Bursa Pagi: Global-Regional Berlawanan Arah, Laju IHSG Berisiko Terkoreksi

Bursa Pagi: Global-Regional Berlawanan Arah, Laju IHSG Berisiko Terkoreksi

Posted by Written on 30 April 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (30/4) dibuka melemah, gagal melanjutkan kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, menjelang akhir negoasiasi AS-China di Beijing dan rilis indeks PMI China periode April, pada hari ini. Bursa Jepang libur hingga 6 Mei mendatang.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka turun 0,33%, terseret penurunan sebagian besar sektor, di tengah penurunan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut turun 0,28% (-17,60 poin) menjadi 6.341,90 pada pukul 8:05 WIB.

Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan meluncur turun 0,40% ke level 2.207,63, setelah dibuka melorot 0,34%. Saham industri Samsung Electronics anjlok 1,19% karena membukukan penurunan laba kuartal I sebesar 60%.

Melanjutkan penurunan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menyusut 0,22% (-64,66 poin) ke level 29.828,15 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China merosot 0,32% ke posisi 3.052,62.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang berlawanan arah, setelah berhasil mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan kembali membukukan kenaikan. IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 6.425, investor asing net buy Rp52,09 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, IHSG hari ini berpeluang untuk melanjutkan penguatan, dengan didukung kembalinya capital inflow, dan rilis kinerja positif sejumlah emiten. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan meskipun masih dalam kecenderungan koreksi.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring dengan meningkatnya angka belanja konsumen pada bulan Maret serta naiknya harga minyak mentah diprediksi akan menjadi sentimen positif bagi indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi diprediksi akan melanjutkan penguatannyadengan rentang support di level 6.385 dan resistance di 6.460.

  • Saham : HMSP (Buy, Support: Rp3.400, Resist: Rp3.560), MAPI (Buy, Support: Rp960, Resist: Rp1.010), 
  • ELSA (Buy on Weakness, Support: Rp388, Resist: Rp396), TINS (Buy, Support: Rp1.305, Resist : Rp1.395).

  • ETF : XIPI (Buy, Support: Rp174, Resist: Rp176), XMTS (Buy, Support: Rp536, Resist: Rp544), XDIF (Buy, Support: Rp508, Resist: Rp512).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, dengan mencatatkan rekor tertinggi indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite, masing-masing reli 17% dan 23% sepajang tahun ini. Investor bersiap menghadapi laporan pendapatan perusahaan, data ekonomi dan pengumuman dari Federal Reserve. Sektor keuangan melaju 0,9%, memimpin kenaikan S&P 500. Bank New York Mellon dan Citigroup masing-masing melesat sekitar 2%. JPMorgan Chase, Bank of America dan Goldman Sachs semuanya naik lebih dari 1% karena imbal hasil US Treasury 10-tahun menguat.

Menurut FactSet, hampir separuh emiten S&P 500 telah merilis kinerjanya, dengan 77,5% diantaranya melaporkan kinerja melebihi ekspektasi analis. Tingkat pertumbuhan pendapatan mencapai sekitar 1%, jauh di atas proyeksi penurunan 4,2%. Perusahaan besar yang akan melaporkan kinerjanya pekan ini antara lain, Apple, General Electric, Qualcomm, dan Pfizer.

  • Indeks S7P 500 naik 0,11% (3,15 poin) menjadi 2.943,03.

  • Nasdaq Composite meningkat 0,19% (15,45 poin) ke posisi 8.161,85.

  • Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,04% (11,06 poin) di level 26.554,39.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,04% menjadi USD26,00.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup sedikit lebih tinggi, karena investor memilih untuk fokus pada kemenangan Partai Sosialis yang dipimpin Perdana Menteri Pedro Sanchez dalam pemilu Spanyol, akhir pekan lalu. Indeks STOXX 600 naik 0,08% menjadi 391,32, indeks perbankan Eropa adalah salah satu dari sedikit penguat sektoral, naik sekitar 0,5% setelah S&P Global menegaskan peringkat kredit Italia di BBB.

