Bursa Pagi: Global-Regional Berbeda Arah, IHSG Bullish Sedikit Bearish

Bursa Pagi: Global-Regional Berbeda Arah, IHSG Bullish Sedikit Bearish

Posted by Written on 02 May 2019


Ipotnews - Mengawali perdagangan pagi ini, di awal Mei, Kamis (2/5), bursa saham Asia dibuka mixed, merespon keputusan Federal Reserve AS yang memutuskan mempertahankan suku bunga dan tidak mempertimbangkan penurunan suku bunga tahun ini. Bursa saham Jepang dan China hari ini masih libur.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan tajam indeks ASX 200, Australia sebesar 0,62% di tengah pergerakan indeks sektoral yang bervariasi. Indeks bergerak turun 0,48% (-30,50 poin) ke level 6.345,40 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan bertambah 0,15% ke posisi 2.206,86, setelah dibuka menguat 0,18% didukung kenaikan harga saham Samsung Electronics 0,11% dan lonjakan SK Hynix 2,53%.

Melanjutkan tren pelemahan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,19% (-56,06 poin) menjadi 29.643,05 pada pukul 8:35 WIB.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren pergerakan indeks saham global dan regional yang beragam, setelah menutup perdagangan April dengan berlabuh di zona hijau. IHSG ditutup naik 0,46% ke level 6.455, investor asing membukukan beli bersih Rp230,40 miliar pada perdagangan Selasa (30/4).

Sejumlah analis optimistis, pergerakan IHSG hari ini akan melanjutkan kenaikan, kembali menembus level 6.500 didukung data inflasi April, kinerja emiten kuartal I-2019 yang positif, serta capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan, bergerak bullish mengarah ke area overbought jangka pendek meski masih dibayangi tren bearish.

Tim Riset indo Premier berpendapat, adanya peluang terjadinya kesepakatan dagang antara Amerika dan China pada akhir pekan ini, sertarilislaporan keuangan emiten di kuartal I/2019, diprediksikan menjadi katalis positif untuk indeks. Di sisi lain terkoreksinya indeks bursa global dan sebagian besar komoditas, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 6.420 dan resistancedi 6.490.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

Saham: PWON (Buy, Support: Rp705, Resist: Rp730), ACES (Buy, Support: Rp1.590, Resist: Rp1.705), 

RALS (Buy, Support: Rp1.750, Resist: Rp1.820), WSBP (Buy, Support: Rp436, Resist : Rp446).

ETF : XBLQ (Buy, Support: Rp502, Resist: Rp506), XIIT (Buy, Support: Rp569, Resist: Rp575), 

XIIC (Buy, Support: Rp1.157, Resist: Rp1.180).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah, karena Federal Reserve mempertahankan suku bunga, meskipun saham Apple melonjak didorong laba yang lebih baik dari perkiraan. Keputusan The Fed menggambarkan pasar tenaga kerja cukup "kuat," kendati menyoroti perlambatan investasi, serta inflasi. Pernyataan Kepala The Fed, Jerome Powell, dalam konferensi pers bahwa inflasi yang rendah tampaknya "bersifat sementara atau idiosinkratik," dinilai sebagai isyarat untuk tidak akan segera menurunkan suku bunga.

Data tenaga kerja sektor swasta AS pada April melonjak 275.000, mengalahkan perkiraan 177.000 pekerjaan, didorong oleh peningkatan dalam sektor jasa yang dominan. Di sisi lain, survei industri menunjukkan aktivitas manufaktur AS April mencatatkan kecepatan paling lambat dalam lebih dari dua tahun karena penurunan produksi dan melemahnya permintaan. Saham Apple melonjak 4,9%, perusahaan makanan Mondelez naik 1,6 persen, Hilton Worldwide melesat 6,5%, dan CVS Health melonjak 5,4%.

  • Dow Jones Industrial Average melorot 0,61% (-162,77 poin) menjadi 26.430,14.

  • S&P 500 anjlok 0,75% (-22,10 poin) ke level 2.923,73.

