Bursa Siang: Ekspektasi Ekonomi Global Lesu Lagi, IHSG Tumbang

Bursa Siang: Ekspektasi Ekonomi Global Lesu Lagi, IHSG Tumbang

Posted by Written on 10 April 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tertekan ke zona merah pada akhir perdagangan sesi pagi, hari Rabu (10/4). IHSG melemah -0,39 persen (-26 poin) ke level 6.459.

Indeks LQ45 -0,51% ke 1.019. Indeks IDX30 -0,53% ke level 561. IDX80 -0,50% ke 145. Indeks JII -0,53% ke posisi 705. Indeks Kompas100 -0,47% ke 1.316. Indeks Sri Kehati -0,55 persen ke 404 dan Indeks SMInfra18 -0,30 persen ke level 348.

Saham-saham teraktif: BUMIPTPPJAYATLKMBRPTFILMFREN

Saham-saham top gainers LQ45: SCMABRPTSMGRAKRAMNCNEXCLPTPP

Saham-saham top losers LQ45: BBRIITMGHMSPASIIINTPADROPGAS

Nilai transaksi mencapai Rp3,63 triliun. Volume trading sebanyak 74,60 juta lot saham. Investor asing membukukan beli bersih (net buy) Rp18,25 miliar.

Nilai tukar rupiah terkoreksi -0,13% ke posisi Rp14.163 terhadap dolar AS. (12:00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak melemah pada sesi pagi perdagangan hari Rabu (10/4). IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Market juga merespon negatif ketegangan AS dan Eropa terkait penerapan tarif impor.

IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun ini sebesar 3,3 persen dari proyeksi sebelumnya sebesar 3,5 persen. Proyeksi ini adalah yang terendah sejak 2009. Sementara pada tahun 2020 diperkirakan tumbuh 3,6 persen.

MSCI Asia Pacific Index melorot 0,3 persen ke posisi 542,91 poin.

"Ketidakpastian kebijakan perdagangan yang meningkat serta ketakutan terhadap eskalasi tindakan balasan tarif impor menekan investasi dalam bisnis, mengurangi rantai pasok serta menekan pertumbuhan produktivitas," demikian pernyataan IMF.

Sementara Presiden AS Donald Trump mengancam penerapan tarif impor pada barang-barang Eropa senilai USD 11 miliar. Hal ini meningkatkan ketegangan atas konflik subsidi pesawat transatltantik yang telah berlangsung lama.

Bursa saham China tertekan saat trading sesi pagi berakhir. Indeks Shenzhen Component drop 0,27 persen dan Indeks Shenzhen Composite turun 0,291 persen. Pelemahan juga terjadi di pasar saham Hong Kong seiring hambatan yang terjadi pada Indeks Hang Seng.

Indeks Nikkei 225 di bursa Tokyo berada di zona negatif ketika aktivitas trading sesi siang sedang berlangsung. Saham unggulan, Fanuc tergerus 0,6 persen. Indeks Topix melemah 0,79 persen.

Sementara Indeks Kospi berubah arah menguat setelah di sesi pagi sempat melemah tipis.Harga saham SK Hynix menguat 0,4 persen. Adapun Indeks ASX200 di pasar saham Australia menguat tipis.

Adapun di pasar finansial, Indeks dolar AS ke level 97,014 melaju dibandingkan dengan posisi sesi sebelumnya di level 96,989. Nilai tukar yen turun tipis di posisi 111,14 terhadap USD dibanding posisi sesi sebelumnya di level 111,05. Dolar AUstralia rebound ke posisi $0,7135 dari posisi sesi sebelumnya di level $0,7107.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,68% di level 21.654 (11.45 am).

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,42% ke level 30.031 (break)

Indeks Shanghai (China) -0,39% di posisi 3.226 (break)

Indeks Straits Times (Singapura) -0,06% ke 3.327. (12:00 pm).


Minyak

Laju harga bergerak stagnan pada perdagangan sesi pagi, hari Rabu (10/4) di pasar komoditas Asia di tengah ekspektasi perlambatan ekonomi dapat segera menekan konsumsi BBM.

Minyak Brent drop 2 sen ke harga USD 70,59 per barel (pukul 04:09 GMT). Sedangkan minyak WTI naik 9 sen ke harga USD 64.09 per barel.


(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author