Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, IHSG Bergerak di Rentang Konsolidasi

Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, IHSG Bergerak di Rentang Konsolidasi

Posted by Written on 12 April 2019


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (11/4), bursa saham Asia dibuka mixed cenderung menguatmelanjutkan tren pergerakan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang bervariasi jelang rilis laporan keuangan sektor perbankan AS.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka naik 0,59%, di tengah pergerakan harga komoditas yang menguat pada pembukaan pasar Asia. Indeks melaju 0,75% (46,80 poin) ke level 6.245,50 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,26% (57,50 poin) ke posisi 21.768,88, setelah dibuka sedikit menguat di kisaran level 21.735, diwarnai lonjakan harga saham Fast Retailing 5,59%. 

Sedangkan Topix turun 0,2%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melorot 0,42%, terbebani kejatuhan harga saham Samsung dan SK Hynix, dan berlanjut melemah 0,07% menjadi 2.222,97.

Indeks Hang Seng, Hongkong juga dibuka melemah 0,11% (-33,10 poin) menjadi 29.806,35 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,16% ke posisi 3.184,86.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks saham global dan regional yang bervariasi, setelah tenggelam di zona merah pada sesei perdagangan kemarin. IHSG ditutup melorot 1,05% ke level 6.410, meskipun investor asing net buyRp546,78 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan berkutat di rentang konsolidasi jelang pemilihan presiden dan legislatif pekan depan, capital inflow berpotensi mendongkrak indeks. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi koreksi lanjutan di area netral.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, memanasnya kondisi politik menjelang pilpres dan melemahnya nilai tukar rupiah serta turunnya sebagian besar harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel, timah serta emas diprediksi akan menjadi sentimen negatif bagi indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan rentang support di level 6.355 dan resistance di 6.460.

Beberapa ekuitas yang direkomendassikan, antara lain;

  • Saham : ITMG (Buy, Support: Rp19.625, Resist: Rp20.350), EXCL (Buy, Support: Rp2.600, Resist: Rp2.725), INCO (Buy, Support: Rp3.270, Resist: Rp3.470), ADRO (Buy on Weakness, Support: Rp1.285, Resist :Rp1.325).

  • ETF: XISI ( SELL , Support: Rp355, Resist: Rp369), XIIF ( SELL , Support: Rp690, Resist: Rp708), 

    XBLQ ( SELL , Support: Rp489, Resist: Rp504).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir cenderung turun investor menunggu rilis kinerja perbankan yang akan mengawali musim laporan keuangan kuartal pertama. FactSet memperkirakan laporan keuangan kuartal I emiten S&P 500 turun 4,2%, musim pendapatan terburuk sejak 2016. China dikabarkan setuju untuk membuka sektor cloud-computing bagi perusahaan asing dalam upaya mempermanis kesepakatan dengan AS.

Saham JPMorgan naik 0,9%, sementara Wells Fargo tergelincir 0,1% menjelang rilis laporan keuangannya. Saham-saham penerbangan melaju, saham Delta Air naik 0,9%, American Airlines melonjak 2,3%, dan United Continental melompat 1,5%. Tesla Motors anjlok 2,8% setelah Nikkei Asian Review melaporkan pembekuan rencana ekspansi pabrik baterai mobil listrik dengan Panasonic karena kekhawatiran akan melemahnya permintaan kendaraan tersebut.

  • Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,05% (-14,11 poin) di posisi 26.143,05.

  • S&P 500 mendatar di kisaran 2.888,32.

  • Nasdaq Composite berkurang 0,21% (-16,89 poin) menjadi 7.947,36.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 2,31% menjadi USD25,76.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat didukung reli harga saham maskapai penerbangan setelah Uni Eropa memberikan perpanjangan jadwal Brexit. Namun, kenaikan indeks tertahan oleh kekhawatiran yang masih ada tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan proteksionisme perdagangan. Indeks STOXX 600 naik tipis 0,06% menjadi 386,9, saham EasyJet memimpin kenaikan dengan melesat hampir 9%.

