TINS Bagikan Dividen Rp 185,97 Miliar

TINS Bagikan Dividen Rp 185,97 Miliar

Posted by Written on 25 April 2019


Sukses membukukan kinerja keuangan yang cukup apik sepanjang tahun 2018 kemarin, mendorong PT Timah Tbk (TINS) untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar 35% dari laba bersih sepanjang 2018, yakni Rp185,97 miliar atau setara Rp24,97 per saham. Keputusan pembagian dividen sendiri telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).

Direktur Utama PT Timah Tbk, M Riza Pahlevi Tabrani mengatakan bahwa perseroan membukukan laba bersih Rp531,35 miliar pada 2018. Dengan porsi dividen yang ditetapkan, maka dividen per saham sebesar Rp24,97.“Laba bersih mengalami peningkatan 6% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu,”ujarnya di Jakarta.

Sepanjang 2018, Timah juga telah menggelontorkan belanja modal Rp1,1 triliun yang banyak dialokasikan untuk peningkatan kapasitas mesin dan instalasi, sarana pendukung produksi, rekondisi, replacement serta pembangunan teknologi Fuming yang digunakan untuk memproses kembali tin slag, serta teknologi Ausmelt untuk memproses kadar biji timah 20%—60%. TINS pun berhasil meningkatkan volume produksi bijih timah sebesar 43% dari 31,178 ton per akhir 2017 menjadi 44,154 ton pada akhir 2018.

Naiknya volume produksi berdampak pada peningkatan volume penjualan logam timah sebesar 13% mencapai 33.818 metrik ton dari tahun sebelumnya 29.914 metrik ton. Dalam RUPS juga disepakati bahwa terjadinya perubahan nomenklatur dan pemisahan antara direktorat pengembangan usaha dan niaga menjadi dua yakni direktorat pengembangan usaha dan direktorat niaga yang jabatannya diduduki oleh Purwoko. Selain itu direktorat SDM dan Umum menjadi Direktirat SDM.

Perombakan pengurus terjadi pada jajaran dewan komisaris, di mana Satriya Hari Prasetya digantikan Bambang Sunarwibowo. Tahun ini, lanjut Riza Pahlevi, perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp 1,2 triliun. Dirinya menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, TINS menetapkan beberapa strategi. Pertama, meningkatkan cadangan timah yang berada di di tambang timah yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan fokus pada aktivitas penambangan di lokasi yang cadangannya relatif mudah.

Kedua, percepatan produksi bijih timah menjadi logam melalui peningkatan kapasitas, produktivitas, efektivitas, dan efisiensi. Ketiga, perusahaan akan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas penjualan kepada target pasar dunia potensial. Keempat, meningkatkan besar modal kerja yang murah untuk menunjang keseluruhan aktivitas operasional bisnis.

Perusahaan juga berencana untuk mengembangkan teknologi Ausmelt untuk memproses kadar bijih timah antara 40-50%."Tahun lalu kami membuat inovasi yaitu teknologi penambangan yang ramah lingkungan. Tahun ini TINS akan meningkatkan kapasitas alat pembersihan untuk menampung bijih timah dari pertambangan rakyat," ujar Riza.

Realisasi investasi pada 2018 tercatat sebesar Rp 1,1 triliun, yang dialokasikan untuk peningkatan kapasitas pada mesin dan instalasi, sarana pendukung produksi, rekondisi serta pembangunan teknologi fuming yang digunakan untuk memproses kembali tin slag, yang saat ini tidak bisa diproses dengan tanur yang ada.


comments

logo-senokuncoro

Seno Kuncoro

author