Bursa Pagi: Asia Bergerak Naik, IHSG Berusaha Bertahan di Atas 6.500

Bursa Pagi: Asia Bergerak Naik, IHSG Berusaha Bertahan di Atas 6.500

Posted by Written on 22 April 2019


Ipotnews - Mengawali pekan ini, Senin (22/4), bursa saham Asia dibuka variatifsetelah sebagian besar bursa saham dunia tutup karena libur panjang akhir pekan, merayakan Paskah. Bursa saham Australia dan Hongkong hari ini masih tutup.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks Nikkei 225, Jepang sebesar 0,2% dan indeks Topix melorot 0,33%, pada awal sesi perdagangan. Saham Softbank dan Group dan Fanuc anjlok 1%. Indeks berlanjut menguat 0,26% (58,60 poin) menjadi 22.259,16 pada pukul 8.00 WIB.

Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan, bergerak naik 0,41% ke level 2.225,25, setelah dibuka menguat 0,14% ditopang kenaikan harga saham Samsung Electronic sebesar 0,88%. Indeks Shanghai Composite, China dibuka naik 0,25% menjadi 3.278,82 pada pukul 8:40 WIB.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini dihadapkan pada pergerakan indeks saham acuan yang bervariasi di bursa Asia, setelah mengakhiri pekan lalu dengan kenaikan 0,40% ke level 6.507,22. Investor asing membukukan net buy Rp1,43 triliun.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan terkatrol oleh sentimen positif hasil pemilihan presiden (pilpres) dan capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi pergerakan bearish menuju area jenuh beli, namun berusaha bertahan di atas level 6.500.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, berjalan lancarnya hajatan politik pilpres dan menguatnya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah dan CPO diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu menguatnya indeks bursa global ditopang positifnya laporan kinerja keuangan sejumlah emiten, serta solidnya data penjualan ritel di Amerika pada bulan Maret diprediksi akan menjadi tambahan sentimen positif. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatan dengan rentang support di level 6.450 dan resistance di 6.560.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : PWON (Buy, Support: Rp725, Resist: Rp755), TINS (Buy, Support: Rp1.325, Resist: Rp1.405), PPRO (Buy, Support: Rp145, Resist: Rp157), AKRA (Buy, Support: Rp4.650, Resist : Rp4.850).

  • ETF : XPLQ (Buy, Support: Rp546, Resist: Rp552), XIIT (Buy, Support: Rp572, Resist: Rp580), XIC (Buy, Support: Rp1.158, Resist: Rp1.177).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pekan lalu berakhir di zona hijau, pada penutupan sebelum libur Paskah, Kamis (18/4), didukung solidnya rilis sebagian besar laporan keuangan emiten yang dirilis hari itu. Data penjualan ritel AS periode Maret naik 1,6% menjadi USD514,1 miliar, antara lain berkat pertumbuhan penjualan mobil yang diperkirakan mencapai 0,9%. Menurut FactSet, lebih dari 78% emiten S&P 500 telah melaporkan keuangan dengan melebihi ekspektasi.

Saham American Express, Honeywell International dan Union Pacific naik, setelah mencatatkan penguatan kinerja keuangannya, sedangkan Alcoa dan Schlumberger melemah. Perusahaan penyedia layanan discovery visual, Pinterest dan perusahaan video conferencing, Zoom, memulai debutnya dengan melambung hampir 30% dan 72,2% setelah IPO. Indeks Dow Jones dan Nasdaq Composite naik 0,6% dan 0,2%, namun S&P 500 turun 0,1% dibanding pekan sebelumnya.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,42% (110 poin) menjadi 26.559,54.

  • S&P 500 menguat 0,16% (4,58 poin) di posisi 2.905,03.

  • Nasdaq Composite sedikit bertambah 0,02% (1,98 poin) di level 7.998,06.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,745 menjadi USD26,67.

