Bursa Pagi: Global-Regional Berguguran, Persempit Peluang Rebound IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Berguguran, Persempit Peluang Rebound IHSG

Posted by Written on 26 April 2019


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (26/4), bursa saham Asia dibuka melemah, melanjutkan tren penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang tertekan oleh rilis laporan keuangan emiten yang mengecewakan.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pergerakan indeks ASX 200, Australia yang sedikit melemah di kisaran level 6.370. Indeks berlanjut turun 0,24% (-15,40 poin) menjadi 6.366,70 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 0,84% (-188,13 poin) ke level 22.119,45, setelah dibuka anjlok 0,86% di tengah penguatan yen terhadap dolar AS. Pasar kurang bergairah menyambut libur panjang Pekan Emas, selama 10 hari, pada pekan depan. Indeks Kospi, Korea Selatan, juga dibuka melorot 0,66% dan berlanjut merosot 0,76% ke posisi 2.173,96.

Melanjutkan tren penurunan global, iIndeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,12% (-36,72 poin) menjadi 29.513,08 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melorot 0,50% ke level 3.108,16.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang cenderung turun, setelah terperosok ke zona merah pada penutupan sesi perdagangan kemarin. IHSG ditutup anjlok 1,16% ke levek 6.372,78, investor asing membukukan net sell senilai Rp723,77 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berada dalam fase konsolidasi. Rilis data pertumbuhan kredit diperkirakan akan berada dalam kondisi yang cukup bagus, pada hari ini diharapkan akan memberi sentimen positif. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi technical rebound, setelah turun tajam pada perdagangan kemarin, dengan kondisi jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya nilai tukar rupiah selama 3 hari berturut-turut serta turunnya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, dan nikel diprediksi akan menjadi sentimen negatif untuk IHSG . Sementara itu bervariasinya indeks bursa global juga akan menambah katalis negatif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan rentang support di level 6.320 dan resistance di 6.420.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : ASII (Buy on Weakness, Support: Rp7.450, Resist: Rp7.650), BMRI (Buy on Weakness, Support: Rp7.450, Resist: Rp7.550), WSBP (Buy on Weakness, Support: Rp424, Resist: Rp440), SILO (Buy, Support: Rp3.930, Resist : Rp4.050).

  • ETF : XIHD ( SELL , Support: Rp513, Resist: Rp524), R-LQ45X ( SELL , Support: Rp1.028, Resist: Rp1.060), XPID ( SELL , Support: Rp537, Resist: Rp554).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir bervariasi cenderung melemah. Indeks Dow Jones melorot terseret kejatuhan saham 3M, namun kinerja yang kuat dari Facebook dan Microsoft mendorong Nasdaq ke zona hijau. 3M terjungkal hingga 12,9% setelah melaporkan laba yang jauh lebih rendah dari perkiraan. Tesla Motors merosot 4,3% persen, dan UPS terperosok 8,1%. Rilis data pesanan barang tahan lama AS pada Maret lalu, menunjukkan lompatan tak terduga karena permintaan yang kuat untuk pesawat terbang dan peralatan komunikasi, serta rekor penjualan mobil.

Saham Facebook melesat lebih dari 5,5% dengan merilis pertumbuhan laporan keuangan kuartal I. Microsoft melonjak lebih dari 3% dengan laba yang lebih baik dari perkiraan. Amazon melaporkan kenaikan pendapatan lebih dari dua kali lipat pada kuartal I. Menurut FactSet, lebih dari 170 perusahaan S&P 500 telah melaporkan hasil kuartalan 78% nya membukukan pendapatan lebih baik dari perkiraan.

  • Dow Jones Industrial Average anjlok 0,51% (-134,97 poin) ke level 26.462,08

  • S&P 500 melemah 0,04% (-1,08 poin) di posisi 2.926,17.

