar. Sementara itu, kejatuhan harga minyak mentah berjangka memangkas harga saham Exxon Mobil 1,7%, Devon Energy menciut 2,8%, dan Marathon Oil anjlok 5,8%. Lebih dari setengah emiten S&P 500 telah melaporkan pendapatan kuartal I dan hasilnya sebagian besar melampaui ekspektasi. Menurut FactSet, 74,7 persen perusahaan S&P 500 mengalahkan estimasi pendapatan.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,46% (-22,35 poin) ke level 2.6307,79.

  • S&P 500 menyusut 0,21% (-6,21 poin) menjadi 2.917,52.

  • Nasdaq Composite berkurang 0,16% (-12,87 poin) di posisi 8.036,77.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,47% menjadi USD25,50.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup lebih rendah, para trader bereaksi terhadap komentar Chairman Federal Reserve, dan pernyataan kebijakan moneter Bank of England, serta rilis pendapatan perusahaan dan data yang mengecewakan dari zona euro. Indeks STOXX 600 turun 0,58% menjadi 388,84. 

Rilis data aktivitas pabrik di zona euro periode April, menurut IHS Markit, mengalami kontraksi untuk bulan ketiga pada April terpukul oleh permintaan global yang lemah dan meningkatnya proteksionisme perdagangan, serta ketidakpastian Brexit yang berkepanjangan.

Volkswagen melonjak hampir 4% setelah melaporkan laba kuartal I sesuai dengan ekspektasi. Produsen chip, AMS melambung lebih dari 10% karena melaporkan prospek optimistis untuk kuartal II. BNP Paribas naik 1,2% dengan melaporkan kenaikan 22% laba bersih untuk kuartal I. Saham ING melemah karena melaporkan sedikit penurunan pada laba bersih kuartal I, gagal melampaui ekspektasi analis.

  • FTSE 100 London turun 0,46% (-33,95 poin) menjadi 7.351,31.

  • CAC 40 Paris rontok 0,85% (-47,55 poin) ke level 5.538,86.

  • DAX 30 Frankfurt naik tipis 0,01% (1,34 poin) di posisi 12.345,42.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, para trader memangkas taruhan mereka untuk penurunan suku bunga The Fed. Pound tergelincir setelah Bank of England menaikkan proyeksi pertumbuhannya tetapi memperingatkan bahwa Brexit terus mengaburkan prospek kebijakan moneter. Volume perdagangan meningkat karena sejumlah pasar Eropa dibuka kembali setelah ditutup untuk May Day, Rabu. Jelang rilis laporan penggajian AS, Jumat, analismemperkirakan pengusaha AS menambah 185.000 pekerja pada periode April, lebih sedikit dari Maret, dan tingkat pengangguran kemungkinan bertahan di level 3,8%. Indeks Dolar AS, yang melacak kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,15% menjadi 97,832.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.11740.0002+0.02%7:27 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.30320.000.00%7:27 PM
Yen (USD-JPY)111.510.000.00%7:27 PM
Yuan (USD-CNY)6.73450.0002+0.00%4:26 AM
Rupiah (USD-IDR)14,251.505.0000-0.04%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, /2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun. Pasar tertekan oleh kekhawatiran kelebihan pasokan seiring meningkatnya sanksi AS terhadap Iran yang memiliki dampak tambahan yang lebih besar dari ekspektasi, dan kenaikan tajam stok minyak mentah AS. Laporan mingguan stok minyak mentah AS menunjukkan lonjakan persediaan 9,9 juta barel, dan produksi minyak mencapai rekor 12,3 juta barel per hari. Pengilangan di Asia dilaporkan meminta Arab Saudi untuk lebih banyak memproduksi minyak mentah.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,81 (-2,8%) menjadi USD61,81 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,43 (-2%) menjadi USD70,75 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup merosot ke level terendah lebih dari empat bulan, setelah The Fed memupus harapan untuk penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Pelaku pasar terkejut ketika The Fed menekankan bahwa tidak ada alasan kuat untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga dalam waktu dekat, dengan mengacu pada data peningkatan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. Kenaikan indeks dolar ikut menekan harga emas. Harga perak turun 0,3% menjadi USD14,64 per ounce, platinum tergelincir 1,3% menjadi USD852,89 per ounce, palladium naik 0,2% menjadi USD1.355,10 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,6% menjadi USD1.269 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun USD12,20 (-1%) menjadi USD1.272 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author