Bursa Sore: IHSG Tetap Solid, Sentimen Regional Kurang Kondusif

Bursa Sore: IHSG Tetap Solid, Sentimen Regional Kurang Kondusif

Posted by Written on 23 April 2019


Ipotnews - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) makin solid pada akhir perdagangan hari Selasa (23/4). IHSG menguat +0,75 persen (+48 poin) ke level 6.462.

Indeks LQ45 +0,98% ke 1.022. Indeks IDX30 +0,98% ke level 563. IDX80 +1,06% ke 145. Indeks JII +1,7% ke posisi 703. Indeks Kompas100 +0,97% ke 1.317. Indeks Sri Kehati +0,96 persen ke 408 dan Indeks SMInfra18 +1,88 persen ke level 353.

Saham-saham teraktif: CPRIBGTGTLKMTRAMABBAFRENBUMI

Saham-saham top gainers LQ45: ERAAMNCNINDYEXCLMEDCPGASUNTR

Saham-saham top losers LQ45: BBRIINTPAKRASCMABMRITPIA

Nilai transaksi mencapai Rp8,33 triliun. Volume trading sebanyak 141,69 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih (net sell) -Rp138,73 triliun.

Nilai tukar rupiah drop -0,06% ke posisi Rp14.083 terhadap dolar AS. (04:00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia naik tipis pada akhir perdagangan hari Selasa (23/4) seiring sejumlah pasar saham utama di regional kembali aktif pasca libur panjang hari Paskah. Indeks MSCI Asia Pasifik menguat 0,1 persen
Bursa saham China terkoreksi di akhir sesi perdagangan. Indeks Shenzhen Component turun 0,97 persen. Shenzhen Composite juga melemah 1,316 persen.

Pasar saham China melemah setelah harian China Morning Post memberitakan bahwa pemerintah China memfokuskan kembali reformasi struktural berkebalikan dengan tawaran kebijakan stimulus. Hal ini terjadi setelah klaim pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama lebih baik dari perkiraan.

"Pergerakan saham di bursa China fantastis secara year to date, profit taking sepenuhnya normal, Saya kurang sepakat China sedang mengubah kebijakanya dengan cepat," kata Stefan Hofer, Analis pada LGT Bank Asia yang berbasis di Hong Kong.

Sedangkan di pasar saham Hong Kong, Indeks Hang Seng dalam tekanan seiring jatuhnya harga saham China Construction Bank sebesar 0,8 persen.

Di bursa Australia, Indeks ASX200 naik 0,95 persen ke level 6.319 dengan ditopang penguatan seluruh sektor saham. Subsektor Energi naik 2,54 persen disertai kenaikan harga saham-saham perusahaan perminyakan. Saham Woodside Petroleum naik 2,55 persen. Santos naik 3,05 persen. Beach Energy naik 4,21 persen.
Indeks Nikkei 225 di bursa Tokyo bangkit menguat ke level 22.259 setelah turun tipis di sesi. Indeks Topix juga melaju positif sebesar 0,27 persen di level 1.622. Saham unggulan Softbank Group naik 0,31 persen.
Sementara Indeks Kospi di bursa Korsel naik 0,17 persen di posisi 2.220. Saham Samsung Electronics drop 0,33 persen setelah perusahaan asal Korsel ini menyatakan akan menunda rilis produk smartphone lipat.
Di pasar finansial, Indeks dolar AS ke level 97,370 atau menguat dibandingkan dengan posisi di awal sesi di level 97,282. Nilai tukar yen naik tipis ke posisi 111,86 terhadap USD dibanding posisi sesi sebelumnya di level 111,97. Dolar Australia melemah di posisi $0,7113 setelah terkoreksi dari posisi $0,7139 pada sesi sebelumnya.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,19% di level 22.259.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,00% ke level 29.963.
Indeks Shanghai (China) -0,51% di posisi 3.198.
Indeks Straits Times (Singapura) -0,13% ke 3.353.

Bursa Eropa
Pasar saham Eropa memulai trading hari Selasa (23/4) pagi waktu setempat di zona merah. Para investor memantau sejumlah isu geopolitik serta menyongsong periode rilis kinerja laba emiten terkini.
Indeks DAX (Jerman) -0,04% di level 12.217.
Indeks FTSE (Inggris) +0,30% pada posisi 7.842.
Indeks CAC (Perancis) -0,13 ke level 5.573.

Minyak
Harga minyak ke posisi tertinggi di 2019 pada perdagangan sesi sore, hari Selasa (23/4) di pasar komoditas Asia setelah AS mengumumkan dispensasi sanksi kepada Iran akan berakhir pada Mei, menekan para importir agar setop beli minyak dari Iran.
Minyak Brent menguat 0,7 persen ke harga USD 74,58 per barel (pukul 06:28 GMT). Sedangkan minyak WTI naik 0,8 persen ke harga USD 65,10 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author