Bursa Pagi: Asia Bergerak Lesu, IHSG Berupaya Keluar dari Tren Bearish

Bursa Pagi: Asia Bergerak Lesu, IHSG Berupaya Keluar dari Tren Bearish

Posted by Written on 11 April 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (11/4) dibuka cenderung melemah, tak mampu melanjutkan tren penguatan indeks acuan pada penutupan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, didukung keputusan bank Sentral Eropa dan rilis risalah rapat Federal Reserve AS yang menegaskan sikap dovish dalam kebijakan suku bunga. Uni Eropa memberi "perpanjangan fleksibel" untuk tenggat Brexit hingga 31 Oktober. Indeks MSCI Asia eks Jepang cenderung mendatar di posisi 543,78.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengaan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,33%. Perdana Menteri Australia mengumumkan pelaksanaan pemilu pada 18 Mei mendatang. Indeks berlanjut turun 0,35% (-21,60 poin) ke level 6.201,90 pada pukul 8:30 WIB.

Pada jam yang indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melemah 0,02% (-3,46 poin) ke posisi 21.684,11, setelah dibuka cenderung mendatar, harga saham Fanuc turun 0,26%. Topix dibuka turun 0,28%. Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka sedikit menguat 0,05% dan berlanjut naik tipis 0,04% di level 2.225,19.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka sedikit menguat 0,06% (18,58 poin) di posisi 30.138,14 pada pukul 8:35. Indeks Shanghai Composite, China turu tipis 0,01% di level 3.241,55.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah gagal membukukan kenaikan pada penutupan sesi perdagangan kemarin. IHSG ditutup melemah 0,09% ke level 6.478, investor asing net buy sekitar Rp342,69 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berada dalam pola penurunan minor di jalur uptrend jangka panjang,. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan namun masih dibayangi tren bearish jangka menengah.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, risalah rapat The Fed yang menguatkan tidak adanya kenaikan suku bunga acuan di tahun ini dan naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, nikel, emas serta batu bara diprediksi akan memberikan sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan rentang support di level 6.450 dan resistance di 6.510.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

Saham : BBTN (Buy, Support: Rp2.350, Resist: Rp2.470), AKRA (Buy, Support: Rp4.325, Resist: Rp5.000), 

MEDC (Buy, Support: Rp855, Resist: Rp885), INTP (Buy, Support: Rp22.025, Resist :Rp22.975).

ETF : XISC (Buy, Support: Rp794, Resist: Rp803), XPID (Buy, Support: Rp554, Resist: Rp559), XIJI (Buy, Support: Rp714, Resist: Rp722).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir lebih tinggi, setelah rilis risalah rapat Federal Reserve, Maret lalu yang mempertahankan sikap dovish dalam kebijakannya. Sebagian besar pembuat kebijakan meyakini bank sentral mempertahankan suku bunga sepanjang tahun ini karena risiko ekonomi di luar negeri, dan data makro AS yang menunjukkan bahwa inflasi tertahan pada periode Maret. Tujuh CEO bank terbesar AS, seperti JPMorgan Chase, Citigroup dan Bank of America, bersaksi di hadapan Komite Keuangan Kongres.

Saham perbankan mencatatkan kenaikan moderat dipimpin lonjakan saham Goldman Sachs 1,1%. Delta Air Lines melesat 1,6% dengan laba kuartal pertama yang melampaui ekspektasi. Sebaliknya, saham Boeing membebani Dow, anjlok 1,1%, dan perusahaan angkutan umum Lyft rontok 10,9%, terpukul rencana IPO pesaingnya, Uber. Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan, bahwa AS dan China "banyak menyetujui mekanisme penegakan hukum" untuk menangani permasalahan perdagangan.

  • Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,03% (6,58 poin) di posisi 26.157,16.

  • S&P 500 naik 0,35% (10,01 poin) menjadi 2.888,21.

  • Nasdaq Composite melaju 0,69% (54,97 poin) ke level 7.964,24.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange bergeming di level USD26,37.