Bursa saham utama Eropa pekan lalu juga berakhir Kamis ((18/4) dengan membukukan kenaikan, investor mengabaikan data zona euro yang lemah dan mengalihkan fokus pada laporan keuangan tebaru sejumlah emiten. Indeks STOXX naik 0,22% menjadi 390,46, raksasa produk konsumsi Unilever, dan emiten manajemen energi, Schneider Electric, memimpin kenaikan dengan mencatatkan lonjakan harga saham sekitar 3% setelah melaporkan kinerja keuangan yang melebihi ekspektasi.

Rilis data manufaktur Jerman yang berada di bawah ekspektasi, dan penurunan output manufaktur Prancis. Indeks PMI zona euro juga tercatat di bawah perkiraan, memicu kekhawatiran perlambatan di wilayah tersebut. Euro jatuh ke level terendah satu pekan terhadap dolar setelah angka itu dirilis.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,57% (69,32 poin) ke level 12.222,39.
  • CAC 40 Paris bertambah 0,31% (17,29 poin) menjadi 5.580,38.

  • FTSE 100 London menyusut 0,15% (-11,44 poin) di posisi 7.459,88.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York hingga Kamis (18/4) pekan lalu, berakhir menguat, terutama terhadap euro didukung rilis data ekonomi AS yang cukup kuat sedangkan euro terbebani aktivitas manufaktur Eropa yang lemah. Data penjualan ritel AS periode Maret meningkat ke level tertinggi dalam satu setengah tahun, karena rumah tangga banyak membeli kendaraan bermotor dan berbagai barang lainnya, yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi menggeliat pada kuartal pertama. Jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun ke level terendah dalam hampir 50 tahun pada pekan lalu.

Sebaliknya, data aktivitas sektor manufaktur Jerman periode April menyusut selama empat bulan berturut-turut, dan survei output produksi Prancis mengindikasikan penurunan. Purchasing Managers Index (PMI) Zona Euro dari IHS Markit turun dari 51,6 pada Maret menjadi 51,3 di April, terendah dalam tiga bulan. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,46% menjadi 97,456. Namun pada penutupan pasar Asia, Jumat (19/4), indeks dolar melemah 0,10% menjadi USD97,378.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12450.0015+0.13%4/19/2019
Poundsterling (GBP-USD)1.29930.00020.02%4/19/2019
Yen (USD-JPY)111.92-0.05-0.04%4/19/2019
Yuan (USD-CNY)6.7042-0.0048-0.07%4/19/2019
Rupiah (USD-IDR)14,044.50-40.50-0.29%4/18/2019

Sumber : Bloomberg.com


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup menguat. Data Joint Organizations Data Initiative ( JODI ) menunjukkan, ekspor minyak mentah Arab Saudi pada Februari turun 277.000 barel dari bulan sebelumnya menjadi di bawah 7 juta barel per hari. Data Badan Informasi Energi (EIA) AS menyebutkan, stok minyak mentah, bensin, dan produk penyulingan AS menyusut pada pekan lalu. Stok minyak mentah turun tak terduga, pertama kali dalam empat pekan.

Baker Hughes melaporkan perusahaan energi AS memangkas pengoperasian rig pengeboran minyak, sebanyak 8 unit, untuk pertama kalinya dalam tiga pekan karena perkiraan pertumbuhan produksi shale-oil terus menyusut. Harga minyak Brent mencatatkan kenaikan mingguan 0,6%, kenaikan mingguan keempat berturut-turut. WTI hanya naik di bawah 0,2% untuk pekan ini, namun mencatatkan penguatan mingguan ketujuh berturut-turut.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 35 sen menjadi USD71,97 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 24 sen menjadi USD64,00 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange hingga Kamis pekan lalu bertahan di dekat level terendah empat bulan, tertekan oleh apresiasi dolar AS. Harga emas semapt terpuruk ke level terendah sejak akhir Desember, USD1.270,63 per ounce pada awal sesi. Sepanjang pekan lalu, harga emas turun lebih dari 1%, di jalur penurunan mingguan keempat beruntun. Harga perak turun 0,1% menjadi USD14,99 per ounce, platinum naik 1,5% menjadi USD896,18 per ounce, palladium naik 0,7% menjadi USD1.411,08 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot bergerak mendatar di posisi USD1.274,16 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,1% menjadi USD1.276 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author