Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, Tren Bearish Hantui Potensi Penguatan IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, Tren Bearish Hantui Potensi Penguatan IHSG

Posted by Written on 25 April 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (25/4), dibuka mixed cenderung melemah, berusaha melawan tekanan penurunan indeks di sebagian bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang diwarnai penurunan harga minyak dan penguatan indeks dolar AS. Bursa saham Australia hari ini tutup.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks Nikkei 225 Jepang sebesar 0,19%, dan indeksTopix sebesar 0,26%. Bank sentral Jepang dijadwalkan merilis kebijakan moneternya hari ini yang diperkirakan tak akan mengubah suku bunga. Indeks Nikkei 225berlanjut naik 0,22% (47,90 poin) menjadi 22.247,90 pada pukul 8:15 WIB.

Sebaliknya, pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan turun 0,20% ke posisi 2.196,54, setelah dibuka turun 0,28%.

Melanjutkan tren penurunan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,46% (-138,31 poin) ke level 29.667,52 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga turun 0,34% ke posisi 3.190,59.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau ppada sesi perdagangan kemairn. IHSG ditutup turun 0,23% ke level 6.447, investor asing membukukan net sell Rp620,43 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan akan mencoba masuk ke zona hijau, proyeksi rilis data perekonomian terkait BI rate akan mempengaruhi pergerakan indeks hari ini. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi penguatan, namun semakin menguatkan tren bearish yang terbentuk sejak bulan lalu menghambat laju indeks.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, mulai dirilisnya laporan keuangan emiten di kuartal pertama tahun ini, khususnya perbankan, dan menguatnya beberapa harga komoditas seperti nikel, emas dan batu bara,serta akan dirilisnya data suku bunga acuan oleh Bank Indonesia - yang menurut konsensus masih akan dipertahankan dilevel 6.0% - diprediksi akan menjadi sentimen positif IHSG. Sementara itu cenderung tertekannya nilai tukar rupiah diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentangsupport di level 6.405 dan resistance di 6.490.

Beberapa ekuitass yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : GGRM (Buy, Support: Rp77.500, Resist: Rp85.900), PTBA (Buy, Support: Rp4.050, Resist: Rp4.210), KLBF (Buy, Support: Rp1.500, Resist: Rp1.520), SCMA (Buy, Support: Rp1.690, Resist : Rp1.730).

  • ETF : XISC (Buy, Support: Rp804, Resist: Rp819), XIIF (Buy, Support: Rp716, Resist: Rp731), 

    XPFT (Buy, Support: Rp547, Resist: Rp555).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street berakhir melemah, turun dari rekor tertinggi. Pelaku pasar mencerna laporan keuangan yang variatif menjelang rilis kinerja dari sejumlah raksasa teknologi, seperti Amazon, Facebook dan Microsoft. Sektor teknologi sudah naik lebih dari 36% sejak Natal lalu, dan Xerox memimpin dengan kenaikan 80%. Namun AT&T terperosok lebih dari 4%, setelah membukukan angka pendapatan kuartal pertama yang mengecewakan. Saham Caterpillar anjlok 3% meski membukukan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, karena kemungkinan perlambatan dalam bisnisnya di China.

Goldman Sachs merosot 1,8%, Departemen Kehakiman AS mendesak pengakuan bersalah dalam penyelidikan kriminal skandal 1MDB. Sebaliknya, Saham eBay dan Pizza Domino masing-masing melesat 5% dan 4,9% karena kinerja keuangan yang lebih kuat dari perkiraan. Anadarko Petroleum melambung 11,6% setelah Occidental Petroleum mengajukan proposal untuk membeli perusahaan minyak itu. Occidental turun 0,6%.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,22% (-59,34 poin) menjadi 26.597,05.

  • S&P 500 menyusut 0,22% (-6,43 poin) ke posisi 2.927,26.