  • Nasdaq Composite turun 0,57% (-45,75 poin) ke posisi 8.049,64.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,92% menjadi USD25,88.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup melemah, investor menunggu kebijakan moneter terbaru The Fed. Indeks STOXX 600 melemah 0,07% menjadi 391,09. Indeks FTSE 100London turun 0,44%, atau 32,96 poin, ke level 7.385,26. Bursa saham utama Eropa lainnya tutup merayakan May Day. Produsen chip AMS melambung 21%, setelah pemasok Apple itu melaporkan prospek yang optimistis untuk kuartal kedua.

Supermarket Inggris, Sainsbury, melesat lebih dari 4% setelah merilis hasil awal setahun penuh dengan laba sebelum pajak mengalahkan ekspektasi. Saham Logitech rontok 6% meski perusahaan memenuhi ekspektasi untuk pendapatan kuartal I.

Saham LSE Group naik lebih dari 3% setelah melaporkan total pendapatan kuartal I yang melonjak 5% (year-on-year) menjadi USD712 juta.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, setelah Chairman Federal Reserve, Jerome Powell, mengatakan sikap kebijakan bank sentral saat ini cukup tepat, dan mengurangi ekspektasi untuk penurunan suku bunga. Sebelumnya, dolar merosot setelah hasil survei Institute for Supply Management menyebutkan bahwa sektor manufaktur AS memburuk selama periode April ke level terendah dua setengah tahun. Penurunan itu diimbangi oleh laporan dari ADP bahwa perusahaan-perusahaan AS menambah 275.000 pekerja bulan lalu, terbesar dalam sembilan bulan. Dolar berbalik naik setelah Powell mengatakan bahwa sentimen yang membebani inflasi mungkin bersifat sementara. Indeks dolar, yang melacak kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,21% menjadi 97,686.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12010.0005+0.04%7:21 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.30540.0004+0.03%7:20 PM
Yen (USD-JPY)111.430.05+0.04%7:20 PM
Yuan (USD-CNY)6.7343-0.0005-0.01%4:26 AM
Rupiah (USD-IDR)14,256.5048.50+0.34%4/30/2019
Sumber : Bloomberg.com, 1/5/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges pagi tadi ditutup melemah. Pembicaraan lebih lanjut tentang perpanjangan pemotongan output OPEC +, mengimbangi peningkatan stok minyak mentah dan rekor produksi AS. Stok minyak mentah AS melonjak 9,9 juta barel, pekan lalu, menjadi 470,6 juta barel ke level tertinggi sejak September 2017. Badan Informasi Energi mengatakan impor tumbuh ke posisi tertinggi sejak Januari dan tingkat pengilangan turun di bawah 90 persen dari total kapasitas. Produksi minyak mentah di AS, naik ke rekor tertinggi 12,3 juta barel per hari pekan lalu.

Namun, Brent menahan laju penurunannya setelah Menteri Energi Arab Saudi mengatakan OPEC berniat untuk memperpanjang pengurangan pasokan pada pertemuan Juni. Harga minyak mentah melonjak lebih dari 30% sepanjang tahun ini, terutama didukung oleh kesepakatan OPEC + untuk memotong pasokan sebesar 1,2 juta barel per hari selama enam bulan.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 2 sen menjadi USD72,04 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 31 sen (-0,5%) menjadi USD63,60 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga ditutup melemah, tertekan kebangkitan ekuitas global, dan penguatan indeks dolar setelah The Fed menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga pada tahun ini. Data ketenagakerjaan nasional ADP untuk April menunjukkan 275.000 tambahan pekerjaan di sektor swasta, lebih tinggi dari perkiraan sebesar 180.000 tambahan. Saham di seluruh dunia naik, Rabu, memperpanjang reli global menjadi bulan kelima. Harga perak jatuh ke level terendah lebih dari empat bulan menjadi USD14,57 per ounce, platinum anjlok 2,8% menjadi USD861,50 per ounce, palladium tergelincir 2,8% menjadi USD1.349,50 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,6% menjadi USD1.276,36 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,1% menjadi USD1.284,20 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author