Bursa saham utamaEropatadi malam ditutup sedikit menguat, setelah Bank Sentral Eropa memutuskan mempertahankan suku bunga tidak berubah. Presiden ECB Mario Draghi mengatakan risiko di sekitar kawasan euro "miring ke arah sisi negatif." Jelang KTT darurat Brexit, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan UE harus mempertimbangkan penundaan yang "fleksibel" bagi Brexit hingga satu tahun. Indeks STOXX 600 naik 0,26% menjadi 386,68, dipimpin kenaikan harga saham sektor ritel lebih dari 1%.

Tesco melesat lebih dari 3,5%, karena melaporkan kenaikan laba operasional yang lebih kuat dari perkiraan. 

Saham G4S melambung hampir 20%, setelah Garda World Security, mengatakan sedang mempertimbangkan tawaran untuk mengambil sebagian atau semua saham perusahaan keamanan Inggris itu. Sementara itu, saham Indivior longsor lebih dari 70% karena tuduhan Departemen Kehakiman AS bahwa pabrikan obat Inggris itu secara ilegal meningkatkan resep untuk obat perawatan kecanduan opioid, Suboxone.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,47% (55,34 poin) ke level 11.905,91.

  • CAC 40 Paris bertambah 0,25% (13,46 poin) menjadi 5.449,88.

  • FTSE 100 Inggris turun tipis 0,05% (3,66 poin) di posisi 7.421,91.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup sedikit melemah, karena Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa mengisyaratkan mempertahankan suku bunga karena tanda-tanda pertumbuhan yang lesu dan risiko dari ketegangan perdagangan. Rilis risalah rapat The Fed 19-20 Maret mengisyaratkan tidak akan menaikkan suku bunga pada 2019, dan akan menghentikan penyusutan kepemilikan obligasinya pada September. Indeks Harga Konsumen AS naik 0,4% pada periode Maret, sementara IHK inti, naik tipis 0,1% jauh dari perkiraan kenaikan 0,2%.

Sebelumnya, Presiden ECB Mario Draghi menyoroti risiko yang dihadapi ekonomi zona euro, memperkuat spekulasi tentang kemungkinan stimulus lebih lanjut untuk mencegah kawasan itu tergelincir ke dalam resesi. Ia juga menyoroti ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan mengenakan tambahan tarif impor pada barang-barang Uni Eropa senilai USD11 miliar. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,06% menjadi 96,946.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12750.0001+0.01%7:22 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.30920.0001+0.01%7:22 PM
Yen (USD-JPY)110.93-0.08-0.07%7:22 PM
Yuan (USD-CNY)6.71600.0041+0.06%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,152.5019.50+0.14%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 10/4/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat. Badan Informasi Energi AS menyebutkan, stok minyak mentah AS membengkak 7 juta barel pekan lalu, ke level tertinggi sejak November 2017 karena lonjakan impor, Namun, stok bensin turun 7,7 juta barel, penurunan tertajam sejak September 2017. Rilis laporan bulanan OPEC menunjukkan produksi minyak Venezuela bulan lalu merosot ke level terendah jangka panjang di bawah 1 juta barel per hari, karena sanksi AS dan pemadaman listrik.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD1,04 (1,5%) menjadi USD71,65 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 64 sen (01,0%) menjadi USD64,62 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup terangkat ke level tertinggi dalam hampir dua pekan, USD1.310,50 per ounce di awal sesi, karena kekhawatiran ekonomi global dan ketegangan perdagangan. Investor mewaspadai ancaman Presiden AS untuk menerapkan tambahan tarif impor terhadap Uni Eropa. Indeks Harga Konsumen AS periode Maret naik tertinggi dalam lebih dari satu tahun, tetapi angka inflasi tetap lemah karena perlambatan pertumbuhan ekonomi domestik dan global.

Kenaikan harga emas juga didukung keputusan Bank Sentral Eropa serta risalah rapat The Fed yang menunjukkan tanda-tanda kebijakan moneter kedua bank sentral itu akan tetap akomodatif. Namun kepemilikan dalam ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, jatuh untuk sesi ketujuh berturut-turut, Selasa lalu, berada di level terendah sejak November. Harga platinum melonjak 1,6% menjadi USD901,25 per ounce, palladium turun 0,1% menjadi USD1.387,51, perak menguat 0,2% menjadi USD15,24 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi USD1.306,88 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik USD5,60 (0,4%) menjadi USD1.313,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author