Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, IHSG Bullish Berpotensi Profit Taking

Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, IHSG Bullish Berpotensi Profit Taking

Posted by Written on 18 April 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (18/4) dibuka mixed cenderung turun melanjutkan pergerakan indeks di bursa saham Wall Street yang melemah, gagal melanjutkan kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dengandidukung rilis data pertumbuhan China yang lebih tinggi dari ekspektasi.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia, didukung kenaikan harga saham di sektor keuangan sebesar 0,7%. Indeks berlanjut naik 0,36% (22,70 poin) ke level 6.279,10 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,10% (-22,10 poin) menjadi 22.255,74, setelah dibuka sedikit melemah, di tengah penurunan saham konglomerat Softbank Group 0,47%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,15% - saham Samsung Electronics turun 0,47% - dan berlanjut melorot 0,32% ke posisi 2.238,60.

Melanjutkan tren pelemahan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,12% (-36,03 poin) ke level 30.088,65 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,06% di posisi 3.261,07.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks global dan regional yang cenderung melemah, setelah menutup perdagangan sebelum libur pilpres kemarin dengan kenaikan. IHSG melaju 0,72% ke level 6.481, investor asing net sellRp559,78 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan proses kenaikan, ditopang oleh hasil hitung cepat pilpres dan sentimen positif penjualan kendaraan roda dua. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi bullish continuation namun di pihak lain berpeluang digembur profit takingpasca pilpres.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, lancarnya proses pemilihan umum dan adanya kesesuaian antara pemenang versi hitung cepat dan surveiyang di lakukan sebelum pemilu, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu meredanya kekhawatiran perlambatan ekonomi global, seiring rilisdata ekonomi Cina yang lebih baik dari perkiraan, diprediksi akan menjadi tambahan sentimen positif. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan rentangsupport di level 6.440 dan resistance di 6.525.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan , antara lain;

Saham : TLKM (Buy, Support: Rp3.830, Resist: Rp3.910), SMGR (Buy, Support: Rp12.850, Resist: Rp13.775), 

INTP (Buy, Support: Rp21.125, Resist: Rp21.875), SSIA (Buy, Support: Rp560, Resist : Rp585).

ETF: XBNI (Buy, Support: Rp1.107, Resist: Rp1.130), XPSG (Buy, Support: Rp464, Resist: Rp475), 

XMTS (Buy, Support: Rp536, Resist: Rp547).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir turun, saham sektor kesehatan anjlok 2,9%, bergabung dengan sektor farmasi dan saham IBM di zona merah, di tengah laporan keuangan kuartalan sejumlah emiten yang cukup kuat. Saham pada awalnya menguat setelah investor menyambut laporan keuangan yang positif dari sejumlah perusahaan seperti Morgan Stanley dan PepsiCo, bersama dengan data ekonomi China kuartal I-2019 yang tumbuh 6,4%, melampaui estimasi 6,3%.

Secara keseluruhan, menurut FactSet, 84,6% perusahaan S&P 500 yang melaporkan pendapatan kuartal pertama melampaui ekspektasi analis. Morgan Stanley melonjak 2,6% setelah membukukan laba dan pendapatan yang melampaui ekspektasi. CEO UnitedHealth memperingatkan, proposal yang diusung anggota parlemen Demokrat, seperti "Medicare for All," akan "mengacaukan sistem kesehatan negara." Saham UnitedHealth merosot 4%, pada sesi Selasa, turun lagi 1,9%. Saham IBM terjungkal 5,5% karena pendapatannya turun untuk kuartal ketiga berturut-turut.

  • Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,01% (-3,12 poin) di posisi 26.449,54.

  • S&P 500 turun 0,23% (-6,61 poin) menjadi 2.900,45.

  • Nasdaq Composite melemah 0,05% (-4,14 poin) di level 7.996,08.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,93% menjadi USD26,87.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat, didorong penguatan saham otomotif dan perbankan karena data makro China meningkatkan optimisme dan meredakan kekhawatiran bahwa perekonomian global melambat. Saham global secara luas mendapatkan dukungan data PDB China yang tumbuh sebesar 6,4% pada kuartal pertama. Output industri naik 8,5% (yoy) pada periode Maret, dan penjualan ritel melonjak 8,7%.

Indeks STOXX 600 menguat 0,10% menjadi 389,59, ABB Swiss melonjak lebih dari 5% setelah CEO Ulrich Spiesshofer mengundurkan diri. Sementara itu, Commerzbank melonjak 1,9% persen setelah ING diberitakan melakukan pendekatan informal untuk mengambil alih bank itu. Saham pertambangan dasar turun sekitar 0,8%; BHP Group dan Rio Tinto anjlok 2,6 dan 2,8 %. Investor menunggu rilis Purchasing Managers Indexes (PMI) sektor manufaktur dan jasa di Eropa, Kamis ini.

  • FTSE 100 London naik tipis 0,02% (1,40 poin) di posisi 7.471,32.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,43% (51,75 poin) menjadi 12.153,07.

  • CAC 40 Paris meningkat 0,62% (34,42 poin) ke level 5.563,09.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah karena data pertumbuhan ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan, menjelang rilis data makro zona euro. 

Ekonomi China tumbuh 6,4%, mengalahkan ekspektasi, membangkitkan minat untuk mengambil risiko. Investor mencermati data ekonomi China dan Eropa untuk memastikan sinyal bahwa pertumbuhan global mulai pulih. 

Rilis defisit perdagangan AS di Februari menunjukkan penurunan, ke level terendah 8%, karena impor dari China menurun tajam. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,03% menjadi 97,0111.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12970.0001+0.01%7:58 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3039-0.0004-0.03%7:58 PM
Yen (USD-JPY)112.04-0.02-0.02%7:58 PM
Yuan (USD-CNY)6.6881-0.0241-0.36%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,085.0022.50+0.16%4/16/2019

Sumber : Bloomberg.com, 17/4/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak melemah, data resmi stok minyak AS dari Badan Informasi Energi, menunjukkan penurunan minyak mentah 1,4 juta barel lebih rendah dari laporan American Petroleum Institute, sehari sebelumnya. Harga minyak Brent sempat menyentuh USD72,27 per barel, level tertinggi tahun ini, dan WTI menyentuh USD64,61 per barel, sedikit di bawah level tinggi 2019, didukung penurunan persediaan minyak mentah AS yang dilaporkan API.

Produksi kilang di China - pengguna minyak mentah terbesar kedua di dunia - pada Maret, naik 3,2% dari tahun sebelumnya. Ekspor minyak mentah Iran pada April lalu dikabarkan turun ke level harian terendah tahun ini. 

Gazprom Neft, anak usaha raksasa gas Rusia Gazprom, memperkirakan kesepakatan minyak global akan berakhir pada semester pertama tahun ini.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 10 sen menjadi USD71,62 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 29 sen menjadi USD63,76 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, di dekat posisi terendah 2019, terpengaruh rilis data pertumbuhan ekonomi China yang meredakan kekhawatiran ekspansi global dan mendorong investor menuju aset berisiko. Sebelumnya, harga emas sudah anjlok 1,2% menjadi USD1.272,70 per ounce, ke level terendah sejak akhir Desember. Indeks dolar yang sedikit lebih lemah memberikan dukungan bagi emas

Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, jatuh 4,5% sepanjang tahun ini. Harga perak turun 0,3% menjadi USD14,92 per ounce, paladium melonjak lebih dari 4% ke level tertinggi dua pekan, USD1.406,81 per ounce. Platinum meningkat 1,2% menjadi USD887,30 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi USD1.274,43 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun USD0,40 menjadi USD1.276,80 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author