  • Nasdaq Composite naik 0,21% (-16,67 poin) menjadi 8.118,68.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,57% menjadi USD25,63.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir lebih rendah, pelaku pasar mencermati rilis laporan keuangan sejumlah emiten. Indeks STOXX 600 turun 0,21% menjadi 390,15, dipimpin kejatuhan saham konstruksi sebesar 0,96%. Developer terbesar ketiga di Inggris, Taylor Wimpey anjlok lebih dari 5%, riset dari website real estat Zoopla menunjukkan penjualan rumah di London merosot 20% sejak 2015. Saham perusahaan konstruksi Inggris, Balfour Beatty, turun lebih dari 2%. Tingkat pengangguran Spanyol naik mendekati 15% selama kuartal I-2019.

Nokia rontok 9% karena melaporkan kerugian kuartalan yang mengejutkan. Saham bank Inggris, Barclays melorot 3,6% dengan laporan laba kuartal I yang menyusut 10%. UBS naik 1,2% karena melaporkan laba bersih kuartal I sebesar USD1,14 miliar, meskipun mengalami penurunan pendapatan 27%. Rencana merger Deutsche Bank dan Commerzbank berakhir dengan kegagalan, saham Commerzbank turun 2,29%, dan Deutsche Bank berkurang 1,5%.

  • FTSE 100 London melorot 0,50% (-37,62 poin) ke level 7.434,13.

  • DAX Frankfurt turun 0,25% (-30,56 poin) menjadi 12.282,60.

  • CAC 40 Paris berkurang 0,33% (-18,39 poin) ke posisi 5.557,67.



Nilai Tukar Dolar AS


Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, melesat ke level tertinggi dua tahun terhadap euro. Data yang dirilis Kamis menunjukkan pesanan baru untuk barang modal buatan AS periode Maret meningkat ke tingkat tertinggi dalam 8 bulan. Data terbaru lainnya juga menunjukkan kekuatan dalam penjualan ritel dan ekspor yang meredakan kekhawatiran perlambatan ekonomi AS. Para pedagang menunggu angka PDB AS kuartal I-2019 yang akan dirilis Jumat ini.

Euro turun ke level terendah sejak Mei 2017 terbebani oleh kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi zona euro. Namun dolar turun 0,48% terhadap yen setelah Bank of Japan mengatakan akan mempertahankan suku bunga pada tingkat super rendah untuk setidaknya satu tahun lagi. Indeks dolar AS menguat 0,03% menjadi 98,203.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.11370.0005+0.04%7:27 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.29000.0001+0.01%7:27 PM
Yen (USD-JPY)111.55-0.08-0.07%7:27 PM
Yuan (USD-CNY)6.74350.0216+0.32%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,186.3081.30+0.58%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 25/4/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi berakhir turun, setelah diperdagangkan dalam kisaran ketat sepanjang sesi. Minyak mentah Brent mengakhiri penguatan beruntun selama empat hari setelah mencapai USD75,60 per barel, level terkuat sejak 31 Oktober. Rilis data persediaan minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan, pekan lalu, membebani harga minyak WTI dari level tertinggi 2019, di posisi USD66,60 per barel. Polandia dan Jerman menghentikan sementara impor minyak mentah Rusia melalui pipa Druzhba, yang dapat mengirimkan minyak hingga satu juta bph atau 1% permintaan minyak mentah global, karena terkontaminasi.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 68 sen menjadi USD65,21 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 22 sen menjadi USD74,35 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup lebih tinggi, karena kemunduran mengejutkan dalam data ekonomi Jerman dan Korea Selatan membawa kembali pada kekhawatiran tentang pelemahan global. Kebangkitan bullion dari posisi terendah empat bulan dan gambaran teknikal yang membaik mendorong investor untuk membeli emas. Koreksi di pasar saham ikut mendorong harga emas. Emas pulih kembali setelah mencapai level terendah empat bulan USD1.265,90 per ounce pekan ini, meski ekspektasi bahwa harga bisa jatuh ke pergerakan rata-rata 200 hari di kisaran USD1.251.

Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, pada sesi Rabu, turun 0,2% menjadi 747,87 ton, terendah sejak 19 Oktober. Harga perak stabil di posisi USD14,91 per ounce, platinum menguat ke level USD878,84 per ounce, palladium turun 0,1% menjadi USD1.416 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,1% menjadi USD1.276,43 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,30% menjadi USD1.279,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author