Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, IHSG Variatif Cenderung Menguat

Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, IHSG Variatif Cenderung Menguat

Posted by Written on 16 April 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (16/4) dibuka mixed berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham utama Eropa yang melemah pada penutupan Wall Street. AS dan Jepang akan memulai perundingan dagang hari ini diwarnai kekhawatiran akan meningkatnya proteksionisme.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pergerakan indeks ASX 200, Australia, yang sedikit menguat di tengah kenaikan sebagian besar indeks sektoral. Indeks berlanjut naik 0,20% (12,20 poin) menjadi 6.263,60 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang naik 0,30% (66,89 poin) ke level 22.236,00, setelah dibuka menguat 0,24% dan Topix dibuka menguat tipis. Saham Fast Retailing dan Softbank melaju 0,83% dan 1,65%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka cenderung mendatar, meski saham Asiana Airline melambung 25%, dan berlanjut melemah 0,04% di posisi 2.241,89.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,19% (-56,42 poin) di posisi 29.754,30 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite melorot 0,42% ke level 3.164,40.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah berhasil membukukan rebound pada sesi perdagangan kemarin. IHSG ditutup naik 0,5% ke level 6.435, investor asing membukukan net sell Rp344,8 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih dalam rentang konsolidasi, cenderung bervariasi dengan potensi menguat jelang pilpres, Rabu (17/4). Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan, dengan dibayangi tren bearish.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah, diwarnai rilis laporan keuangan beberapa bank besar yang bervariasi. Analis mengatakan, dengan kondisi S&P 500 yang sudah melesat hampir 16% tahun ini, akan lebih sulit bagi pasar untuk naik lebih lanjut tanpa katalis yang jelas. Mereka memperkirakan laba kuartal I-2019 akan menurun secara keseluruhan dibandingkan periode tahun lalu.

Saham Goldman Sachs anjlok 3,8% setelah melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan, tetapi pendapatannya berada di bawah ekspektasi. Saham Citigroup melemah 0,1%, setelah merilis pendapatan yang melampaui ekspektasi, namun terjadi penurunan 20% pada divisi perdagangan ekuitas. Akibat penarikan pesawat Boeing 737 MAX, saham American Airlines melorot 2,7% setelah mengumumkan pembatalan sekitar 115 penerbangan per hari dalam beberapa bulan mendatang, dan United Continental merosot 1,1%.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,10% (-27,53 poin) menjadi 26.384,77.

  • S&P 500 melemah 0,06% (-1,83 poin) di posisi 2.905,58.

  • Nasdaq Composite berkurang 0,10% (-8,15 poin) di level 7.976,01.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,93% menjadi USD26,06.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup cenderung menguat, investor terus mencermati laporan keuangan emiten dan perkembangan perundingan perdagangan AS-China. Selama akhir pekan, Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, berharap pembicaraan akan segera berakhir, dan mengatakan bahwa perjanjian perdagangan AS-China mendekati "putaran final" akan melampaui "kesepakatan" sebelumnya.

Indeks STOXX naik 0,15% menjadi 388,10, saham Norsk Hydro naik lebih dari 3% setelah jaksa penuntut umum Brasil meminta pengadilan federal untuk mencabut embargo produksi di negara tersebut. Saham grup periklanan Prancis, Publicis melonjak 1,5% setelah pemberitaan pengambilalihan Epsilon, senilai USD4,4 miliar, dan melaporkan kenaikan pendapatan. Nokia anjlok hampir 4% setelah downgrade dari Goldman Sachs di tengah meningkatnya persaingan dari Ericsson dan Samsung.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,17% (20,35 poin) menjadi 12.020,28.

  • CAC 40 Paris bertambah 0,11% (6,03 poin) di posisi 5.508,73.

  • FTSE 100 London berkurang 0,19 poin di level 7.436,87.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup sedikit melemah, karena investor fokus pada data manufaktur Eropa yang akan dirilis Kamis besok. Membaiknya data Eropa kemungkinan akan meningkatkan minat untuk mengambil risiko dan mendorong harga ekuitas lebih tinggi, sehingga menjadi katalis negatif bagi greenback. Para spekulan diindikasikan menaikkan posisi net long dolar dalam pekan terakhir, di level tertinggi sejak Desember 2015. Para trader juga merespon perundingan AS-China, dimana para negosiator AS dikabarkan telah melunakkan tuntutannya kepada China untuk mengekang subsidi industri setelah perlawanan kuat dari Beijing. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju melemah 0,03% menjadi 96,942.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1302-0.0002-0.02%7:25 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.310.000.00%7:25 PM
Yen (USD-JPY)111.98-0.06-0.05%7:25 PM
Yuan (USD-CNY)6.70870.0051+0.08%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,062.50-57.50-0.41%3:39 AM

Sumber : Bloomberg.com, 15/4/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak melemah, menghentikan reli dalam beberapa hari terakhir. Namun pelemahan tersebut dibatasi oleh pengetatan pasokan global, karena turunnya produksi Iran dan Venezuela. Pertempuran di Libya juga bisa menekan produksi minyak mentah negara tersebut.

Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov, akhir pekan lalu, mengatakan OPEC + dapat meningkatkan produksi guna memperjuangkan pangsa pasar menghadapi lonjakan output AS yang mencetak rekor tertinggi. Produksi minyak mentah AS diperkirakan naik sekitar 80.000 barel per hari pada Mei nanti, menuju rekor 8,46 juta bph.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 37 sen (-0,5%) menjadi USD71,18 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 49 sen (-0,8%) menjadi USD63,40 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup turun, dan sempat merosot ke posisi USD1.281,96, terendah dalam lebih dari sepekan. Minat membeli emas menyusut karena ekspektasi bahwa AS dan China akan mencapai kesepakatan perdagangan. Secara teknikal harga emas mengindikasikan sinyal bearish setelah berada di bawah level psikologis USD1.300 pada pekan lalu. Harga platinum dan palladium spot masing-masing turun 0,5% menjadi USD881,50 dan USD1.364,38 per ounce. Perak naik 0,2% menjadi USD14,98 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi USD1.287,61 per ounce.

  • Harga emas berjangka AS turun USD3,90 (-0,3%) menjadi USD1.291,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author