Saham sektor perjalanan dan wisata, melesat lebih dari 1%, EasyJet, Tui dan IAG masuk dalam jajaran top performer di sektor ini. . Merek barang mewah, LVMH melambung lebig h dari 16% kaena membukukan penjualan kuartal I yang kuat. Saham emiten manufaktur Italia, Prysmian, rontok 8% setelah dikabarkan akan meninjau ulang pendapatan 2018.

  • FTSE 100 Lonodn melemah 0,05% (-3,96 poin) di posisi 7.417,95.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,25% (29,29 poin) menjadi 11.935,20.

  • CAC 40 Paris melaju 0,66% (35,84 poin) ke level 5.485,72.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat ditopang rilis data inflasi dan tenaga kerja AS. Untuk pertama kalinya data tunjangan pengangguran AS pekan lalu, turun ke level terendah selama 49,5 tahun, mengindikasikan kekuatan pasar tenaga kerja berkelanjutan yang bisa melawan kekhawatiran perlambatan tajam pertumbuhan ekonomi AS. Indeks harga produsen (PPI) secara keseluruhan tumbuh 0,6% pada Maret, terbesar dalam 5 bulan, sementara inflasi perdagangan grosir naik lebih ringan 0,3%.

Poundsterling melemah setelah Uni Eropa memungkinkan Inggris menunda keluar dari blok itu untuk kedua kalinya.Euro tetap di bawah tekanan sehari setelah Presiden ECB, Mario Draghi, membuat komentar yang negatif terhadap perekonomian zona euro. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,24% menjadi 97,177.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12610.0008+0.07%7:43 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.30590.0001+0.01%7:42 PM
Yen (USD-JPY)111.59-0.07-0.06%7:42 PM
Yuan (USD-CNY)6.71940.0034+0.05%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,139.50-13.00-0.09%4:55 AM

Sumber : Bloomberg.com, 11/4/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun setelah melejit ke level tertinggi lima bulan di awal pekan karena penurunan produksi OPEC + dan produksi Venezuela yang terjun bebas. OPEC melaporkan output Venezuela pada bulan lalu merosot menjadi 732.000 barel per hari. Badan Energi Internasional mengatakan produksi keseluruhan OPEC turun 550.000 bph pada Maret menjadi 30,1 juta bph.

Aksi jual meningkat, setelah WTI turun di bawah USD63,71 per barel, level teknikal signifikan yang memicu penjualan otomatis. Badan Informasi Energi AS menyebutkan, persediaan minyak mentah AS melonjak 7 juta barel ke level tertinggi 17-bulan, di level 456,6 juta barel pekan lalu. Namun stok bensin turun 7,7 juta barel. 

Produksi minyak mentah AS tetap pada rekor 12,2 juta bph, melampaui Rusia dan Arab Saudi.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,03 (-1,6%) menjadi USD63,58 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 90 sen (-1,3%) menjadi USD70,83 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup anjlok lebih dari 1%, ke bawah level USD1.300, karena data ekonomi AS yang kuat mendongkrak dolar, meredupkan kilau emas. Indeks harga produsen AS periode Maret naik lebih baik dari perkiraan, menunjukkan sedikit inflasi, namun berpotensi membuat Federal Reserve menaikkan suku bunga.

Rilis risalah rapat The Fed yang dovish tidak banyak mendongkrak emas karena sudah diperhitungkan oleh pasar, kata para analis. Harga platinum di pasar spot mendatar di USDD 890,13 per ounce, palladium merosot 1,99% menjadi USD1.359,505, dan perak tergelincir 1,98%menjadi USD14,90.

  • Harga emas di pasar spot turun 1,3% menjadi USD1.290,34 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun USD20,60 (-1,6%) menjadi USD1.293,3 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author