PPRO Bagikan Dividen Rp 94 M

PPRO Bagikan Dividen Rp 94 M

Posted by Written on 12 April 2019


Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 94 miliar atau 20% dari laba bersih 2018. “Para pemegang saham telah menyetujui pembagian dividen sebesar 20% dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp94 miliar,”kata Direktur Keuangan PPRO, Indaryanto di Jakarta.

Sepanjang 2018, PPRO membukukan laba bersih Rp471 miliar atau naik 6,08% dibandingkan 2017 sebesar Rp444 miliar. Kenaikan laba ini ditopang oleh peningkatan marketing sales yang meningkat 13% menjadi sebesar Rp3,48 triliun dari tahun 2017 sebesar Rp3,01 triliun. Maka dengan demikian, dividen yang dibagikan per saham senilau Rp1,52 per saham. Adapun dividen bakal dibagikan pada 10 Mei 2019.

Selain memutuskan pembagian dividen, RUPST juga menyetujui perubahan pengurus PPRO dengan mengangkat Abdul Haris Tatang sebagai Komisaris Utama dan Graha Yudha Andarano Putra Pratama sebagai Komisaris Independen. Tahun ini, lanjut Indaryanto, perseroan mengalokasikan belanja modal senilai Rp1,3 triliun atau naik 18%dari tahun lalu Rp 1,1 triliun.

Nantinya, belanja modal tersebut akan digunakan untuk mencicil pembelian lahan dan penyelesaian pembangunan beberapa proyek. Sumber belanja modal tersebut sebanyak 30% berasal dari kas perseroan dan 70% dari penerbitan surat utang dan pinjaman.”Mayoritas capex akan digunakan untuk melunasi cicilan landbank yang dimiliki. Landbank saat ini mencapai 300 ha,"kata Indaryanto.

Adapun lahan yang dimiliki PPRO berada di Surabaya dan Semarang. Tenor pembayaran lahan akan dilakukan selama 2-3 tahun. Selain itu, perseroan juga akan melakukan refinancing senilai Rp200 miliar—Rp300 miliar. Aksi refinancing ini akan menambah pinjaman jangka panjang.

Dalam laporan keuangan 2018, nilai arus kas yang dimiliki PPRO senilai Rp77,92 miliar dan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi senilai Rp1,79 triliun. Dia mengungkapkan, baru-baru ini, perseroan telah menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap II tahun 2019 senilai Rp800 miliar. Selain itu, perseroan juga masih memiliki sisa emisi obligasi berkelanjutan senilai Rp600 miliar.

Kata Direktur Utama PPRO, Taufik Hidayat, perseroan memiliki beberapa proyek baru yakni di Cibubur, Surabaya dan Babarsari (Yogyakarta) untuk tower kedua. Dia menambahkan, untuk proyek tower kedua, perseroan telah bekerja sama dengan koperasi dari universitas asal Yogyakarta.Hingga saat ini, perseroan telah memiliki 300 ha landbank, di antaranya 137 ha berada di Kertajati. Perseroan berencana menambah landbank dengan konsep kerja sama.

Taufik menambahkan, pasar properti pada tahun lalu terbilang berat. Namun, peluang pada tahun masih ada dan peluang berpotensi muncul setelah pemilihan presiden. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 20%, diikuti dengan pendapatan yang akan meningkat sekitar 17% dan laba bersih ditargetkan meningkat sekitar 18%. Selain itu, perseroan membidik pendapatan berulang atau reccuring income menjadi 9% sampai 12% dari tahun 2018 yang masih sebesar 8% sampai 9%.

Disampaikan Taufik, untuk produk properti di unit komersial dan hospitality akan ada kontribusi tambahan dari hotel yang baru beroperasi di tahun 2018 yakni, Prime Park Pekanbaru dan Palm Park hotel Surabaya. Perseroan, lanjutnya, tahun ini fokus perseroan pada pengembangan lahan yang telah dimiliki sebesar 300 hektar dengan tetap fokus pada kelas menengah di daerah yang minat belinya tinggi, secara selektif masuk ke pasar kelas atas, inovasi produk melalui berbagai terobosan, serta pengembangan transformasi digital pada operasi dan bisnis perusahaan. 


Tercatat sepanjang 2018 kemarin, pendapatan PPRO turun 5,64% yoy menjadi Rp 2,56 triliun dari sebelumnya Rp 2,71 triliun. Adapun, penurunan terjadi pada penjualan apartemen PPRO mencapai 6,53% menjadi Rp 2,38 triliun dari sebelumnya Rp 2,54 triliun. Sementara pendapatan properti yang merupakan pendapatan berulang, naik 8,06% menjadi Rp 178,61 miliar dari tahun 2017 yang sebesar Rp 165,29 miliar.


comments

logo-senokuncoro

Seno Kuncoro

author