Bursa Sore: Aksi Beli Gagal Angkat IHSG Dari Pelemahan

Bursa Sore: Aksi Beli Gagal Angkat IHSG Dari Pelemahan

Posted by Written on 11 April 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) mandeg di zona merah pada akhir perdagangan hari Kamis (11/4). IHSG melemah -1,05 persen (-69 poin) ke level 6.410.

Indeks LQ45 -1,58% ke 1.007. Indeks IDX30 -1,64% ke level 554. IDX80 -1,59% ke 144. Indeks JII -1,79% ke posisi 697. Indeks Kompas100 -1,40% ke 1.304. Indeks Sri Kehati -1,38 persen ke 401 dan Indeks SMInfra18 -1,86 persen ke level 344.

Saham-saham teraktif: CPRIJAYAABBAJPFABBRITLKMLEAD

Saham-saham top gainers LQ45: EXCLINCOITMGBSDEBRPTAKRAERAA

Saham-saham top losers LQ45: LPPFBBRITPIAPTBAELSAGGRMBBCA

Nilai transaksi mencapai Rp9,95 triliun. Volume trading sebanyak 189,09 juta lot saham. Investor asing membukukan beli bersih (net buy) Rp546,78 miliar.

Nilai tukar rupiah terkoreksi tipis -0,01% ke posisi Rp14.145 terhadap dolar AS. (04:00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak melemah pada perdagangan hari Kamis (11/4). Bank sentral Eropa dan AS menegaskan kekhawatiran para investor tentang prospek ekonomi global dan kebijakan proteksi dagang.
MSCI Asia Pacific Index melorot 0,49 persen ke posisi 541,20 poin.

Pada Rabu pekan ini, Bank Sentral Eropa mempertahankan kebijakan pelonggaran moneter seraya memperingatkan ancaman terhadap pertumbuhan ekonomi global.

"Para traders wait and see karena mencari peluang di tengah aktivitas market yang berlangsung hati-hati," kata Nick Twidale, Analis Rakuten Securities (Australia). Menurutnya 2 event dengan risiko besar saat ini berada dibalik pasar yaitu kebijakan ECB dan The Fed.

Risalah meeting the Fed periode Maret menunjukkan kesepakatan untuk bersabar dalam penetapan kebijakan suku bunga karena mereka melihat ekonomi AS berada di situasi perlambatan ekonomi global tanpa resesi dalam beberapa tahun ke depan.

Bursa saham China tertekan saat trading berakhir. Indeks Shenzhen Component drop 2,65 persen dan Indeks Shenzhen Composite turun 2,187 persen.

Pelemahan juga terjadi di pasar saham Hong Kong seiring hambatan yang terjadi pada Indeks Hang Seng. Saham unggulan di bursa Hong Kong, Tencent naik 1 persen. Saham Tencent tembus harga 400 dolar HK per saham untuk pertama kali sejak Juni 2018.

Indeks Nikkei 225 di bursa Tokyo bergerak menguat ketika aktivitas trading berakhir. Saham unggulan, Fast Retailing menguat 0,51 persen. Indeks Topix melemah tipis ke level 1.606,52.

Sementara Indeks Kospi berakhir flat ke level 2.224,44. Adapun Indeks ASX200 di pasar saham Australia melemah 0,4 persen ke posisi 6.198,70 di tengah sektor saham yang bergerak mixed.

Adapun di pasar finansial, Indeks dolar AS ke level 96,880 atau melemah dibandingkan dengan posisi sesi kemarin di level 97,2. Nilai tukar yen melemah di posisi 111,14 terhadap USD dibanding posisi sesi sebelumnya di level 110,89. Dolar Australia rebound ke posisi $0,7158 dari posisi kemarin di level $0,712.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,11% di level 21.711.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,93% ke level 29.839.

Indeks Shanghai (China) -1,60% di posisi 3.189.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,10% ke 3.330.


Bursa Eropa

Market saham Eropa bergerak mixed di menit-menit awal pada perdagangan hari Kamis (11/4) pagi waktu setempat. Para pemimpin Uni Eropa setuju menunda Brexit selama 6 bulan ke depan.

Indeks DAX (Jerman) -0,41% ke posisi 11.856.

Indeks FTSE (Inggris) -0,49% pada level 7.385.

Indeks CAC (Perancis) +0,08% ke posisi 5.454.


Minyak

Laju harga melemah pada perdagangan sesi sore, hari Kamis (10/4) di pasar komoditas Asia tertekan kenaikan stok minyak AS yang mencapai level tertinggi dalam 17 bulan terakhir di tengah produksi yang mencapai rekor serta kekhawatiran terhadap perekonomian meragukan pertumbuhan demand terhadap BBM.

Minyak Brent drop 29 sen ke harga USD 71,44 per barel (pukul 04:24 GMT). Sedangkan minyak WTI turun 33 sen ke harga USD 64,28 per barel.


(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author