Bursa Sore: Market Regional Over Value, IHSG Menciut

Bursa Sore: Market Regional Over Value, IHSG Menciut

Posted by Written on 24 April 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berujung di zona merah pada akhir perdagangan hari Rabu (24/4). IHSG menipis -0,23 persen (-15 poin) ke level 6.447.

Indeks LQ45 -0,23% ke 1.020. Indeks IDX30 -0,26% ke level 561. IDX80 -0,33% ke 145. Indeks JII -0,49% ke posisi 700. Indeks Kompas100 -0,3% ke 1.313. Indeks Sri Kehati -0,42 persen ke 406 dan Indeks SMInfra18 -0,15 persen ke level 353.

Saham-saham teraktif: CPRIJPFACAKKERAASWATCPINTLKM

Saham-saham top gainers LQ45: MNCNERAAGGRMPWONBRPTJSMRPTBA

Saham-saham top losers LQ45: AKRATLKMINDFPTPPWSKTMEDCADHI

Nilai transaksi mencapai Rp8,48 triliun. Volume trading sebanyak 144,36 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih (net sell) -Rp620,43 miliar.

Nilai tukar rupiah drop -0,15% ke posisi Rp14.096 terhadap dolar AS. (04:00 pm).


Bursa Asia

Laju Market saham Asia tertahan pada akhir perdagangan hari Rabu (24/4). Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran bahwa China menahan kebijakan stimulus lebih lanjut seiring indikator perekonomian yang menguat. Indeks MSCI Asia Pasifik drop 0,3 persen.

Pergerakan pasar Asia hari ini terkait beberapa kemungkinan alasan, kata Analis pada lembaga Reyl, Daryl Liew. Reyl merupakan sebuah perusahaan aset manajemen yang bermarkas di Singapura.

Menurut Daryl kenaikan harga minyak ke lever tertinggi secara umum terlihat negatif bagi pasar Asia karena beberapa negara di Asia adalah net importer minyak. Kata dia investor aksi profit taking mengingat sebagian besar market Asia sudah menguat secara year to date, khususnya pasar saham China. Kekhawatiran tetap ada terkait kemungkinan China menarik mundur stimulus dan fokus kembali pada isu develeveraging menyusul pertumbuhan ekonomi pada kuartal 1 lebih baik dari perkiraan.

Bursa saham China bangkit saat sesi perdagangan berakhir. Indeks Shenzhen Component melaju positif 1,10 persen. Shenzhen Composite naik 1,10 persen. Sedangkan di pasar saham Hong Kong, Indeks Hang Seng finis melemah ke zona merah.

Di bursa Australia, Indeks ASX200 bergerak naik 0,99 persen ke posisi 6.382,10. Posisi tersebut adalah level tertinggi dalam 1 dekade terakhir.
Indeks Nikkei 225 di bursa Tokyo berbalik melemah saat akhir trading setelah menguat di sesi pagi. Indeks Topix juga bergerak melemah. Sementara Indeks Kospi di bursa Korsel melemah 0,88 persen ke posisi 2.201,03.
Adapun di pasar finansial, Indeks dolar AS ke level 97,668 atau menguat dibandingkan dengan posisi di awal sesi di level 97,588. Nilai tukar yen turun tipis ke posisi 111,83 terhadap USD dibanding posisi sesi kemarin di level 111,74.
Dolar Australia melemah di posisi $0,7042 setelah terkoreksi dari posisi $0,7102 pada sesi sebelumnya. Hal ini terjadi seiring rilis data inflasi ke level terendah sehingga meningkatkan prospek pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Australia (RBA).
Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,27% di level 22.200.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,53% ke level 29.805.
Indeks Shanghai (China) +0,09% di posisi 3.201.
Indeks Straits Times (Singapura) +0,27% ke 3.362.

Bursa Eropa
Market saham Eropa melemah di menit-menit awal pada perdagangan hari Rabu (24/4) pagi waktu setempat. Para trader memantau perkembangan terbaru kinerja emiten.
Indeks DAX (Jerman) +0,01% di posisi 12.236.
Indeks FTSE (Inggris) -0,56% pada level 7.481.
Indeks CAC (Perancis) -0,30% ke posisi 5.575.

Minyak
Harga minyak terkoreksi turun pada perdagangan sesi sore, hari Rabu (24/4) di pasar komoditas Asia. Sinyal bahwa suplai di pasar global tetap memadai meskipun harga meroket ke level tertinggi di tahun 2019 pada pekan ini di tengah sikap AS yang mendorong sanksi lebih ketat terhadap penjualan minyak Iran.
Minyak Brent drop 34 sen ke harga USD 74,17 per barel (pukul 06:37 GMT). Sedangkan minyak WTI melemah 34 sen ke harga USD 65,96 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author