Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, Dukung Potensi Laju IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, Dukung Potensi Laju IHSG

Posted by Written on 24 April 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (24/4), dibuka cenderung menguat, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street didukung laporan kinerja emiten yang lebih baik dari perkiraan, dan kenaikan harga minyak.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,6% menyentuh level tertinggi 10 tahun, didukung kenaikan sebagian besar indeks sektoral. Indeks bergerak naik 0,61% (38,70 poin) ke level 6.358,10 pada pukul 8:30 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bertambah 0,23% (50,70 poin) menjadi 22.310,44, setelah dibuka meningkat 0,24%, diwarnai kenaikan harga saham Fast Retailing, Softbank Group dan Fanuc. 

Indeks Topix juga menguat 0,11%. Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka sedikit melemah, di tengah lompatan harga saham Hyundai Motor 1,8%, dan berlanjut naik tipis 0,03% di posisi 2.221,23.

Melanjutkan tren kenaikan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,50% (148,95 poin) ke level 30.112,19 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China bertambah 0,25% ke posisi 3.206,50.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhassi keluar ddari teritori negatif pada sesi perdagangan kemarin. IHSG ditutup melaju 0,75% ke level 6.462, investor asing membukukan net sell Rp138,73 triliun.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan berada di rentang konsolidasi dengan peluang menguat, didukung capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya peluang potensi penguatan lanjutan, dengan risiko pelemahaan menuju jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah dan batu bara, serta mulai dirilisnya laporan keuangan sejumlah emiten di 1Q2019 diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk IHSG . Sementara itu menguatnya indeks bursa global seiring dengan positifnya kinerja keuangan kuartal pertama juga akan menjadi tambahan katalis positif bagi indeks. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan rentang support di level 6.410 dan resistance di 6.510.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain;

  • Saham : JSMR (Buy, Support: Rp5.825, Resist: Rp6.100), WTON (Buy, Support: Rp625, Resist: Rp675), 
  • TLKM (Buy, Support: Rp3.780, Resist: Rp3.920), SMGR (Buy, Support: Rp13.050, Resist : Rp14.400).

  • ETF : XISI (Buy, Support: Rp365, Resist: Rp379), XIJI (Buy, Support: Rp699, Resist: Rp723), 

    XPES (Buy, Support: Rp442, Resist: Rp459).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan mencatatkan rekor tertinggi indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite, ditopang laporan laba kuartalan yang lebih kuat dari perkiraan. Menurut FactSet, lebih dari 78% emiten S&P 500 melaporkan kinerja yang lebih baik dari ekspektasi. Saham Coca-Cola dan United Technologies melejit 1,7% dan 2,3% karena melaporkan laba kuartalan lebih baik dari perkiraan. Saham Twitter melambung 15,6% juga karena melaporkan pengguna aktif bulanannya berjumlah 330 juta, lebih dari perkiraan FactSet sebesar 318 juta.

Tapi Procter&Gamble anjlok 2,7% dihantam profit taking, meskipun melaporkan laba lebih baik dari perkiraan dan peningkatan penjualan organik. Harley-Davidson merosot 2% setelah melaporkan penurunan pendapatan kuartal pertama karena tekanan tarif di Eropa.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,55% (145,34 poin) menjadi 26.656,39.

  • S&P 500 melaju 0,88% (25,71 poin) ke posisi 2.933,68.

  • Nasdaq Composite melesat 1,32% (105,56 poin) ke level 8.120,82.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,22% menjadi USD26,54.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir lebih tinggi, setelah libur panjang akhir pekan merayakan Paskah. Investor mencermati sejumlah masalah geopolitik sambil menunggu rilis laporan keuangan terbaru. 

Indeks STOXX 600 naik 0,23% menjadi 391,35, dipimpin lonjakan harga saham minyak dan gas lebih dari 2,2% merespon aksi AS mengakhiri semua keringanan sanksi impor minyak Iran. Namun harga minyak yang lebih tinggi memicu aksi jual saham maskapai penerbangan di seluruh Eropa. Saham Air France-KLM rontok hampir 6%.

Saham perbankan memimpin pelemahan, turun lebih dari 1% rilis laporan kinerja perusahaan keuangan besar pekan ini. Saham Volkswagen melorot 1,7% menyusul laporan penyelidikan pembayaran bonus kepada seorang eksekutif. Sementara itu, saham Thomas Cook melambung hampir 18% setelah Sky News melaporkan kemungkinan pengambilalihan perusahaan tersebut.

  • FTSE 100 London melaju 0,85% (63,19 poin) ke level 7.523,07.

  • DAX 30 Frankfurt bertambah 0,11% (13,12 poin) ke posisi 12.235,51.

  • CAC 40 Paris meningkat 0,20% (11,31 poin) menjadi 5.591,69.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, para pedagang lebih menyukai greenback menjelang rilis data produk domestik bruto AS kuartal I-2019. Kenaikan dolar juga didukung data penjualan rumah keluarga tunggal AS pada Maret lalu, yang meningkat mendekati level tertinggi satu setengah tahun. Data tersebut sejalan dengan data penjualan ritel dan ekspor sebelumnya yang meredakan kekhawatiran perlambatan tajam ekonomi AS. Kenaikan harga minyak juga menjadi katalis positif bagi dolar. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, naik 0,36 persen menjadi 97,636, tertinggi sejak Juni 2017.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1223-0.0004-0.04%7:17 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.29380.000.00%7:17 PM
Yen (USD-JPY)111.870.01+0.01%7:17 PM
Yuan (USD-CNY)6.72590.0138+0.21%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,080.002.00+0.01%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 23/4/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak naik, mencapai level tertinggi dalam sekitar enam bulan. Narasumber mengatakan anggota OPEC di kawassan Teluk siap untuk meningkatkan produksi hanya jika ada permintaan, menyusul keputusan AS untuk mengakhiri keringanan bagi pembeli minyak mentah Iran.

Produksi Arab Saudi, akan meningkat pada Mei, tetapi itu tidak terkait dengan sanksi Iran. AS mengancam akan memberi sanksi kepada para pembeli minyak Iran jika tidak menghentikan pembelian mulai 1 Mei nanti. China, pelanggan terbesar minyak Iran dengan impor sekitar 585.400 bph, tahun lalu, secara resmi mengajukan keberatan kepada Washington

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 75 sen (1,1%) menjadi USD66,30 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 53 sen (0,8%) menjadi USD74,57 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup mendekati level terendah empat bulan, karena dolar AS menguat. Penurunan volatilitas pasar mendorong permintaan untuk aset berisiko non-emas, dan penguatan imbal hasil US Treasury mendukung penguatan greenback. Saham Wall Street juga diperdagangkan lebih tinggi karena laporan keuangan perusahaan yang lebih baik dari perkiraan. Menambah tekanan pada emas adalah data ekonomi AS dan China yang lebih baik dari perkiraan. Pasar menunggu rilis data PDB AS yang berpotensi menguat.

Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, berada di level terendah sejak 26 Oktober. Harga perak anjlok 1,1% menjadi USD14,81 per ounce, platinum turun 0,8 persen menjadi USD888,25, dan palladium naik tipis 0,1 persen menjadi USD1.387,51 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,6% menjadi USD1.266,98 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,7% menjadi USD1.268,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author