Bursa Sore: Tekanan Jual Makin Kencang, IHSG Kian Tergerus

Bursa Sore: Tekanan Jual Makin Kencang, IHSG Kian Tergerus

Posted by Written on 25 April 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menyerah ke zona merah pada akhir perdagangan hari Kamis (25/4). IHSG menyusut tajam -1,16 persen (-76 poin) ke level 6.372.

Indeks LQ45 -1,48% ke 1.004. Indeks IDX30 -1,5% ke level 553. IDX80 -1,38% ke 143. Indeks JII -1,86% ke posisi 687. Indeks Kompas100 -1,38% ke 1.295. Indeks Sri Kehati -1,37 persen ke 401 dan Indeks SMInfra18 -1,17 persen ke level 349.

Saham-saham teraktif: JPFASWATUNVRBBRICPRIMNCNESTI

Saham-saham top gainers LQ45: MNCNLPPFTPIAUNTRITMG

Saham-saham top losers LQ45: BRPTTLKMBMRIEXCLSRILBBCASMGR

Nilai transaksi mencapai Rp9,61 triliun. Volume trading sebanyak 136,37 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih (net sell) -Rp723,78 miliar

Nilai tukar rupiah drop -0,17% ke posisi Rp14.185 terhadap dolar AS. (04:00 pm).


Bursa Asia

Sebagian besar Market saham Asia melemah ke titik terendah dalam 3 pekan terakhir pada perdagangan hari Kamis (25/4). Secara tak terduga pertumbuhan ekonomi Korsel melemah sehingga membangkitkan kembali ketakutan terhadap perlambatan pertumbuhan ekonom global.

Indeks MSCI Asia Pasifik drop 0,67 persen ke level 537,72.

"Ini adalah pergerakan (market) yang sangat teknikal terkait kurangnya likuiditas di pasar saham, Saya tidak akan menganggapnya sebagai kebijakan moneter," ujar Norihiro Fujito, Analis Mitsubishi UFJ Morgan Stanley.

Bursa saham China drop saat akhir sesi. Indeks Shenzhen Component melemah 3,21 persen ke level 9.907,62. Shenzhen Composite juga turun sebesar 3,411 persen di posisi 1.688,25. Sedangkan di pasar saham Hong Kong, Indeks Hang Seng melemah tipis. Emiten kakap di bursa Hong Kong, Tencent melemah 2 persen.

Sebagian besar harga saham di market Tiongkok terkoreksi pada pekan ini seiring kekhawatiran terhadap potensi mundurnya kebijakan stimulus pemerintah China. Hal tersebut menjadis sentimen yang membebani para investor.
Di bursa Australia, Indeks ASX200 bergerak naik 1,06 persen dengan ditopang penguatan seluruh sektor saham. Market saham Australia ke level tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Indeks Nikkei 225 di bursa Tokyo menguat saat akhir sesi. Indeks Topix juga bergerak positif, naik 0,51 persen ke level 1.620,28. Bank of Japan (bank sentral Jepang) mempertahankan kebijakan moneter seraya mengatakan bermaksud mempertahankan tingkat suku bunga sangat rendah sebesar minus 0,1 persen setidaknya hingga 2020.
Sementara Indeks Kospi di bursa Korsel melemah 0,48 persen seiring data pertumbuhan ekonomi Korsel secara tak terduga turun di kuartal pertama. Pelemahan ini adalah yang terburuk sejak krisis finansial global.
Adapun di pasar finansial, Indeks dolar AS ke level 98,039 atau menguat dibandingkan dengan posisi kemarin di level 97,6. Nilai tukar yen menguat ke posisi 111,77 terhadap USD dibanding posisi sesi sebelumnya di level 112,23. Posisi Dolar Australia melorot di posisi $0,7014 dari posisi $0,707 pada sesi kemarin.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,48% di level 22.307.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,86% ke level 29.549.
Indeks Shanghai (China) -2,43% di posisi 3.123.
Indeks Straits Times (Singapura) -0,36% ke 3.350.

Bursa Eropa
Market saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Kamis (25/4) pagi waktu setempat. Para trader memonitor rilis kinerja korporat yang mulai membanjir. The European Stoxx 600 drop 0,3 persen seiring indeks saham di sebagian besar zona Eropa melemah.
Indeks DAX (Jerman) -0,24% di posisi 12.283.
Indeks FTSE (Inggris) -0,56% pada level 7.430.
Indeks CAC (Perancis) -0,43% ke posisi 5.552.

Minyak
Harga minyak drop pada perdagangan sesi pagi, hari Kamis (25/4) di pasar komoditas Asia. Kenaikan produksi dan stok minyak di AS mengurangi dampak sanksi larangan ekspor minyak Iran terhadap pasar.
Minyak Brent drop 4 sen ke harga USD 74,53 per barel per pukul 02:41 GMT. Sedangkan minyak WTI melemah 14 sen ke harga USD 65,75 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author