  • Nasdaq Composite berkurang 0,23% (-18,81 poin) ke level 8.102,01.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,88% menjadi USD26,04.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup bervariasi cenderung melemah melemah, terseret laporan keuangan perusahaan yang kurang memuaskan dan kejatuhan harga minyak mentah. Indeks STOXX 600 turun 0,09% menjadi 390,98, dipimpin kejatuhan harga sahaam perusahaan minyak dan pertambangan. Tullow Oil anjlok 4%. Saham otomotif Eropa tertekan aksi jual, melorot lebih 1%, setelah Nissan memangkas perkiraan laba hingga 45%, terendah dalam hampir satu dekade. Fiat Chrysler dan Valeo tergelincir lebih dari 1%, sedangkan Renault anjlok hampir 4%.

Sementara itu, saham teknologi melonjak lebih dari 3% setelah activist investor Elliott mengungkapkan kepemilikan USD1,3 miliar di SAP. Saham perusahaan perangkat lunak terbesar di Eropa itu melesat 12,5%. Saham Wirecard melonjak 8,5%, terangkat oleh berita bahwa Softbank Group, Jepang, akan membeli 5,6% saham perusahaan pembayaran itu.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,63% (77,65 poin) ke level 12.313,16.

  • FTSE 100 London melorot 0,68% (-51,32 poin) ke posisi 7.471,75.

  • CAC 40 Prancis turun 0,28% (-15,63 poin) menjadi 5.576,06.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat signifikan, di tengah kejatuhan euro ke level terendah 22 bulan, setelah penurunan mengejutkan indikator aktivitas ekonomi di Jerman. Indeks kepercayaan bisnis Jerman memburuk pada periode April, karena ketegangan perdagangan. Pelaku pasar berharap rebound kondisi moneter dan penyaluran kredit di China, yang diyakini akan membantu meningkatkan permintaan ekspor Jerman. Investor juga menunggu rilis data PDB kuartal I, AS. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,55% menjadi 98,173, tertinggi sejak Juni 2017.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.11550.000.00%7:27 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.29050.0003+0.02%7:27 PM
Yen (USD-JPY)112.13-0.06-0.05%7:26 PM
Yuan (USD-CNY)6.7219-0.004-0.06%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,105.0025.00+0.18%4:56 AM

Sumber : Bloomberg.com, 25/4/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bervariasi, dengan tetap bertahan di dekat level tertinggi enam bulan. Stok minyak AS melesat ke tingkat tertinggi sejak Oktober 2017, meredam kekhawatiran dampak pengetatan pasokan dari pengurangan produksi OPEC dan sanksi terhadap Venezuela dan Iran.

Badan Informasi Energi AS menyebutkan, stok minyak mentah AS naik 5,5 juta barel pekan lalu, jauh lebih tinggi dari perkiraan peningkatan 1,3 juta barel, karena impor meningkat. AS mengimpor rata-rata 7,1 juta bph pada pekan lalu, naik lebih dari 1,1 juta bph dibanding pekan sebelumnya. Namun, stok bensin anjlok 2,1 juta barel. Sementara itu, produksi minyak mentah AS pekan lalu kembali mencapai rekor tertinggi 12,2 juta bph.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 41 sen menjadi USD65,89 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 6 sen menjadi USD74,57 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, pulih dari level terendah hampir empat bulan, di tengah apresiasi dolar. Investor menantikan rilis data PDB Amerika, pekan ini. Model GDP Now Federal Reserve Atlanta, memproyeksikan pertumbuhan antara 2,2% dan 3,4%, mengalahkan perkiraan analis sebesar 2,1%. Namun, penurunan harga emas kemungkinan akan dibatasi oleh peningkatan pembelian bank sentral.

Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, turun 0,3% pada sesi Selasa menjadi 749,63 ton, terendah sejak 23 Oktober. Kepemilikan SPDR Gold menyusut sekitar 5% tahun ini. Harga perak naik 1% menjadi USD14,96 per ounce, platinum turun 0,5% menjadi USD880,47, dan palladium melompat 1,7% menjadi USD1.414,42 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD1.276,50 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik USD 6,20 (0,5%) menjadi USD1.279,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author