Data resmi menunjukkan sentimen ekonomi zona euro pada April melorot ke posisi 104,0 poin, dari 105,6 di Maret, level terendah dalam lebih dari dua tahun, penurunan untuk 10 bulan berturut-turut. Harga saham minyak dan gas tertekan, anjlok lebih dari 1%, setelah harga minyak terus merosot setelah Presiden AS Donald Trump mendesak OPEC untuk meningkatkan produksi. Saham Bayer, Jerman merosot lebih dari 3,5%, setelah dewan pengawas perusahaan itu menyatakan mendukung manajemen, karena mayoritas pemegang saham menolak untuk meratifikasi tindakan manajemen pada 2018.

  • FTSE 100 London menguat 0,17% (12,47 poin) di posisi 7.440,66.

  • DAX 30 Frankfurt bertambah 0,10% (12,48 poin) menjadi 12.328,02.

  • CAC 40 Paris naik 0,21% (11,62 poin) ke level 5.580,98.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup tergelincir menjauhi level tertinggi 23 bulan, karena pedagang menunggu lebih banyak data untuk meyakinkan mereka sebelum mengambil posisi bullish. Sebagian besar mata uang utama bertahan dalam kisaran ketat dengan volume perdagangan yang rendah karena Jepang memulai liburan panjang Golden Week. Sementara, China akan merayakan libur Hari Buruh dari Rabu hingga Jumat.

Rapat kebijakan The Fed, Brexit dan sejumlah data global termasuk data payroll AS dapat menjadi pemicu perubahan nilai mata uang pada pekan ini. Sejumlah survei manufaktur dari Eropa dan China bakal dirilis pekan ini, bersama dengan hasil pertama PDB Uni Eropa. Laporan penggajian AS, Jumat, diperkirakan menunjukkan kenaikan yang solid, yakni 185.000 pekerjaan pada April, dengan pengangguran sebanyak 3,8%. Indeks dolar turun 0,15% menjadi 97,857.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1185-0.0001-0.01%7:26 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2932-0.0005-0.04%7:27 PM
Yen (USD-JPY)111.680.03+0.03%7:27 PM
Yuan (USD-CNY)6.73360.0048+0.07%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,208.009.00+0.06%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 29/4/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak berlawanan arah. Harga minyak WTI menguat, mengabaikan sesumbar Trump bahwa ia telah mendesak OPEC untuk meningkatkan output guna menekan harga minyak, pasca sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran dan Venezuela. Para pedagang mengatakan pasar mengalihkan fokus ke pemangkasan pasokan sukarela yang dipimpin oleh OPEC , yang secara de facto dimotori Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, naik 20 sen (0,3%) menjadi USD63,50 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 11 sen (-0,2%) menjadi USD72,04 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir turun, di tegah kenaikan harga saham global, kendati dolar melemah. Data AS yang kuat meningkatkan selera investor untuk aset berisiko menjelang rapat kebijakan The Fed. Saham global bergerak lebih tinggi karena S&P 500 menyentuh rekor intraday setelah data menunjukkan belanja konsumen AS bulan lalu meningkat paling banyak dalam lebih dari 9,5 tahun.

Kenaikan ekuitas baru-baru ini menyebabkan investor untuk mengurangi eksposur mereka terhadap emas. Kepemilikan SPDR Gold Trust GLD, ETF emas terbesar di dunia, jatuh ke level terendah sejak 19 Oktober di posisi 746,69 ton pada Jumat lalu. Harga perak merosot 1,1% persen menjadi USD14,90 per ounce, sedangkan platinum turun 0,2% menjadi USD893 per ounce. Palladium anjlok sekitar 7% ke level terendah USD1.361,5 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi USD1.279,32 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,6% menjadi USD1.281,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author