Siapkan Capex Rp 30 Triliun, Astra Kembali Suntik Modal Gojek ?

Siapkan Capex Rp 30 Triliun, Astra Kembali Suntik Modal Gojek ?

Posted by Written on 29 April 2019


Meskipun tahun ini belum ada rencana aksi korporasi untuk mengakuisisi, namun PT Astra International Tbk (ASII) menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini sebesar Rp 30 triliun. Anggaran ini lebih rendah ketimbang belanja modal pada 2018 sebesar Rp 40 triliun karena ada akuisisi perusahaan tambang sebesar Rp 14 triliun.

Presiden Direktur Astra International, Prijono Sugiarto mengatakan, dana belanja modal akan digunakan untuk suntikan dana ke anak usaha Astra International. “Kalau tahun ini tidak ada yang sesuatu baru kemungkinan ke arah Rp 30 triliun. Jika ada bidang yang menggiurkan akan kita tambah belanja modal dan investasi,” ujarnya di Jakarta.

Prijono merinci dana belanja akan disuntikan ke anak usaha, seperi PT United Tractor Tbk sebesar Rp 15 triliun, PT Astra Agro Lestari Tbk sebesar Rp 1,7 triliun, ekspansi jalan tol, pembangunan outlet baru sebesar Rp 2,5 triliun dan sisanya akan digunakan pada bidang Teknologi Informasi (TI) yang diperlukan anak usaha Grup Astra.“Dana belanja modal dari kas internal karena cashflow kami kuat. Tapi bukan berarti saya tidak mau utang, kalau nanti ada sesuatu yang bagus kenapa tidak,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan saat ini perusahaan tengah menyiapkan beberapa ekspansi bisnis pada sektor infrastruktur, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), asuransi hingga jalan tol. “Sudah ada di pipeline, belum kami bisa kemukakan. Astra tidak jauh-jauh akan investasi di PLTU, asuransi jiwa dan jalan tol,” ungkapnya.

Di sisi lain, Astra juga kemungkinan menyuntikkan modal untuk Gojek. Mengingat Astra telah dua kali menanamkan modal ke Gojek dengan total sebesar US$ 250 juta. “Kami akan lihat untuk menanamkan modal lagi. Dalam dua fundraising terakhir kami ikut US$ 150 juta dan US$ 100 juta. Kalau tidak senang dengan pertumbuhan Gojek kami tidak mungkin masuk lagi kemarin US$ 100 juta,”tandasnya.

Kemudian hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) memutuskan untuk menebar dividen tunai Rp214,13 per saham atas laba bersih konsolidasian perseroan tahun buku 2018. Adapun laba bersih yang digunakan untuk pembagian dividen tersebut senilai Rp8,66 triliun yang termasuk di dalamnya dividen interim senilai Rp60 per saham atau berjumlah Rp2,4 triliun yang telah dibayarkan pada 31 Oktober 2018.

Sisa pembagian dividen senilai Rp153,14 atau Rp6,23 triliun akan diberikan perseroan pada 24 Mei 2019 kepada pemegang sahan yang tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 8 Mei 2019 pukul 16.00 WIB. Sementara itu, sisa laba bersih 2018 senilai Rp13 triliun akan dibukukan sebagai laba ditahan perseroan. Pada 2018, emiten berkode ASII tersebut mengantongi laba bersih Rp21,67 triliun, naik 15% dibandingkan dengan tahun sebelumnya senilai Rp18,85 triliun.

Selain itu, dalam RUPST tersebut, ASII melakukan perombakan di jajaran Komisaris dan direksi perseroan. Di kuartal pertama tahun ini, perseroan membukukan laba bersih naik tipis lima persen menjadi Rp 5,21 triliun hingga kuartal I 2019. Pada kuartal I 2018, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 4,98 triliun. Laba tersebut ditopang dari pendapatan tumbuh tujuh persen dari Rp 55,82 triliun hingga kuartal I 2018 menjadi Rp 59,60 triliun hingga kuartal I 2019.



comments

logo-senokuncoro

Seno Kuncoro

author